Parikan
Numpak Ninja ngangkut wedhus. Manis manja
geleme wong bagus.. #parikanjawa
iwil cilik dulinan kayu, I will find someone
like u #parikanjawa
Codhot mangan gedhang. Mung nyocot ora
tumandang
Irung mancung, irunge londo. Yen mbok gantung,
aku golek wong liyo
ngombe kopi nyekel rokok ; didemok pipi
ngisore mekokok #parikansaru
Manuk perkutut, perkutut juara. Najan Jomblo
akut, malem minggu tetep gembira. #parikanjomblo
tuku tahu digondol maling, malem minggu cuman
ngekep guling. #parikanjomblo #jombloakut
mangan tahu acar segone sak wakul, snajan
randuwe pacar tetep wae staycool #parikanjomblo
Beras ketan digawe klepon, eling mantan marai
gagal move on #parikanjomblo
Arum-arume jamban, ora kaya arume melati.
Saapik2e gombalan, krg romantis yen ora saka ati.
Lembur ra bayaran. Tiwas jujur malah kelangan.
Swarga nunut, neraka katut. Cangkem kecut
njaluk udud
Empuk-empuke empal, yen nylilit dadi gudhal.
Lambe kok kaya pedhal, ngawe njaluk dipancal
banyu laut banyu padasan, sak lunyu lunyune
welut isih lunyu duit arisan
dodolan sego krawu nang gunung semeru, gunane
mataku kuwi nggo nyawang sliramu
sandal teklek ketendang
jaran.
rak duwe cewek?????????
oh kasihan
Ore ore krasa sumuk,
anak dhemit mangan
srabi.
budhale sore mulihe
isuk,
ngumpulke duwit gawe
bandha rabi.
Urang karang ilang
buntute,
sikil cantengen di
thutul pitik.
sajak lanang koyo
ganteng dhewe,
tapi sayang gak duwe
duwek.
wak swiwi dikelo lodho.
lodhone dicampur santen
SUWI GAK MORO…
MORONE GUR GAWE TOMBO
KANGEN.
balapan sekuter walese
telu,
kakean mangan burger
mules wetengku.
Tukug lali numpak
montor,
bola bali kepingin
setor.
Kecantolkawat,
klambinesuwek.
Ningndalanorakuattakbuntelkresek
Ngajakdansa,
bokongenyenggol.
numpakavanza,
sikilegebol.
mangan cendol, campur
lumpiya.
senajan sikile gebol.
sing penting sogaya
dino setu tuku gincu,
malem minggu siap
mecucu…
gincu leleh kenekan
trasi,
sing jeh jomblo ngko
tak kancani…
kiwo tengen akeh wit”an
kangen karo kadang
parikan
udud mbek cengkeh iku
campurane
jebul sehakeh setyoneng
kene
menek wit jambu gone
pak lurah kok dukani ibu..
esuk” tangi turu awak
lungkrah iseh mambu..
ono gurem kok pencolotan,
pencolotan ngemut
tetel.
Howo adem penak
kemulan,
kemulan slimut sing
kuandel
kembang tales wadahe
ember,
awak nggreges irunge
meler.
G0LEK SARAPAN
NANG PASAR SRENGAT
AY0 DI SAMBI PARIKAN
KERJ0NE BEN TAMBAH
SEMANGAT
mangan krupuk di wadahi
plastik… awak e remuk duwite saitik…
golek jagung nek
tegalan… sampek bingung golek gawean…
tuku lapis neng
kertosono..
Duwite nipis nggadekne
clono…
MANGAN RUJAK
LALAPE PETHE
AKU MB0K DIJAK
TINIMBANG DEWE.
LELE DUMBO LARANG REGANE…sengjomblotakkancanane…
LELE DUMBO DI SAWATNE
PAK POH…lekjmblo so what gituloh…
Kang paijo karo kang
paimo iku pancen tani utun…
Dudohno lek budoyo jowo
iki santun…
Jangan bayem sambel
seng pedes… Hawane adem mergane udan deres…
gebyarjawaunnes.wordpress.com/2014/01/15/kumpulan-parikan-lucu/
http://www.ristizona.com/2013/02/kumpulan-parikan-jawa-ora-lucu-terbaru.html
Permainan Tradisional
Permainan Tradisional Anak Jepara
Kitiran Bambu
Kitiran Bambu adalah permainan kitiran atau dalam bahasa indonesia bisa dikatakan baling – baling atau Kincir Angin yang terbuat dari bambu dan kertas sebagai baling – baling nya.
Kitiran Bambu dapat menghasilkan suara yang unik dari setiap putarannya. kitiran bambu ini adalah permainan khas jepara yang sudah sangat jarang sekali ditemukan di toko – toko permainan dikarenakan perpindahan zaman yang menyebabkan permainan ini kalah dengan permainan modern.
Kitiran lahir sekitar tahun ’70an di desa Karanganyar, Welahan, Jepara, Jawa Tengah
dan sampai sekarang masih ada keluarga yang membuat kitiran Bambu untuk menghidupi keluarganya.
Kitiran Bambu ini sangat murah hanya dengan uang 7.000 anda bisa membelinya untuk anak -anak anda yang belum pernah mengerti permainan ini. kami juga menyediakan harga khusus bagi pemborong mainan ini. karena tujuan kami, ingin membuat permainan ini di kenal lagi, tidak hanya didalam negri atau desa sendiri tapi juga diluar negri dari asia bahkan eropa. kami siap untuk menyediakan untuk anda.
Permainan Egrang.
Permainan Egrang merupakan permainan tradisional yang hampir punah. Namun, seiring berkembangnya kegiatan outbound, egrang kembali menjadi primadona. Egrang adalah permainan berjalan dengan menaiki bambu, permainan ini hanya dapat dilakukan oleh satu orang saja. Bagi orang yang tidak memiliki dan mempunyai keyakinan pada dirinya, sering kali ia mengalami kesulitan untuk melangkahkan bambu yang menopang tubuhnya.
PERALATAN
Peralatan yang digunakan untuk memainkan permainan ini tidaklah sulit didapat, karena permainan ini dibuat dengan menggunakan media bambu maupun kayu yang sudah menjadi segitiga bawahnya, kemudian salah satu dari segitiga itu dipanjangkan untuk dijadikan pegangan tangan.
CARA BERMAIN
Untuk memainkan permainan egrang ini tidaklah sulit, dengan menambah keyakinan kita bahwa kita bisa dan berani permainan ini dapat dimainkan dengan mudah, berikut adalah cara memainkan egrang.
1. Setiap peserta memiliki saru pasang egrang, dan bersiap untuk menaiki egrang.
2. Fasilitator memberikan arahan bahwa peserta yang menang adalah peserta yang sampai kembali ke garis start.
3. Setelah peluit dibunyikan, setiap peserta langsung berjalan menggunakan egrang tersebut dan kembali lagi ke titik atau garis start, dan peserta yang sampai terlebih dahululah yang dinyatakan menang.
MAKNA PERMAINAN
Sering kali kita paham bahwa kehidupan inii membutuhkan fasilitas untuk mencapai apa yang kita inginkan. Atau sering kali kita menemukan diri kita sedang dihadapkan dalam situasi untuk menghadapi keadaan yang kita tidak yakini bahwa kita mampu menghadapinya. Oleh karena itu, kepercayaan diri merupakan faktor terpenting ketika kita menghadapi sesuatu. Yakinlah kepada diri kita sendiri bahwa kita memiliki banyak potensi yang masih bisa kita kembangkan. Yakinlah bahwa kita mampu menghadapi permasalahan apapun karena tuhan tidak memberikan cobaan kepada kita diluar kemampuan kita.
Dan sudah sepatutnya kita mengembangkan warisan permainan tradisional kebangsaan kita, agar mampu menjadi permainan yang dikenal dunia.
Permainan tradisional Ular naga
Ular naga panjangnya bukan kepalang
Menjalar jalar selalu kian kemari
Umpan yang besar itulah yang di cari
Ini dia lah yang terbelakang.....
Permainan tradisional sangatlah populer sebelum teknologi masuk ke Indonesia. Dahulu, anak-anak bermain dengan menggunakan alat yang seadanya. Namun kini, mereka sudah bermain dengan permainan-permainan berbasis teknologi yang berasal dari luar negeri dan mulai meninggalkan mainan tradisional. Seiring dengan perubahan zaman, pPermainan tradisional perlahan-lahan mulai terlupakan oleh anak-anak Indonesia. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang sama sekali belum mengenal permainan tradisional.
Permainan tradisional sesungguhnya memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Selain tidak mengeluarkan banyak biaya, permainan –permainan tradisional sebenarnya sangat baik untuk melatih fisik dan mental anak. Secara tidak langsung, anak-anak akan dirangsang kreatifitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, kecerdasan, dan keluasan wawasannya melalui permainan tradisional. Para psikolog menilai bahwa sesungguhnya mainan tradisional mampu membentuk motorik anak, baik kasar maupun halus. Salah satu permainan yang mampu membentuk motorik anak adalah dakon. Motorik halus lebih digunakan dalam permainan ini. Pada permainan ini pemaindituntut untuk memegang biji secara utuh sembari meletakkannya satu-satu di kotakkannya dengan satu tangan.
Selain itu, permainan tradisional juga dapat melatih kemampuan sosial para pemainnya. Inilah yang membedakan permainan tradisional dengan permainan modern. Pada umumnya, mainan tradisional adalah permainan yang membutuhkan lebih dari satu pemain.Permainan galasin misalnya. Kemampuan sosial sangat dilatih pada permainan ini. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan. Pada permainan trdisional kemampuan anak untuk berempati dengan teman, kejujuran, dan kesabaran sangat dituntut dalam mainan tradisional. Hal ini sangat berbeda dengan pola permainan modern. Kemampuan sosial anak tidak terlalu dipentingkan dalam permainan modern ini, malah cenderung diabaikan karena pada umumnya mainan modern berbentuk permainan individual di mana anak dapat bermain sendiri tanpa kehadiran teman-temannya. Sekalipun dimainkan oleh dua anak, kemampuan interaksi anak dengan temannya tidak terlalu terlihat. Pada dasarnya sang anak terfokus pada permainan yang ada di hadapannya. Mainan modern cenderung bersifat agresif, sehingga tidak mustahil anak bersifat agresif karena pengaruh dari mainan ini.
Permainan tradisional biasanya dibuat langsung oleh para pemainnya. Mereka menggunakan barang-barang, benda-benda, atau tumbuhan yang ada di sekitar para pemain. Hal itu mendorong mereka untuk lebih kreatif menciptakan alat-alat permainan. Selain itu, permainan tradisional tidak memiliki aturan secara tertulis. Biasanya, aturan yang berlaku, selain aturan yang sudah umum digunakan, ditambah dengan aturan yang disesuaikan dengan kesepakatan para pemain. Di sini juga terlihat bahwa para pemain dituntut untuk kreatif menciptakan aturan-aturan yang sesuai dengan keadaan mereka.
Meskipun permainan tradisional sudah jarang ditemukan, masih ada beberapa anak-anak Indonesia di daerah-daerah terpencil yang memainkan permainan ini. Bahkan, permainan tradisional juga digunakan oleh para psikolog sebagai terapi pengembangan kecerdasan anak. Melihat banyaknya manfaat yang ada dalam permainan tradisional, tidak ada salahnya jika kita melestarikan dan memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda Indonesia dan dunia sebagai bentuk kepedulian anak bangsa kepada warisan budaya Indonesia.
Kitiran Bambu
Kitiran Bambu adalah permainan kitiran atau dalam bahasa indonesia bisa dikatakan baling – baling atau Kincir Angin yang terbuat dari bambu dan kertas sebagai baling – baling nya.
Kitiran Bambu dapat menghasilkan suara yang unik dari setiap putarannya. kitiran bambu ini adalah permainan khas jepara yang sudah sangat jarang sekali ditemukan di toko – toko permainan dikarenakan perpindahan zaman yang menyebabkan permainan ini kalah dengan permainan modern.
Kitiran lahir sekitar tahun ’70an di desa Karanganyar, Welahan, Jepara, Jawa Tengah
dan sampai sekarang masih ada keluarga yang membuat kitiran Bambu untuk menghidupi keluarganya.
Kitiran Bambu ini sangat murah hanya dengan uang 7.000 anda bisa membelinya untuk anak -anak anda yang belum pernah mengerti permainan ini. kami juga menyediakan harga khusus bagi pemborong mainan ini. karena tujuan kami, ingin membuat permainan ini di kenal lagi, tidak hanya didalam negri atau desa sendiri tapi juga diluar negri dari asia bahkan eropa. kami siap untuk menyediakan untuk anda.
Permainan Egrang.
Permainan Egrang merupakan permainan tradisional yang hampir punah. Namun, seiring berkembangnya kegiatan outbound, egrang kembali menjadi primadona. Egrang adalah permainan berjalan dengan menaiki bambu, permainan ini hanya dapat dilakukan oleh satu orang saja. Bagi orang yang tidak memiliki dan mempunyai keyakinan pada dirinya, sering kali ia mengalami kesulitan untuk melangkahkan bambu yang menopang tubuhnya.
PERALATAN
Peralatan yang digunakan untuk memainkan permainan ini tidaklah sulit didapat, karena permainan ini dibuat dengan menggunakan media bambu maupun kayu yang sudah menjadi segitiga bawahnya, kemudian salah satu dari segitiga itu dipanjangkan untuk dijadikan pegangan tangan.
CARA BERMAIN
Untuk memainkan permainan egrang ini tidaklah sulit, dengan menambah keyakinan kita bahwa kita bisa dan berani permainan ini dapat dimainkan dengan mudah, berikut adalah cara memainkan egrang.
1. Setiap peserta memiliki saru pasang egrang, dan bersiap untuk menaiki egrang.
2. Fasilitator memberikan arahan bahwa peserta yang menang adalah peserta yang sampai kembali ke garis start.
3. Setelah peluit dibunyikan, setiap peserta langsung berjalan menggunakan egrang tersebut dan kembali lagi ke titik atau garis start, dan peserta yang sampai terlebih dahululah yang dinyatakan menang.
MAKNA PERMAINAN
Sering kali kita paham bahwa kehidupan inii membutuhkan fasilitas untuk mencapai apa yang kita inginkan. Atau sering kali kita menemukan diri kita sedang dihadapkan dalam situasi untuk menghadapi keadaan yang kita tidak yakini bahwa kita mampu menghadapinya. Oleh karena itu, kepercayaan diri merupakan faktor terpenting ketika kita menghadapi sesuatu. Yakinlah kepada diri kita sendiri bahwa kita memiliki banyak potensi yang masih bisa kita kembangkan. Yakinlah bahwa kita mampu menghadapi permasalahan apapun karena tuhan tidak memberikan cobaan kepada kita diluar kemampuan kita.
Dan sudah sepatutnya kita mengembangkan warisan permainan tradisional kebangsaan kita, agar mampu menjadi permainan yang dikenal dunia.
Permainan tradisional Ular naga
Ular naga panjangnya bukan kepalang
Menjalar jalar selalu kian kemari
Umpan yang besar itulah yang di cari
Ini dia lah yang terbelakang.....
Permainan tradisional sangatlah populer sebelum teknologi masuk ke Indonesia. Dahulu, anak-anak bermain dengan menggunakan alat yang seadanya. Namun kini, mereka sudah bermain dengan permainan-permainan berbasis teknologi yang berasal dari luar negeri dan mulai meninggalkan mainan tradisional. Seiring dengan perubahan zaman, pPermainan tradisional perlahan-lahan mulai terlupakan oleh anak-anak Indonesia. Bahkan, tidak sedikit dari mereka yang sama sekali belum mengenal permainan tradisional.
Permainan tradisional sesungguhnya memiliki banyak manfaat bagi anak-anak. Selain tidak mengeluarkan banyak biaya, permainan –permainan tradisional sebenarnya sangat baik untuk melatih fisik dan mental anak. Secara tidak langsung, anak-anak akan dirangsang kreatifitas, ketangkasan, jiwa kepemimpinan, kecerdasan, dan keluasan wawasannya melalui permainan tradisional. Para psikolog menilai bahwa sesungguhnya mainan tradisional mampu membentuk motorik anak, baik kasar maupun halus. Salah satu permainan yang mampu membentuk motorik anak adalah dakon. Motorik halus lebih digunakan dalam permainan ini. Pada permainan ini pemaindituntut untuk memegang biji secara utuh sembari meletakkannya satu-satu di kotakkannya dengan satu tangan.
Selain itu, permainan tradisional juga dapat melatih kemampuan sosial para pemainnya. Inilah yang membedakan permainan tradisional dengan permainan modern. Pada umumnya, mainan tradisional adalah permainan yang membutuhkan lebih dari satu pemain.Permainan galasin misalnya. Kemampuan sosial sangat dilatih pada permainan ini. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan. Pada permainan trdisional kemampuan anak untuk berempati dengan teman, kejujuran, dan kesabaran sangat dituntut dalam mainan tradisional. Hal ini sangat berbeda dengan pola permainan modern. Kemampuan sosial anak tidak terlalu dipentingkan dalam permainan modern ini, malah cenderung diabaikan karena pada umumnya mainan modern berbentuk permainan individual di mana anak dapat bermain sendiri tanpa kehadiran teman-temannya. Sekalipun dimainkan oleh dua anak, kemampuan interaksi anak dengan temannya tidak terlalu terlihat. Pada dasarnya sang anak terfokus pada permainan yang ada di hadapannya. Mainan modern cenderung bersifat agresif, sehingga tidak mustahil anak bersifat agresif karena pengaruh dari mainan ini.
Permainan tradisional biasanya dibuat langsung oleh para pemainnya. Mereka menggunakan barang-barang, benda-benda, atau tumbuhan yang ada di sekitar para pemain. Hal itu mendorong mereka untuk lebih kreatif menciptakan alat-alat permainan. Selain itu, permainan tradisional tidak memiliki aturan secara tertulis. Biasanya, aturan yang berlaku, selain aturan yang sudah umum digunakan, ditambah dengan aturan yang disesuaikan dengan kesepakatan para pemain. Di sini juga terlihat bahwa para pemain dituntut untuk kreatif menciptakan aturan-aturan yang sesuai dengan keadaan mereka.
Meskipun permainan tradisional sudah jarang ditemukan, masih ada beberapa anak-anak Indonesia di daerah-daerah terpencil yang memainkan permainan ini. Bahkan, permainan tradisional juga digunakan oleh para psikolog sebagai terapi pengembangan kecerdasan anak. Melihat banyaknya manfaat yang ada dalam permainan tradisional, tidak ada salahnya jika kita melestarikan dan memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda Indonesia dan dunia sebagai bentuk kepedulian anak bangsa kepada warisan budaya Indonesia.
Novel Ngulandara
NGULANDARA
Oleh Margono Djajaatmadja
Di tengah gelapnya malam hujan turun deras, ada mobil yang mogok di tengah jalan. Raden Bei Asisten Wedana merasa bingung karena tidak ada bengkel yang buka. Ada sebuah mobil berhenti dan turun seorang pemuda yang membantu membenarkan mesin. Keluarga Raden Ajeng Tien berterimakasih dan memberi imbalan kepadanya, tetapi pemuda tersebut menolaknya. Pemuda tersebut sopir Nyonyah Oei Wat Hien Temanggung teman dari Den Ayu Wedana. Mobil Nyonyah Oei Wat Hien akan dijual dan Rapingun akhirnya ikut bekerja Raden Bei Asisten Wedana.
Raden Ajeng Tien pergi kerumah saudaranya, Raden Nganten Mantri diantarkan Rapingun. Di sana ia diajak ke pasar malam. Raden Ajeng Tien merasa ada yang mengikuti, ia takut dan pamit pulang. Di tengah jalan mobil yang di tumpangi Raden Ajeng Tien dan Rapingun dihadang sepeda motor yang dari tadi mengikuti dari belakang. Ia disuruh turun oleh dua pemuda yang pernah cintanya ditolak oleh Raden Ajeng Tien. Orang tersebut mengeluarkan pisau kecil yang akan ditusukkan ke perut Rapingun, tapi Raden Ajeng Tien mengambil sebuah besi dari belakang mobil dan dihantamkan ke pemuda itu. Rapingun dan Raden Ajeng Tien naik mobil dan meninggalkan mereka.
Rapingun menghentikan mobil dan turun, Raden Ajeng Tien ikut turun. Terkejut ketika melihat Rapingun pinsan, Raden Ajeng Tien membawanya ke rumah sakit, Rapingun dirawat selama seminggu. Setelah sembuh, Rapingun pamitan pulang kampung, tapi sampai delapan bulan tidak kembali kerumah Raden Ajeng Tien.
Suatu ketika keluarga Den Bei Asisten Wedana berkunjung ke rumah saudaranya yang berada di Pekalongan, mereka terkejut ketika melihat Rapingun yang baru keluar dari dalam rumah tersebut. Akhirnya Raden Ajeng Tien dinikahkan dengan Rapingun yang ternyata putera dari Raden Ayu Gandaatmaja Sala yang bernama Raden Mas Sutanta.
Oleh Margono Djajaatmadja
Di tengah gelapnya malam hujan turun deras, ada mobil yang mogok di tengah jalan. Raden Bei Asisten Wedana merasa bingung karena tidak ada bengkel yang buka. Ada sebuah mobil berhenti dan turun seorang pemuda yang membantu membenarkan mesin. Keluarga Raden Ajeng Tien berterimakasih dan memberi imbalan kepadanya, tetapi pemuda tersebut menolaknya. Pemuda tersebut sopir Nyonyah Oei Wat Hien Temanggung teman dari Den Ayu Wedana. Mobil Nyonyah Oei Wat Hien akan dijual dan Rapingun akhirnya ikut bekerja Raden Bei Asisten Wedana.
Raden Ajeng Tien pergi kerumah saudaranya, Raden Nganten Mantri diantarkan Rapingun. Di sana ia diajak ke pasar malam. Raden Ajeng Tien merasa ada yang mengikuti, ia takut dan pamit pulang. Di tengah jalan mobil yang di tumpangi Raden Ajeng Tien dan Rapingun dihadang sepeda motor yang dari tadi mengikuti dari belakang. Ia disuruh turun oleh dua pemuda yang pernah cintanya ditolak oleh Raden Ajeng Tien. Orang tersebut mengeluarkan pisau kecil yang akan ditusukkan ke perut Rapingun, tapi Raden Ajeng Tien mengambil sebuah besi dari belakang mobil dan dihantamkan ke pemuda itu. Rapingun dan Raden Ajeng Tien naik mobil dan meninggalkan mereka.
Rapingun menghentikan mobil dan turun, Raden Ajeng Tien ikut turun. Terkejut ketika melihat Rapingun pinsan, Raden Ajeng Tien membawanya ke rumah sakit, Rapingun dirawat selama seminggu. Setelah sembuh, Rapingun pamitan pulang kampung, tapi sampai delapan bulan tidak kembali kerumah Raden Ajeng Tien.
Suatu ketika keluarga Den Bei Asisten Wedana berkunjung ke rumah saudaranya yang berada di Pekalongan, mereka terkejut ketika melihat Rapingun yang baru keluar dari dalam rumah tersebut. Akhirnya Raden Ajeng Tien dinikahkan dengan Rapingun yang ternyata putera dari Raden Ayu Gandaatmaja Sala yang bernama Raden Mas Sutanta.
Geguritan
BEKTIKU MARANG WONG TUWA
Srengenge tansah setiya ngulurake cahayane...
Peluh kringet padha lumeber ing awake
kaya udan sing banget derese
Awit enjing dumugi sonten
Anggonmu makarya ora leren
Nanging ora kemecap nresula metu saking lesan
Ibu.....Bapak
Bekti napa ingkang saged kula paringake ???
Namung donga ingkang saged kula aturake
Mugiya Rahmate tansah sesarengan
bareng lelampahipun panjenengan
Namung donga lan donga...
Nanging....mboten cekap nglunasi
Sekabehane kasih sayang ingkang
kula pikantuk saking Bapak ibu.......
Bektiku tansah kawula tancapake
Sajeroning dada lan ati
Bektiku.........
Tanda kasihku dumateng Bapak lan ibu
PETENGING WENGI
Sumribit angin ngelus sore
Manuk emprit padha bali ing susuhe
Nganti tekaning wengi sing peteng dhedhet
Ngawang-ngawang katon pasuryamu
Gawe tambah kekesing angin sore
Gemantunging rasa kang ngulandara
Wayah wengi bakal tumeka maneh
Bareng karo wewayanganmu
Kang bakal ngebaki impen ing sajroning turuku
Lumaku turut petenging wengi
Sliramu bakal ngawang-ngawang campur mega-mega
Kudu tak buwak wewayanganmu
Bebarengan karo lingsiring wengi iki
KORAN
Taktunggu tekamu
Saben dina ing omahku
Kabar kang daktunggu
Saka awakmu
Nambahi wawasanku
Mosak-masike donya
Maju mundure negara
Minangka warta
Koran minangka alat komunikasi
Kang kudu diwerdi
Mula ora ketinggalan informasi
LELARA
Sepiku ing tengah wengi
Awakku tansah kelingan
Sliramu sing gemantung ana ing jendelaning atiku
Ananging…
Sing tak rasakake namung rasa lelara
Lelara kang ora bisa dak rasakna
Sing dak rasakna namung rasa cuwa
Aku mung bisa pasrah lan narima
Kabeh rasamu kanggo aku
Ora bisa dak rasakna
TUGAS
Sliramu tansah setiya ngancani aku
Sliramu dadi pepaesing dina-dinaku
Sliramu tansah kagawa ing sajroning impenku
Sliramu bisa gawe senenging atiku
Kadang…
Sliramu gawe judeg pikiranku
Gawe ngelu sirahku
Ananging kabeh iku…
Dadekake aku ngerti ngenani sliramu
SEPI
iki sepine sapa
kathik kaya mengkene…
langit peteng kagubeng dening mendung....
tanpa angin tanpa wicara...
tanpa lagon tanpa gending...
yen sliramu isih rumangsa tresna
gunemu bakal dak anti
nadyan getir rasaning ati....
KAMPUSKU
Bangunanmu kang megah
Ngadheg ing tengahing kutha Semarang kanthi gagah
Dadi tujuwane para mahasiswa
Sing arep goleki ilmu kanggo sangu tuwa
Saben dina
Aku tansah ana njero ruanganmu
Ngrungokake piwulange dosen-dosenku
Apa sing kudu digugu lan ditiru
Tambah dina tambah marem atiku
Sekolah neng UNNES
Sing kawentar dosene
Sing kawentar prestasine
NALIKA SEPI
pasuryanmu sing bening
tumiba ing banyu mili turut mletheking surya
saya suwe sang saya adoh
ninggalake sepi
tan ana sabawa gumrisiking alang alang
aku mung bisa nyawang
pasuryanmu sing kagawa banyu mili turut kali
nganti datan katon kasaput ilining banyuning kali
RASAKU MARANG SLIRAMU
Aku tresna marang sliramu
Nanging sliramu ora ana ing sandhingku
Senajan esemmu ora isa tak nikmati
Senajan suaramu ora isa tak rungokna
Nanging, aku tetep neng kene
Ngenteni tanganmu nggandeng tanganku
Aku wedi yen sliramu lunga suwe
Bakal bali nekani pasinggahanku
Sabar, sabar atiku ngyakinake
Marang tesnaku, marang sliramu
Setiyaku kanggo sliramu
Ora bakal ilang ketutup wektu
Dongaku marang sliramu
Cepet bali nemoni aku
Tak percayani janji putihmu
Bakal ndadekake siji tresnamu lan tresnaku
TRESNAKU
Tresnaku marang kowe
Ora bakal luntur
Sanajan salira adoh
Nanging cedak neng ngati
Tresnaku mung kanggo kowe
Ora ana liyane
Kejaba mung kanggo awakmu
Sanajan suwe ora ketemu
Nanging isih kaya mbiyen
Ora bakal owah
Saya suwe saya tresna
Wes pirang-pirang taun
Kowe karo aku
Nanging
Enggale suwe banyu sinaring
Kaya srengenge wae
Ora krasa
Amarga, esemmu nengsemake atiku
CAHYANING TRESNAMU
Aku tresna awakmu apa anane
Kerana tresnamu uripku dadi bungah
Nanging, kerana tresnamu atiku lara
Uripku krasa sepi tanpa tresnamu
Awang-awangmu terus ana ing atiku
Panjenengan kadya rembulan
Cahyamu makantar-kantar
Madangi langkah lan jagatku iki
Anganku pengin ketemu awakmu
Aku wis pengin isa bebarengan maneh karo sliramu
URIP LAN MATI
Awakku mung bisa nonton langit
Iku ning awakku urip
Lan aku bisa nonton langit
Iku yen awakku mati
Mati lan urip
Iku ora adoh beda
Urip mung kanggo sawetara
Mati kanggo saklawase
Tresna kadang kala mati
Nanging tresna iku kadang kala urip
Mati merga ketutupan mega mendhung
Urip merga di cori rasa seneng lan rasa tresna
BOCAH SEKOLAH
Jumangkang ngarah pangangkah
Panjangkahe bocah sekolah
Ati bungah bisa polah
Wadhah pirantine ngasah
Wajib lan tanggung jawab ora kalah
Netepi wajib lumaku tertib
Tumrap Pangeran kang kinutip
Dhasare bocah lantip
Teteg lakune ora mobat-mabit
Ngarah pangangkah kang dhuwur mencit
Mangsa dawa genep sedina
Tinata karya kang nyata
Tumindak enak merga kulina
Panjangkah klakon ora rekasa
Ya,amarga netepi mangsa
Mbudidaya lan pandonga
Nadhah Pangeran kang Maha Mulya
PETENG DHEDHET
Awan mendhung peteng dhedhet
Manuk padha mabur ing langit
Kang seminar ing lintang
Ambyar pecahing awan
Sumerbak aruming melati
Sing dadi panutaning ati
Nuju mulyaning pejah
Sujud lan donga
Marang gusti kang maha mulya
REKASANE WONG DESA
Soroting surya cumlorot madhangi donya
Pratanda murwani dina
Wong-wong sigra padha makarya
Makarya sadina laya
Panase surya tanpa rinasa
Kesel…sayah ing raga
Nyata ora karasa
Kerana butuh kang nyata
Kabeh mau kagem keluwarga
BOCAH JAMAN SAIKI
Bocah saiki kuwi mangkene
Nglirwakake tanggung jawabe
Sinau sageleme dewe
Seneng seneng iku hobine
Lire…ora mikir tembe burine
Terus kepiye..??
kudu piye…
Amrih bisa nyambut gawe
Ngecakake ngilmu kang diduwe
Tembe kareben isa kepenak uripe
Delengen…delengen wong kang apes uripe
Mlarat prigel, pinter ora duwe
Keduwung ora ngrampungi gawe
Nadyan awak nggreges, nganti lemes
Mripat pedhes tetep wae apes
WONG TANI
Saben esuk kudu wis tangi
Rebutan banyu saben wengi
Nggawa pacul kanggo maculi
Arite dinggo ngeriti dami
Ora peduli panase srengenge kang nyinari
Sawahe kudu diopeni
Ora peduli ademe wengi
Ngileni banyu saka kali
Ora peduli kudu ngenteni
Sing penting isa dadi pari
ANGIN SUMILIR
Angin sumilir ing kampungku
Ana antarane godhong-godhong tebu
Gemercik banyu, aduh segere
Dene srengenge abang mbranang
Saka kulon katon nyenengke
Angin sumilir ing kampungku
Nggawa layangan mumbul dhuwur
Kaya dene nggawa angen-angenku
Melu mumbul dhuwur ing langit sab pitu
Angin sumilir ing kampungku
Ngajak bocah-bocah pada geguyonan
Dolanan ing sawah nyumilir angin
Tanduran podho nari ing tengah sawah
SUWARA ENDAH TENGAH WENGI
Lamat –lamat
Sumilir angin kang ngiyak-ngiyak wit-witan
Dibarengi ngerike jangkrik ing pinggiring sawah
Dipandhangi sewu lintang tanpa mega
Keprungu suwara endah saka pojok omah
Kumricike banyu padasan
Sumelaking sajadah kang banjur ginelar
Sesenggukane anak lanang
Gusti, mugi paduka tansah ngreksa tiyang sepuh kula
Anak lanang kula piguna
Mring sakehing papadha
REKASANING URIP
Urip pancen angel tenan,
Urip udhu mung dholanan,
Kudhu ngalahke kahanan…
Kala-kala njelma rodha
Nanging tumrap kang siji iki
Aku luwih seneng
Kari gumlindhing
Rodha kang terus muther
Senadyan kudhu niba tangi
Senadyan kudhu wira-wiri
Nanging tetep tak lakoni
PANGAPURAMU
Bukaken lawang pangapuramu
Senajan rinasa abot
Kaya-kaya ora bakal tinarbuka kanggo salawase
Nanging, apa sliramu tega lan mental???
Aku ngerti …
Sliramu sejatine ora mental
Mula, gedhe pangarep-arepku
Ing sawijining wektu
Bakal ana pangapura
Kanggo aku kang nate ngrasakake katresnamu
NGGAYUH KAMULYAN JATI
Tak tulis gurit iki
Nalika ati lagi goreh
Mikirake urip sing aneh
Tak pecaki uripku kanthi titi
Nanging sandhungan tetep ana
Natoni dlamakan sikilku
Gawe rendhete laku
Dalan aspal dalan nggronjalan
Menggak-menggok, Munggah-mudhun
Tak liwati
Senajan garis nasibing manungsa bisa
Kaukur saka akal budi
Lamun wis tuwa wasanane mati
Nanging misteri urip tan bisa ginerta
Dening sapa wae
Srengenge isih sumunar manasi donya
Isih adoh karo surup
Lakuku kepanasan, kicat-kicat
Kerana Mikul tanggung jawab
IBU
Ibu…
Matursuwun Ibu…
Panjenengan sampun ngorbanake
Nyawanipun panjenengan diangge
Nglairake kula teng donya niki
Kula…
Anak sing Ibu lairake
Namung saget bales
Perjuanganipun lan pangorbanan Ibu
Kalih donga lan kabektian kula
Kalih panjenengan Ibu…
Ibu…
Kula nyuwun pangapunten
Amargi kula sampun lelakon
Kesalahan kaleh Ibu…
Kula sadar, umpami mboten wonten Ibu
Kula mboten saget lahir
Teng donya niki…
Matursuwun sanget Ibu…
KASMARAN
Petheng ndedet lelimengan
Nalika mendung ngemuli rembulan
Kadya petenging atiku
Kang lagi kelangan
Srengenge kang sumunar ing pojokan atiku
Srengenge iku sliramu
Kang tansah madangi atiku
Nanging embuh ana ing ngendi sliramu saiki
Aku mesti bakal nggoleki
Sanajan namung ana ing ngimpi
ARTINE SLIRAMU
Duniane katon endah pas kowe teka
Hawane ayem wektu kowe ana
Udan tangis dadi guyu nalika kowe teka
Jeneng ora ana artine
Status kanggoku ora ana perlune
Sing paling penting kowe ning kene
Ora isa tak bayangna
Menawa kowe lunga
Menawa aku…
Rabakal isa ngguyu meneh
Umpama kowe lunga saka uripku
GURU KULA
Guru kula…….
Kula nganturaken panuwun
Panjenengan panggonaning ilmu
Mbabar ayat-ayat suci
Wiwit jus tigang dasa
Guru kula……….
Kula ngaturaken panuwun
Panjenengan dados pepajar kula
Panjenengan dhumuk hanacaraka
Wanaya apa wajaya
Padha ana kana
Nganti tekan magabathanga
Guru kula……….
Kula ngaturaken panuwun
Kula saniki dados padhang
Sampun saged dados tiyang
Boten namung buruh kentang
Ing rasa ora dadi nglambrang
Guru kula……..
Punika ingkang kedah kula aturaken
Boten wonten sanesipun
Kajawi mugi-mugi
Gusti angajabahi
Dhateng pak lan bu guru ingkang tebih kula niki
BIYUNGKU
Ing tengah-tengah ing jagad raya
Ing antarane para wanodya
Ana sawiji kang dak tresnani
Nganti ana sajroning Hyang Widhi
Mula tan angon mangsa lan wektu
Nora kendhat donga panuwunku
Supaya biyungku binarkahan
Serta didawakake ing yuswa
PARI
Pariku wes kuning
Wis wancine
Wis padha dungkluk
Nunggu tangan-tangan para tani
Ngenteni anggone padha ngeriti
Pari…
Gedhemu pangkatmu
Kanggo awaku
Kulawargaku
Mitraku
Lan, kanggo para menungsa
Bisa ngilangi rasa ngelih
Gawe adheme weteng
Lan, bisa menehi kekuwatan
Pari…
Aja musnah
Aja ngilang
Aja rusak
Mung amerga hama
Duh Gusti
Panjenengan kang murbeng jagad iki
Supados kitha boten sami kekirangan pari
TRESNA CIDRA
Rina wengi aku ngenteni sliramu
Rina ora isa mangan
Wengi ora isa turu
Amarga mikir sliramu
Tak enteni tekamu
Nanging..
Kuwe cidra murung tresnaku
Kang suci lan tulus marang sliramu
Aku mbok kiyanati
Aku mbok apusi
Atiku lara atiku ancur
Kaya remeg kena watu
Kaya kena bledeg
Lara banget ora isa tak ademke
Tega tenan sliramu marang aku
Nanging aku pasrah marang gusti
Aku trima yen kue seneng lan bahagiya
Senadyan atiku nyesek
Pancen tresnamu iku cidra
Marang aku seng nresnani sliramu
Cukup semene tresnaku marang kue
Aku wes ridho kue karo wong liya
Tresnamu bakal tak eling-eling
Ing atiku iku
Tanpa ana sing bisa ngupas tresnamu
GEGURITAN IKI KAGEM IBU
Ibu ...
lumintiring asihmu
kadya cahya lintang ing angkasa sab pitu
gumebyar gawe padhanging tyasmu
pepujimu kanggo aku
Lir rembulan rumeksa ing wengi
rinengga pupusing rembulan
Ibu
Kang kinasih
sih kawelasanmu nyirnakake sedhaya luputku
luputku marang tingkah lakuku
Ibu...
Sewu atur ora bakal cukup
bandha donya ora bakal nutup
katresnanmu marang aku
Ibu...
Aku bakal sregep lelaku
ngudi laku utama nyebar tresna marang sapadha
kanggo esemmu kang ngebaki kalbuku
Srengenge tansah setiya ngulurake cahayane...
Peluh kringet padha lumeber ing awake
kaya udan sing banget derese
Awit enjing dumugi sonten
Anggonmu makarya ora leren
Nanging ora kemecap nresula metu saking lesan
Ibu.....Bapak
Bekti napa ingkang saged kula paringake ???
Namung donga ingkang saged kula aturake
Mugiya Rahmate tansah sesarengan
bareng lelampahipun panjenengan
Namung donga lan donga...
Nanging....mboten cekap nglunasi
Sekabehane kasih sayang ingkang
kula pikantuk saking Bapak ibu.......
Bektiku tansah kawula tancapake
Sajeroning dada lan ati
Bektiku.........
Tanda kasihku dumateng Bapak lan ibu
PETENGING WENGI
Sumribit angin ngelus sore
Manuk emprit padha bali ing susuhe
Nganti tekaning wengi sing peteng dhedhet
Ngawang-ngawang katon pasuryamu
Gawe tambah kekesing angin sore
Gemantunging rasa kang ngulandara
Wayah wengi bakal tumeka maneh
Bareng karo wewayanganmu
Kang bakal ngebaki impen ing sajroning turuku
Lumaku turut petenging wengi
Sliramu bakal ngawang-ngawang campur mega-mega
Kudu tak buwak wewayanganmu
Bebarengan karo lingsiring wengi iki
KORAN
Taktunggu tekamu
Saben dina ing omahku
Kabar kang daktunggu
Saka awakmu
Nambahi wawasanku
Mosak-masike donya
Maju mundure negara
Minangka warta
Koran minangka alat komunikasi
Kang kudu diwerdi
Mula ora ketinggalan informasi
LELARA
Sepiku ing tengah wengi
Awakku tansah kelingan
Sliramu sing gemantung ana ing jendelaning atiku
Ananging…
Sing tak rasakake namung rasa lelara
Lelara kang ora bisa dak rasakna
Sing dak rasakna namung rasa cuwa
Aku mung bisa pasrah lan narima
Kabeh rasamu kanggo aku
Ora bisa dak rasakna
TUGAS
Sliramu tansah setiya ngancani aku
Sliramu dadi pepaesing dina-dinaku
Sliramu tansah kagawa ing sajroning impenku
Sliramu bisa gawe senenging atiku
Kadang…
Sliramu gawe judeg pikiranku
Gawe ngelu sirahku
Ananging kabeh iku…
Dadekake aku ngerti ngenani sliramu
SEPI
iki sepine sapa
kathik kaya mengkene…
langit peteng kagubeng dening mendung....
tanpa angin tanpa wicara...
tanpa lagon tanpa gending...
yen sliramu isih rumangsa tresna
gunemu bakal dak anti
nadyan getir rasaning ati....
KAMPUSKU
Bangunanmu kang megah
Ngadheg ing tengahing kutha Semarang kanthi gagah
Dadi tujuwane para mahasiswa
Sing arep goleki ilmu kanggo sangu tuwa
Saben dina
Aku tansah ana njero ruanganmu
Ngrungokake piwulange dosen-dosenku
Apa sing kudu digugu lan ditiru
Tambah dina tambah marem atiku
Sekolah neng UNNES
Sing kawentar dosene
Sing kawentar prestasine
NALIKA SEPI
pasuryanmu sing bening
tumiba ing banyu mili turut mletheking surya
saya suwe sang saya adoh
ninggalake sepi
tan ana sabawa gumrisiking alang alang
aku mung bisa nyawang
pasuryanmu sing kagawa banyu mili turut kali
nganti datan katon kasaput ilining banyuning kali
RASAKU MARANG SLIRAMU
Aku tresna marang sliramu
Nanging sliramu ora ana ing sandhingku
Senajan esemmu ora isa tak nikmati
Senajan suaramu ora isa tak rungokna
Nanging, aku tetep neng kene
Ngenteni tanganmu nggandeng tanganku
Aku wedi yen sliramu lunga suwe
Bakal bali nekani pasinggahanku
Sabar, sabar atiku ngyakinake
Marang tesnaku, marang sliramu
Setiyaku kanggo sliramu
Ora bakal ilang ketutup wektu
Dongaku marang sliramu
Cepet bali nemoni aku
Tak percayani janji putihmu
Bakal ndadekake siji tresnamu lan tresnaku
TRESNAKU
Tresnaku marang kowe
Ora bakal luntur
Sanajan salira adoh
Nanging cedak neng ngati
Tresnaku mung kanggo kowe
Ora ana liyane
Kejaba mung kanggo awakmu
Sanajan suwe ora ketemu
Nanging isih kaya mbiyen
Ora bakal owah
Saya suwe saya tresna
Wes pirang-pirang taun
Kowe karo aku
Nanging
Enggale suwe banyu sinaring
Kaya srengenge wae
Ora krasa
Amarga, esemmu nengsemake atiku
CAHYANING TRESNAMU
Aku tresna awakmu apa anane
Kerana tresnamu uripku dadi bungah
Nanging, kerana tresnamu atiku lara
Uripku krasa sepi tanpa tresnamu
Awang-awangmu terus ana ing atiku
Panjenengan kadya rembulan
Cahyamu makantar-kantar
Madangi langkah lan jagatku iki
Anganku pengin ketemu awakmu
Aku wis pengin isa bebarengan maneh karo sliramu
URIP LAN MATI
Awakku mung bisa nonton langit
Iku ning awakku urip
Lan aku bisa nonton langit
Iku yen awakku mati
Mati lan urip
Iku ora adoh beda
Urip mung kanggo sawetara
Mati kanggo saklawase
Tresna kadang kala mati
Nanging tresna iku kadang kala urip
Mati merga ketutupan mega mendhung
Urip merga di cori rasa seneng lan rasa tresna
BOCAH SEKOLAH
Jumangkang ngarah pangangkah
Panjangkahe bocah sekolah
Ati bungah bisa polah
Wadhah pirantine ngasah
Wajib lan tanggung jawab ora kalah
Netepi wajib lumaku tertib
Tumrap Pangeran kang kinutip
Dhasare bocah lantip
Teteg lakune ora mobat-mabit
Ngarah pangangkah kang dhuwur mencit
Mangsa dawa genep sedina
Tinata karya kang nyata
Tumindak enak merga kulina
Panjangkah klakon ora rekasa
Ya,amarga netepi mangsa
Mbudidaya lan pandonga
Nadhah Pangeran kang Maha Mulya
PETENG DHEDHET
Awan mendhung peteng dhedhet
Manuk padha mabur ing langit
Kang seminar ing lintang
Ambyar pecahing awan
Sumerbak aruming melati
Sing dadi panutaning ati
Nuju mulyaning pejah
Sujud lan donga
Marang gusti kang maha mulya
REKASANE WONG DESA
Soroting surya cumlorot madhangi donya
Pratanda murwani dina
Wong-wong sigra padha makarya
Makarya sadina laya
Panase surya tanpa rinasa
Kesel…sayah ing raga
Nyata ora karasa
Kerana butuh kang nyata
Kabeh mau kagem keluwarga
BOCAH JAMAN SAIKI
Bocah saiki kuwi mangkene
Nglirwakake tanggung jawabe
Sinau sageleme dewe
Seneng seneng iku hobine
Lire…ora mikir tembe burine
Terus kepiye..??
kudu piye…
Amrih bisa nyambut gawe
Ngecakake ngilmu kang diduwe
Tembe kareben isa kepenak uripe
Delengen…delengen wong kang apes uripe
Mlarat prigel, pinter ora duwe
Keduwung ora ngrampungi gawe
Nadyan awak nggreges, nganti lemes
Mripat pedhes tetep wae apes
WONG TANI
Saben esuk kudu wis tangi
Rebutan banyu saben wengi
Nggawa pacul kanggo maculi
Arite dinggo ngeriti dami
Ora peduli panase srengenge kang nyinari
Sawahe kudu diopeni
Ora peduli ademe wengi
Ngileni banyu saka kali
Ora peduli kudu ngenteni
Sing penting isa dadi pari
ANGIN SUMILIR
Angin sumilir ing kampungku
Ana antarane godhong-godhong tebu
Gemercik banyu, aduh segere
Dene srengenge abang mbranang
Saka kulon katon nyenengke
Angin sumilir ing kampungku
Nggawa layangan mumbul dhuwur
Kaya dene nggawa angen-angenku
Melu mumbul dhuwur ing langit sab pitu
Angin sumilir ing kampungku
Ngajak bocah-bocah pada geguyonan
Dolanan ing sawah nyumilir angin
Tanduran podho nari ing tengah sawah
SUWARA ENDAH TENGAH WENGI
Lamat –lamat
Sumilir angin kang ngiyak-ngiyak wit-witan
Dibarengi ngerike jangkrik ing pinggiring sawah
Dipandhangi sewu lintang tanpa mega
Keprungu suwara endah saka pojok omah
Kumricike banyu padasan
Sumelaking sajadah kang banjur ginelar
Sesenggukane anak lanang
Gusti, mugi paduka tansah ngreksa tiyang sepuh kula
Anak lanang kula piguna
Mring sakehing papadha
REKASANING URIP
Urip pancen angel tenan,
Urip udhu mung dholanan,
Kudhu ngalahke kahanan…
Kala-kala njelma rodha
Nanging tumrap kang siji iki
Aku luwih seneng
Kari gumlindhing
Rodha kang terus muther
Senadyan kudhu niba tangi
Senadyan kudhu wira-wiri
Nanging tetep tak lakoni
PANGAPURAMU
Bukaken lawang pangapuramu
Senajan rinasa abot
Kaya-kaya ora bakal tinarbuka kanggo salawase
Nanging, apa sliramu tega lan mental???
Aku ngerti …
Sliramu sejatine ora mental
Mula, gedhe pangarep-arepku
Ing sawijining wektu
Bakal ana pangapura
Kanggo aku kang nate ngrasakake katresnamu
NGGAYUH KAMULYAN JATI
Tak tulis gurit iki
Nalika ati lagi goreh
Mikirake urip sing aneh
Tak pecaki uripku kanthi titi
Nanging sandhungan tetep ana
Natoni dlamakan sikilku
Gawe rendhete laku
Dalan aspal dalan nggronjalan
Menggak-menggok, Munggah-mudhun
Tak liwati
Senajan garis nasibing manungsa bisa
Kaukur saka akal budi
Lamun wis tuwa wasanane mati
Nanging misteri urip tan bisa ginerta
Dening sapa wae
Srengenge isih sumunar manasi donya
Isih adoh karo surup
Lakuku kepanasan, kicat-kicat
Kerana Mikul tanggung jawab
IBU
Ibu…
Matursuwun Ibu…
Panjenengan sampun ngorbanake
Nyawanipun panjenengan diangge
Nglairake kula teng donya niki
Kula…
Anak sing Ibu lairake
Namung saget bales
Perjuanganipun lan pangorbanan Ibu
Kalih donga lan kabektian kula
Kalih panjenengan Ibu…
Ibu…
Kula nyuwun pangapunten
Amargi kula sampun lelakon
Kesalahan kaleh Ibu…
Kula sadar, umpami mboten wonten Ibu
Kula mboten saget lahir
Teng donya niki…
Matursuwun sanget Ibu…
KASMARAN
Petheng ndedet lelimengan
Nalika mendung ngemuli rembulan
Kadya petenging atiku
Kang lagi kelangan
Srengenge kang sumunar ing pojokan atiku
Srengenge iku sliramu
Kang tansah madangi atiku
Nanging embuh ana ing ngendi sliramu saiki
Aku mesti bakal nggoleki
Sanajan namung ana ing ngimpi
ARTINE SLIRAMU
Duniane katon endah pas kowe teka
Hawane ayem wektu kowe ana
Udan tangis dadi guyu nalika kowe teka
Jeneng ora ana artine
Status kanggoku ora ana perlune
Sing paling penting kowe ning kene
Ora isa tak bayangna
Menawa kowe lunga
Menawa aku…
Rabakal isa ngguyu meneh
Umpama kowe lunga saka uripku
GURU KULA
Guru kula…….
Kula nganturaken panuwun
Panjenengan panggonaning ilmu
Mbabar ayat-ayat suci
Wiwit jus tigang dasa
Guru kula……….
Kula ngaturaken panuwun
Panjenengan dados pepajar kula
Panjenengan dhumuk hanacaraka
Wanaya apa wajaya
Padha ana kana
Nganti tekan magabathanga
Guru kula……….
Kula ngaturaken panuwun
Kula saniki dados padhang
Sampun saged dados tiyang
Boten namung buruh kentang
Ing rasa ora dadi nglambrang
Guru kula……..
Punika ingkang kedah kula aturaken
Boten wonten sanesipun
Kajawi mugi-mugi
Gusti angajabahi
Dhateng pak lan bu guru ingkang tebih kula niki
BIYUNGKU
Ing tengah-tengah ing jagad raya
Ing antarane para wanodya
Ana sawiji kang dak tresnani
Nganti ana sajroning Hyang Widhi
Mula tan angon mangsa lan wektu
Nora kendhat donga panuwunku
Supaya biyungku binarkahan
Serta didawakake ing yuswa
PARI
Pariku wes kuning
Wis wancine
Wis padha dungkluk
Nunggu tangan-tangan para tani
Ngenteni anggone padha ngeriti
Pari…
Gedhemu pangkatmu
Kanggo awaku
Kulawargaku
Mitraku
Lan, kanggo para menungsa
Bisa ngilangi rasa ngelih
Gawe adheme weteng
Lan, bisa menehi kekuwatan
Pari…
Aja musnah
Aja ngilang
Aja rusak
Mung amerga hama
Duh Gusti
Panjenengan kang murbeng jagad iki
Supados kitha boten sami kekirangan pari
TRESNA CIDRA
Rina wengi aku ngenteni sliramu
Rina ora isa mangan
Wengi ora isa turu
Amarga mikir sliramu
Tak enteni tekamu
Nanging..
Kuwe cidra murung tresnaku
Kang suci lan tulus marang sliramu
Aku mbok kiyanati
Aku mbok apusi
Atiku lara atiku ancur
Kaya remeg kena watu
Kaya kena bledeg
Lara banget ora isa tak ademke
Tega tenan sliramu marang aku
Nanging aku pasrah marang gusti
Aku trima yen kue seneng lan bahagiya
Senadyan atiku nyesek
Pancen tresnamu iku cidra
Marang aku seng nresnani sliramu
Cukup semene tresnaku marang kue
Aku wes ridho kue karo wong liya
Tresnamu bakal tak eling-eling
Ing atiku iku
Tanpa ana sing bisa ngupas tresnamu
GEGURITAN IKI KAGEM IBU
Ibu ...
lumintiring asihmu
kadya cahya lintang ing angkasa sab pitu
gumebyar gawe padhanging tyasmu
pepujimu kanggo aku
Lir rembulan rumeksa ing wengi
rinengga pupusing rembulan
Ibu
Kang kinasih
sih kawelasanmu nyirnakake sedhaya luputku
luputku marang tingkah lakuku
Ibu...
Sewu atur ora bakal cukup
bandha donya ora bakal nutup
katresnanmu marang aku
Ibu...
Aku bakal sregep lelaku
ngudi laku utama nyebar tresna marang sapadha
kanggo esemmu kang ngebaki kalbuku
Geguritan
KATRESNAN SEJATI
Awanku mrepet
Bengiku peteng ndhedhet
Atiku saya ruwet
Prasasat tanpa rasa
Jagad raya melu nelangsa
Kaya-kaya urip iki tanpa guna
Tresna iki mrekah
Ati iki susah
Raga iki bubrah
Nanging aku lila menapa sliramu isa bungah
Kang daktresnani
Jenengmu kasurat ing sajroning ati
Tresnaku amung sawiji
Tak gawa tekan mati
RAOS TRESNA
Raos tresna
Keneng apa aku nduweni rasa kaya ngene?
Rasa sing ora bisa ilang saka atiku
Rasa sing ora bisa dirasakake karo ilat
Ora bisa dicekel
Ora bisa dideleng
Tapi kok ya kaya ngene rasane
Seneng banget nek ndeleng wong sing tak tresnani
Nek lagi ngrasakake raos tresna kaya ngene
Rasane..
Donya iki mung duweke aku karo kowe
Sing liyane ngontrak wae
KANGEN
Srengenge rembulan ing tengah wengi
kelap-kelip lintang ing alam surgawi
madhangi urip lan mlakumu
pinartika cahyamu
ngilangake rasa kangenku
manuk elang gawa sewu angen-angen
sajroning atiku nyimpen sayuta impian
tresnaku iki namung kangge sliramu
mboten sulaya tresnaku
lan tresnaku iki mboten mamring
marang slirahmu
TRESNA
Tresna kayata rina jagad saka surya
Rasa tresna iku manis kaya gula
Wangine melati mboten sewangi tresna
Abang mrengangah kembang mawar
Kayata atine manungsa ingkang lagi katresnan
Pepatah tresna
Yen tresna kuwi jalaran saka kulina
tresna iku ora nyawang saka bentuke wulan
Nanging ngrasa endahe cahya wulan
Ingkang madhangi saben jangka kihta
Bayu wengi bisikake swara lirih
Yen tresna uga saget ndadosake kita ngrasa urip
INDAHING SLIRAMU
Kowe kaya melati
Sing mekar ning atiku
Kembang tresnamu
Sing nggawe tentrem uripku
Wajahmu kaya rembulan sing elok
Kayata lintang sing kelap – kelip
Cahyaning wajahmu sing madhangi dina-dinaku
Nalika ketemu awakmu
Anggawa awaku kumplayang
Ing langit sab pitu
SWARGANING JAGAT
Lintange sumebyar ing petenge langit
ana siji lintang sing indah
Kang nguwasani pancaranku
Lan slalu tak kunci ing jero atiku
Wajahmu seng elok
Mripatmu sing mblalak
Jangkahmu sing ajek
Ndadekake slirahmu swarganing jagatku
Uripku krasa manis
Kerana slirahmu slalu nyirami cahya tresna
Marang awakku
RAMA
Cahyamu kang sumunar kaya padhange srengenge
Beninge banyu mboten sebening atine
Rama kula tresna dening panjenengan
Katresnanku ngalahake gedhene gunung
Meski panjenengan adoh
Katresnan ku ora bakal pedhot
Semilir angen wates nggugah kangene ati
Kula kangen dening keangetan kasih sayang keluwarga . . . . .
Namung rembulan sing ngancani aku saben wengi
INDAHING RUPA
Sliramu pancen endah
Esemu dadekake ati bungah
Yen weruh
Sapa wae bisa kepanah
Pasuryanmu kang ayu
Dadekake wong padha kepincut marang sliramu
Kepincut saka tingkah lakumu
Saka pituturmu
Uga saka esem manismu
Nanging kabeh iku mau
Namung titipaning gusti
Sing kudu dijaga lan diati-ati
KANCAKU
Sliramu pancen kancaku sing paling apik
Ana yen aku butuh
Yen aku bungah lan trenyuh
Cahyamu mekantar
Madhangi atiku lan wengiku
Sliramu gawe warna ing saben dina-dinaku
Yen aku lagi susah
kowe bisa gawe atiku bungah
Yen aku lagi nelangsa
Kowe bisa gawe aku bahagiya
Ca..
aku namug kepingin siji
aku kepingin terus nyawiji
nganti tekaning pati
RAMA SING DAK TRESNANI
Rama..
Saben lampahanmu. .
Saestu suraos kangge gesangipun kula
Matur nuwun kangge panjenengan ingkang paringaken dateng kula
Matur nuwun kangge sedaya pangertosipun jenengan
Matur nuwun kangge pesen ingkang panjenengan parengaken
Dados tiyang ingkang sae lan terus ngendika apa anane
Matur nuwun kangge welas asih ingkang panjenengan paringaken
Ingkang ngluwihi jagad raya sak isine
Kula namung saged dongakake panjenengan
Mugiya gusti tansah jaga kesalemetan dateng panjenengan
KARO AKU
Bebarengan karo sliramu
Mecaki dalan-dalan kang kebak puspa lan warna
Prasasat tanpa ana rasa ngelak lan luwe
Ora ngerti..
Sedhela banget tekane esuk marani sore
Aku lunga ora bakalan suwe
Apusen luh sing netes ing pipimu
Aku ora kepingin kowe sedih kerana aku
Daksawang netramu
Angel anggonku
Nglalekake sliramu
PAPASAN
Ora sengaja aku weruh sliramu
Ora sengaja aku kenal sliramu
Ora sengaja aku ngerti sekabehing sliramu
Awale aku ora ngerti apa sing tak rasakna
Rasa kuwi teka
Rasa kangen lan rasa suka
Campur dadi siji dadi rasa tresna
Yen wengi ora isa turu
Yen awan ora doyan mangan
Amarga kepikiran
Nalika sepi
Sliramu tansah ngawe-awe ing ati
Aku ora ngerti saiki sliramu ning ngendi
Nanging bakalan tak goleki
Senajan namung ing sajroning ngimpi
ROKOK
Rupamu dawa tur nyeni
Gambarmu sing aneh-aneh gawe aku ngeri
Jarene wong, yen sliramu isa dadekake pati
Nanging aku ora peduli
Amarga anane kowe
Kabeh masalah sedhela padha nyingkir dhewe-dhewe
Kowe tansah ngancani ing saben dinaku
Kowe tansah ana ing sandingku
Nalika sirahku ngelu
Nalika judeg pikirku
Amarga saking akehing tugas-tugasku
Awanku mrepet
Bengiku peteng ndhedhet
Atiku saya ruwet
Prasasat tanpa rasa
Jagad raya melu nelangsa
Kaya-kaya urip iki tanpa guna
Tresna iki mrekah
Ati iki susah
Raga iki bubrah
Nanging aku lila menapa sliramu isa bungah
Kang daktresnani
Jenengmu kasurat ing sajroning ati
Tresnaku amung sawiji
Tak gawa tekan mati
RAOS TRESNA
Raos tresna
Keneng apa aku nduweni rasa kaya ngene?
Rasa sing ora bisa ilang saka atiku
Rasa sing ora bisa dirasakake karo ilat
Ora bisa dicekel
Ora bisa dideleng
Tapi kok ya kaya ngene rasane
Seneng banget nek ndeleng wong sing tak tresnani
Nek lagi ngrasakake raos tresna kaya ngene
Rasane..
Donya iki mung duweke aku karo kowe
Sing liyane ngontrak wae
KANGEN
Srengenge rembulan ing tengah wengi
kelap-kelip lintang ing alam surgawi
madhangi urip lan mlakumu
pinartika cahyamu
ngilangake rasa kangenku
manuk elang gawa sewu angen-angen
sajroning atiku nyimpen sayuta impian
tresnaku iki namung kangge sliramu
mboten sulaya tresnaku
lan tresnaku iki mboten mamring
marang slirahmu
TRESNA
Tresna kayata rina jagad saka surya
Rasa tresna iku manis kaya gula
Wangine melati mboten sewangi tresna
Abang mrengangah kembang mawar
Kayata atine manungsa ingkang lagi katresnan
Pepatah tresna
Yen tresna kuwi jalaran saka kulina
tresna iku ora nyawang saka bentuke wulan
Nanging ngrasa endahe cahya wulan
Ingkang madhangi saben jangka kihta
Bayu wengi bisikake swara lirih
Yen tresna uga saget ndadosake kita ngrasa urip
INDAHING SLIRAMU
Kowe kaya melati
Sing mekar ning atiku
Kembang tresnamu
Sing nggawe tentrem uripku
Wajahmu kaya rembulan sing elok
Kayata lintang sing kelap – kelip
Cahyaning wajahmu sing madhangi dina-dinaku
Nalika ketemu awakmu
Anggawa awaku kumplayang
Ing langit sab pitu
SWARGANING JAGAT
Lintange sumebyar ing petenge langit
ana siji lintang sing indah
Kang nguwasani pancaranku
Lan slalu tak kunci ing jero atiku
Wajahmu seng elok
Mripatmu sing mblalak
Jangkahmu sing ajek
Ndadekake slirahmu swarganing jagatku
Uripku krasa manis
Kerana slirahmu slalu nyirami cahya tresna
Marang awakku
RAMA
Cahyamu kang sumunar kaya padhange srengenge
Beninge banyu mboten sebening atine
Rama kula tresna dening panjenengan
Katresnanku ngalahake gedhene gunung
Meski panjenengan adoh
Katresnan ku ora bakal pedhot
Semilir angen wates nggugah kangene ati
Kula kangen dening keangetan kasih sayang keluwarga . . . . .
Namung rembulan sing ngancani aku saben wengi
INDAHING RUPA
Sliramu pancen endah
Esemu dadekake ati bungah
Yen weruh
Sapa wae bisa kepanah
Pasuryanmu kang ayu
Dadekake wong padha kepincut marang sliramu
Kepincut saka tingkah lakumu
Saka pituturmu
Uga saka esem manismu
Nanging kabeh iku mau
Namung titipaning gusti
Sing kudu dijaga lan diati-ati
KANCAKU
Sliramu pancen kancaku sing paling apik
Ana yen aku butuh
Yen aku bungah lan trenyuh
Cahyamu mekantar
Madhangi atiku lan wengiku
Sliramu gawe warna ing saben dina-dinaku
Yen aku lagi susah
kowe bisa gawe atiku bungah
Yen aku lagi nelangsa
Kowe bisa gawe aku bahagiya
Ca..
aku namug kepingin siji
aku kepingin terus nyawiji
nganti tekaning pati
RAMA SING DAK TRESNANI
Rama..
Saben lampahanmu. .
Saestu suraos kangge gesangipun kula
Matur nuwun kangge panjenengan ingkang paringaken dateng kula
Matur nuwun kangge sedaya pangertosipun jenengan
Matur nuwun kangge pesen ingkang panjenengan parengaken
Dados tiyang ingkang sae lan terus ngendika apa anane
Matur nuwun kangge welas asih ingkang panjenengan paringaken
Ingkang ngluwihi jagad raya sak isine
Kula namung saged dongakake panjenengan
Mugiya gusti tansah jaga kesalemetan dateng panjenengan
KARO AKU
Bebarengan karo sliramu
Mecaki dalan-dalan kang kebak puspa lan warna
Prasasat tanpa ana rasa ngelak lan luwe
Ora ngerti..
Sedhela banget tekane esuk marani sore
Aku lunga ora bakalan suwe
Apusen luh sing netes ing pipimu
Aku ora kepingin kowe sedih kerana aku
Daksawang netramu
Angel anggonku
Nglalekake sliramu
PAPASAN
Ora sengaja aku weruh sliramu
Ora sengaja aku kenal sliramu
Ora sengaja aku ngerti sekabehing sliramu
Awale aku ora ngerti apa sing tak rasakna
Rasa kuwi teka
Rasa kangen lan rasa suka
Campur dadi siji dadi rasa tresna
Yen wengi ora isa turu
Yen awan ora doyan mangan
Amarga kepikiran
Nalika sepi
Sliramu tansah ngawe-awe ing ati
Aku ora ngerti saiki sliramu ning ngendi
Nanging bakalan tak goleki
Senajan namung ing sajroning ngimpi
ROKOK
Rupamu dawa tur nyeni
Gambarmu sing aneh-aneh gawe aku ngeri
Jarene wong, yen sliramu isa dadekake pati
Nanging aku ora peduli
Amarga anane kowe
Kabeh masalah sedhela padha nyingkir dhewe-dhewe
Kowe tansah ngancani ing saben dinaku
Kowe tansah ana ing sandingku
Nalika sirahku ngelu
Nalika judeg pikirku
Amarga saking akehing tugas-tugasku
kumpulan not gamelan jawa
Lanc. “ UDAN MAS” PL, Br.
Buka : . 7 7 7 5 6 7 2 . 7 6 5 6 7 6 (5)
A. 6 5 3 2 6 5 3 2 . 3 2 3 6 5 3 (2)
6 5 3 2 6 5 3 2 . 3 2 3 6 5 3 (2)
B. 7 5 6 7 5 6 7 2 . 7 6 5 6 7 6 (5)
7 5 6 7 5 6 7 2 . 7 6 5 6 7 6 (5)
Lanc. “GUGUR GUNUNG” PL. Br.
Buka : . 3 2 3 . 6 . 5 . 7 . 6 . 2 2(2)
A. . 6 . 7 . 6 . 7 . 3 . 5 . 7 . (6)
. 2 . 7 . 2 . 7 . 6 . 5 . 2 . (3)
. 5 . 6 . 5 . 6 . 2 . 3 . 6 . (5)
. 2 . 3 . 2 . 3 . 6 . 5 . 3 . (2)
Lanc. “SARUNG JAGUNG” PL. Br.
Buka : . . . 3 3 2 7 6 5 3 6 5 . 2 . (2)
A. 6 . 6 2 6 . 6 2 6 5 3 5 6 7 5 (6)
2 . 2 6 2 . 2 6 3 5 6 5 3 2 1 (2)
B. . 6 7 2 3 2 7 2 . 6 7 2 5 6 7 (2)
. 3 2 . 3 2 7 6 5 3 6 5 3 2 1 (2)
. 3 5 2 6 6 72 3 2 3 4 3 2 7 (6)
. 7 5 3 2 7 3 2 6 7 2 3 6 7 6 (5)
. 6 7 5 3 2 1 2 5 3 2 7 5 6 5 (3)
. 6 7 2 3 2 7 6 5 3 6 5 3 2 7 (2)
Lanc. “AJA - LAMIS” PL. 6
Buka : . 2 . 3 . 5 . 6 . 2 . 1 . (6)
A. . 3 . 1 . 3 . 2 . 3 . 6 . 3 . (5)
. 3 . 1 . 3 . 2 3 5 6 1 3 2 1(6)
B. . 2 . 3 . 2 . 1 . 6 . 5 . 2 . (3)
. 1 . 2 . 3 . 5 . 2 . 3 . 2 . (1)
. 2 . 3 . 2 . 1 . 6 . 5 . 2 . (3)
. 1 . 2 . 3 . 5 . 6 . 2 . 1 . (6)
. 2 . 1 . 2 . 3 . 5 . 6 . 5 . (3)
. 6 . 5 . 6 11 .22.66 5 4 6(5)
. 2 . 3 . 2 . 1 . 6 . 5 . 2 . (3)
. 1 . 2 . 3 . 5 . 6 . 5 . 1 . (6)
Lanc. “MARI KANGEN” PL. 6.
Buka: . . . 3 3 5 3 2 . 3 . 1 . 6 . (5)
A. . 5 5 5 3 2 3 5 . 5 5 5 3 5 6 (1)
. 1 2 3 5 3 2 1 2 3 2 1 2 1 6 (5)
B. . . . 1 5 6 2 1 5 6 6 6 2 1 6 (5)
. . . 3 1 2 5 3 1 2 2 2 6 1 6 (5)
. . 2 1 6 5 3 2 3 2 3 5 3 2 1 (6)
. 1 . 5 . 1 . 6 . 1 . 5 . 1 . (6)
. . 1 6 1 5 6 2 . 6 1 5 1 6 5 (2)
. . 6 5 . 3 2 1 3 5 3 2 . 1 6 (5)
. 5 5 . 5 3 2 1 3 2 1 2 3 1 6 (5)
Lgm. “CAPING GUNUNG” PL. Br.
A. 2 3 2 7 5 3 5 6 7 6 3 2 3 5 3 (2)
2 3 2 7 5 3 5 6 7 5 3 2 5 6 7 (6)
5 3 5 6 7 2 7 6 5 6 7 2 7 2 6 (7)
2 3 2 7 5 3 5 6 7 6 3 2 3 5 7 (6)
Ompak :2 3 2 7 5 3 5 6 7 6 3 2 3 5 7 (6)
Lgm “NYIDAM SARI” PL. 6
A. 2 3 2 1 6 3 2 1 2 1 6 5 2 3 5 (3)
2 3 2 1 6 3 2 1 2 1 6 5 2 3 5 (6)
5 6 1 2 6 3 2 1 2 1 6 5 4 2 4 (5)
2 3 2 1 6 3 2 1 2 1 6 5 2 3 5 (6)
Ompak: 2 3 2 1 6 3 2 1 2 1 6 5 2 3 5 (6)
Lanc, “KUWI APA KUWI” PL. Br.
Buka : . 3 . 2 . 3 . 2 6 . 6 (6)
A. 2 3 2 3 2 7 2 7 3 2 3 2 7 6 7 (6)
Lanc. “SUWE ORA JAMU” PL. 6
Buka : . . 2 3 1 2 3 2 3 5 6 5 4 2 1 (6)
A. 2 3 2 3 12 3 2 3 5 6 5 4 2 1 (6)
Lgm “YEN ING TAWANG” PL. 6
A. 2 1 2 3 2 3 2 1 2 1 6 5 2 3 2 (1)
2 1 2 3 2 3 2 1 2 1 6 5 3 2 1 (6)
5 6 3 2 1 3 2 1 2 1 6 5 1 6 2 (1)
2 1 2 3 2 3 2 1 2 1 6 5 3 2 1 (6)
Ompak. 5 6 5 3 2 3 2 1 2 1 6 5 3 2 1 (6)
Lgm. “PRAHU LAYAR” PL. 6
Buka : kendang. t t p (5)
A. . . 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 . 6 . (1)
. . 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 . 6 . (5)
B. . 5 5 5 5 1 5 5 6 5 3 2 5 3 2 (1)
. 5 5 5 5 1 5 6 6 5 3 2 5 3 2 (1)
. . 7 1 2 5 6 1 . 1 1 1 5 6 1 (2)
. 2 3 2 1 1 2 1 . 1 2 1 2 1 2 (1)
. 1 1 5 4 5 4 5 6 5 3 2 5 3 2 (1)
. 2 3 2 3 2 3 2 6 6 2 1 2 1 6 (5)
Lgm “JENANG GULA” PL. Br.
Buka : Bowo . . . .
A. 2 3 2 7 5 6 7 5 7 6 3 2 5 6 2 (7)
2 3 2 7 5 6 7 5 7 6 3 2 5 6 5 (3)
5 3 5 6 5 6 7 5 7 6 3 2 5 3 5 (6)
5 6 . 7 5 6 7 5 7 6 3 2 5 6 5 (3)
Ompak: 2 3 2 7 5 6 7 5 7 6 3 2 5 6 5 (3)
Lgm.“SETYO TUHU” PL. 5
Buka : Bowo . . . . .
A. 5 6 2 1 5 6 4 5 . 6 1 2 5 6 1 (2)
5 6 2 1 5 6 4 5 . 6 3 2 5 3 2 (1)
. 2 3 5 6 5 1 6 5 6 3 2 . . . (5)
3 2 . 1 5 6 4 5 . 6 3 2 5 3 2 (1)
Ompak : 5 6 2 1 5 6 4 5 . 6 3 2 5 3 2 (1)
Lanc. “KEBOGIRO” PL. Br.
Buka : 5 6 7 2 7 3 7 2 7 6 7 (5)
A. . 6 . 5 . 3 . 2 . 3 . 2 . 6 .(5)
B. . 6 . 5 . 3 . 2 . 3 . 2 . 6 .(5)
C. . 6 . 5 . 6 . 7 . 6 . 7 . 6 .(5)
D. . 6 . 5 . 6 . 7 . 6 . 7 . 6 .(5)
E. . 7 . 6 . 3 . 2 . 3 . 2 . 6 .(5)
Lanc. “SINGA NEBAH” Pl. Br.
Buka: . 5 3 2 . 5 3 2 . 5 . (3)
A. . 5 . 3 . 5 . 3 . 5 . 3 . 6 .(7)
B. . 6 . 7 . 6 . 7 . 6 . 7 . 3 .(2)
C. . 3 . 2 . 3 . 2 . 3 . 2 . 5 .(3)
Lanc. “GAMBUH” PL. 6
Buka : . 5 6 . 5 3 6 5 . 2 . 1 . 2 . (6)
A. . 3 . 6 . 3 . 6 . 3 . 2 . 1 . (6)
B. . 3 . 6 . 3 . 6 . 6 . 5 . 3 . (2)
C. . 5 . 3 . 2 . 1 . 3 . 2 . 1 . (6)
D. . 3 . 6 . 3 . 6 . 2 . 1 . 2 . (3)
E. . 6 . 5 . 3 . 5 . 3 . 2 . 1 . (2)
F . 6 . 2 . 6 . 2 . 6 . 3 . 5 . (6)
G. . 2 . 1 . 6 . 5 . 2 . 3 . 5 . (6)
Lanc.” WIRAHAT BALA” PL. Br.
Buka : . 7 . 6 . 7 . 6 . 3 . (2)
A. . 3 . 2 . 7 . 6 . 7 . 6 . 3 . (2)
B. . 7 . 6 . 3 . 2 . 5 . 3 . 2 . (6)
C. . 5 . 3 . 6 . 5 . 2 . 7 . 5 . (6)
D. . 5 . 3 . 6 . 5 . 2 . 7 . 5 . (6)
E. . 2 . 3 . 2 . 7 . 6 . 5 . 3 . (2)
Lanc. “ILIR- ILIR” PL. 6.
Buka : . 6 6 . 6 5 3 5 . 2 . 1 . 2 .(6)
A. . 5 . 6 . 1 . 2 . 6 . 3 . 6 . (5)
B. . 2 . 3 . 6 . 5 . 2 . 1 . 2 . (6)
C. . 5 . 6 . 1 . 2 . 6 . 3 . 6 . (5)
D. . 2 . 3 . 6 . 5 . 2 . 1 . 2 . (6)
E. . 5 . 6 . 1 . 2 . 6 . 3 . 6 . (5)
F. . 2 . 3 . 6 . 5 . 2 . 1 . 2 . (6)
G. . 3 . 5 . 6 . 5 . 2 . 1 . 2 . (6)
Lanc. “RICIK – RICIK PL. Br.
Buka : 6 3 5 6 . 5 3 2 . 3 5 (6) 1 . (6)
A. . 3 . 5 . 6 . 5 . 6 . 5 . 7 . (6)
B. . 3 . 5 . 6 . 5 . 6 . 5 . 7 . (6)
C. . 3 . 2 . 3 . 2 . 3 . 2 . 7 . (6)
D. . 3 . 2 . 3 . 2 . 3 . 2 . 7 . (6)
Lanc. “TROPONGAN” PL. 6.
Buka : . 3 2 1 . 3 1 2 3 5 6 (5)
A. . 7 . 6 . 5 . 6 . 5 . 4 . 6 . (5)
B. . 6 . 5 . 6 . 5 . 3 . 6 . 3 . (2)
C. . 5 . 3 . 5 . 3 . 2 . 3 . 2 . (1)
D. . 2 . 1 . 2 . 1 . 3 . 5 . 6 . (5)
Tabuhan ngaracik/ nyacah.
A. 6 3 5 6 7 6 5 6 5 4 2 4 2 1 6(5)
B. 2 1 6 5 2 1 6 5 2 1 5 6 1 2 3(2)
C. 3 1 2 3 5 6 5 3 5 6 5 3 2 3 2(1)
D. 2 3 2 1 2 3 2 1 2 3 1 2 3 5 6(5)
Lanc. “TROPONG BANG” PL. 6.
Buka : 3 1 3 2 5 6 1 2 1 6 4 (5)
A. . 3 . 2 . 3 . 2 . 1 . 6 . 4 . (5)
B. . 1 . 6 . 1 . 6 . 4 . 2 . 4 . (5)
Tabuhan ngracik/nyacah.
A. 3 1 3 2 3 1 3 2 5 6 1 2 1 6 4 (5)
B. 1 2 1 6 1 2 1 6 5 6 1 2 1 6 4 (5)
Lanc. “GULA KLAPA” PL. 5
Buka : 5 56 5 65 6 1 2 3 1 6 (5)
A. . 6 . 5 . 6 . 1 . 3 . 2 . 6 .(5)
. 6 . 5 . 6 . 1 . 3 . 2 . 6 .(5)
. 6 . 3 . 2 . 1 . 5 . 3 . 2 .(1)
. 5 . 5 . 6 . 5 . 6 . 1 . 6 .(5)
B. 6 5 6 . 6 5 6 1 3 3 1 2 3 1 6(5)
6 5 6 . 6 5 6 1 3 3 1 2 3 1 6(5)
. 5 1 6 5 3 2 1 5 5 6 3 5 3 2(1)
. 5 5 . 6 4 6 5 6 561 2 3 1 6(5)
Lanc. “MAKARYA” PL. Br.
Buka : . 3 2 . 6 5 3 5 . 2 . 7 . 5 . (6)
A. . 5 6 . 3 5 6 7 . 2 . 3 . 2 .(7)
. 6 7 . 7 6 5 3 . 6 . 5 . 7 .(6)
. 5 6 . 3 5 7 6 . 2 . 3 . 2 .(7)
. 3 2 . 6 5 3 5 . 2 . 7 . 5 .(6)
Lanc. “CUCUR BIRU” PL. 5.
Buka :
A. 2 1 6 5 2 16 5 6 5 3 2 1 6 3(5)
B. 2 1 6 5 2 1 6 5 6 5 32 1 6 3(5)
C. . . 5 . 5 3 2 1 2 6 1 2 3 1 6(5)
D. . . 5 . 5 3 2 1 2 6 1 2 3 1 6(5)
E. 3 2 3 6 3 2 3 5 3 2 3 6 3 2 3(5)
F. 2 2 . 3 5 3 2 1 5 6 1 2 3 1 6(5)
Lanc. “KANDANG BUBRAH”PL.6.
Buka : 3 . 1 2 3 . 6 5 2 1 3 2 1 (6)
A. . . 3 . 1 2 3 . 6 5 2 1 3 2 1(6)
B. . . 3 . 1 2 3 . 6 5 2 1 3 2 1(6)
C. 5 2 5 3 5 2 5 3 6 5 2 1 3 2 1(6)
D. 5 2 5 3 5 2 5 3 6 5 2 1 3 2 1(6)
Lgm” LARA BRANTA” PL,6
Buka : Celuk. . . . . . . . . . . . . .
* 3 2 1 6 2 3 2 1 2 3 6 5 2 3 5 (3)
3 2 1 6 2 3 2 1 2 3 6 5 3 2 1 (6)
6 5 3 2 5 3 2 1 6 5 3 2 6 5 3 (5)
. . . 6 2 3 2 1 2 3 6 5 3 2 1 (6)
Lgm “WUYUNG” PL. 6
Buka : Celuk . . . . . . . . .
* . . . 1 2 3 5 3 1 2 3 5 2 3 2 (1)
2 3 2 1 2 3 5 3 1 2 3 5 2 3 5 (6)
. 5 3 2 5 3 2 1 3 2 1 2 3 1 6 (5)
. . . 1 2 3 5 3 1 2 3 5 2 3 5 (6)
Lgm “ DANGDUT JAMU JAWA” PL.6
Buka : . 5 5 . 5 3 5 6 . 2 . 1 . 6 . (5)
A. . . 6 5 . . 6 5 6 5 3 2 . 1 . (6)
. . 5 6 . . 5 6 5 6 2 1 . 3 . (2)
. . 3 2 . . 3 2 3 2 3 1 . 6 . (5)
B. . 1 . 1 1 . 2 . 1 . 3 . 2 . 1 . (6)
. 6 . 6 6 . 5 . 6 . 5 . 3 . 5 . (6)
. 6 . 6 6 . 3 . 2 . 1 . 3 . 1 . (2)
. 2 . 2 2 . 5 . 6 . 5 . 3 . 5 . (6)
. 6 . 6 6 . 3 . 2 . 1 . 3 . 1 . (2)
. 5 . 3 . 5 . 6 . 2 . 1 . 6 . (5)
. 1 . 6 . 1 . 5 . 2 . 4 . 6 . (5)
Ladr. “WILUJENG” PL. Br.
Buka : . 7 3 2 6 7 2 3 7 7 3 2 . 7 5 (6)
A. 2 7 2 3 2 7 2 6 3 3 . . 6 5 3 2
5 6 5 3 2 7 5 6 2 7 2 3 2 7 5 (6)
B. 6 6 . . 7 5 7 6 3 5 6 7 6 5 3 2
6 6 . . 7 5 7 6 7 7 3 2 . 7 5 (6)
Ladr.” SRI KUNCORO PL.6
Buka : . 3 3 2 1 6 2 1 2 3 2 1 2 (6)
A. 2 1 2 3 2 1 2 6 2 1 2 3 2 1 2 6
3 3 . . 6 5 3 2 5 6 5 4 2 1 2(6)
B. 2 1 2 3 2 1 2 6 3 3 . . 6 5 3 2
1 1 . . 3 2 1 6 3 5 6 5 3 2 1(2)
C. 6 6 . . 6 5 4 5 1 2 1 6 3 5 3 2
3 5 6 5 2 1 2 6 3 5 3 2 . 1 2(6)
Ladr. “MUGI RAHAYU PL. Br.
Buka : . 66 7 6 5 7 6 5 3 6 7 3 (2)
A. 3 6 7 . 3 6 7 2 3 6 7 . 3 6 7 2
3 3 . . 6 7 6 5 7 6 5 3 6 7 3(2)
Ladr. “PEKSI KUWUNG” PL. 5
Buka: 6 6 1 2 6 6 1 2 . 6 . 3 . 6 . (5)
A. . 6 . 3 . 6 . 5 . 6 . 3 . 6 . 5
. 3 . 2 . 3 . 2 . 5 . 4 . 6 . (5)
B. . 6 . 3 . 6 . 5 . 6 . 3 . 5 . 6
. 5 . 6 . 5 . 6 . 2 . 3 . 6 . (5)
C. 2356 2123 . 6 . 5 2356 2123 . 6 . 5
. 3 . 2 . 3 . 2 . 5 . 4 . 6 . (5)
Ladr. “GLEYONG” PL. 6.
Buka: . 2 2 3 5 6 7 6 5 4 2 1 2 (6)
A. 2 3 2 1 6 5 3 5 2 3 2 1 6 5 3 5
2 2 . . 2 3 5 6 7 6 5 4 2 1 2(6)
B. . 6 6 6 5 3 2 3 . 3 5 6 7 6 5 3
6 5 3 2 . 3 5 6 7 6 5 4 2 1 2(6)
Ladr. “ SUMIRAT ” PL.Br.
Buka: 7 5 6 . 7 6 5 3 5 6 5 2 5 6 5 (3)
A. 5 6 5 2 5 6 5 3 5 6 5 2 5 6 5 3
5 6 5 2 5 6 5 3 7 5 6 . 7 6 5 (3)
B. 7 5 6 . 7 6 5 3 5 6 5 2 5 6 5 3
7 5 6 . 7 6 5 3 5 6 5 2 5 6 5 (3)
Ladr. “SUSILO MADYO” PL. 5
Buka: . 5 5 . 5 6 5 3 5 3 6 1 2 3 1(2)
A. 5 3 6 1 2 3 1 2 5 3 6 1 2 3 1 2
. 3 5 6 2 3 5 6 2 3 2 1 6 5 4(5)
B. . 5 5 . 6 4 6 5 1 2 1 6 3 5 3 2
. 3 5 . 5 6 5 3 5 3 6 1 2 3 1(2)
Ladr. “SRI WIDODO” PL. Br.
Buka: . 2 3 5 7 6 5 3 2 7 2 3 2 7 5 (6)
A. 2 7 2 6 2 7 2 6 3 5 6 7 6 5 2 3
2 3 5 . 7 6 5 3 2 7 2 3 2 7 5 6
2 7 2 6 2 7 2 6 3 5 6 7 6 5 2 3
2 3 5 . 7 6 5 3 2 7 2 3 2 7 5(6)
B. 2 3 2 7 3 2 7 6 2 3 2 7 3 2 7 6
. . 6 . 7 5 7 6 3 5 6 7 6 5 2 3
2 3 5 . 7 6 5 3 2 3 5 . 7 6 5 3
7 7 5 6 . 5 2 3 2 7 2 3 2 7 5(6)
Ladr. “ENGGAR-ENGGAR” PL. Br.
Buka: . 6 6 7 6 5 7 6 5 6 7 5 2 (3)
A. 2 7 2 . 2 7 2 3 2 7 2 . 2 7 2 3
7 5 6 7 3 2 6 5 7 6 5 6 7 5 2(3)
B. 2726 5 6 7 6 5 2 3. 272 . 65676 . 523
7567 3 2 6 5 7 6 5 6 7 5 2 (3)
Ladr. “BAYEM TUR” PL. 6
Buka : . 3 3 . 3 6 3 5 3 6 3 5 3 1 3(2)
A. . 3 5 6 3 5 3 2 . 3 5 6 3 5 3 2
. 3 3 . 3 6 3 5 3 6 3 5 3 1 3 2
. 3 5 6 3 5 3 2 . 3 5 6 3 5 3 2
. 3 3 . 3 5 3 2 . 3 5 6 3 5 3(2)
B. . 4 4 4 2 1 2 6 . 4 4 4 2 1 2 6
. 3 3 . 3 6 3 5 3 6 35 3 1 3 2
. 4 4 4 2 1 2 6 . 4 4 4 2 1 2 6
. 3 3 . 3 6 3 5 3 6 3 5 3 1 3(2)
Ladr. ” SERANG ” PL. Br.
Buka: 6 7 6 7 6 5 6 3 6 5 3 5 6 7 5 (6)
A. 7 5 7 6 7 5 7 6 7 5 7 6 3 5 6 7
2 3 2 7 6 5 6 3 6 5 3 5 6 7 5 6
7 5 7 6 7 5 7 6 7 5 7 6 3 5 6 7
2 3 2 7 6 5 6 3 6 5 3 5 6 7 5(6)
B. 3 3 . 1 2 3 5 3 6 7 6 5 3 2 1 2
5 3 2 1 6 5 3 2 5 3 2 3 5 6 5(3)
C 6 5 6 3 6 5 6 3 6 5 6 3 6 5 3 2
5 3 2 5 3 2 5 3 2 5 2 3 5 6 5(3)
D. 6 5 6 3 6 5 6 3 6 5 6 3 6 5 6 7
2 3 2 7 6 5 6 3 6 5 3 5 6 7 5(6)
Ladr. “BANTEN” PL. Br.
Buka : . 3 5 2 . 3 5 2 1 1 2 1 6 5 3(5)
A. 7 6 7 5 7 6 7 5 7 6 7 5 2 2 3 2
. 3 5 2 . 3 5 2 1 1 2 1 6 5 3(5)
B. 7 7 6 5 . 3 . 2 7 7 6 5 . 3 . 2
. 3 5 2 . 3 . 2 1 1 2 1 6 5 3 (5)
Ladr. “TIRTA KENCANA” PL. 5
Buka : 1 5 6 1 3 2 1 6 5 4 2 4 5 6 4(5)
A. 2 1 2 6 2 1 6 5 2 1 2 6 2 1 6 5
1 5 6 1 3 2 1 6 5 4 2 4 5 6 4(5)
B. . 5 6 1 2 5 6 1 2 5 6 1 2 1 6 5
. 5 6 1 2 5 6 1 2 5 6 1 2 1 6 5
. 1 . 5 . 6 . 1 . 3 . 2 . 1 . 6
. 5 . 4 . 2 . 4 . 5 . 6 . 4 . (5)
Ladr. “GEGER SAKUTO” PL. Br.
Buka: . 3 5 2 . 3 5 2 7 7 2 7 6 5 3(5)
A. . 5 6 7 2 7 6 5 . 5 6 7 2 7 6 5
7 6 7 5 7 6 7 5 6 6 7 6 5 3 2(6)
B. . 6 7 6 5 3 2 6 . 6 7 6 5 3 2 6
. 6 7 6 5 3 2 6 3 3 6 5 3 2 7 2
. 2 3 5 6 5 3 2 . 2 3 5 6 5 3(2)
Ladr. “BALABAK” PL. 6
Buka: 5 6 1 5 6 1 2 1 3 2 1 2 . 1 2 (6)
A. . 6 5 4 2 4 6 5 1 1 . . 2 3 2 1
5 6 1 5 6 1 2 1 3 2 1 2 . 1 2(6)
. 6 5 4 2 4 6 5 1 1 . . 2 3 2 1
5 6 1 5 6 1 2 1 3 2 1 2 . 1 2 (6)
B. . 6 5 4 2 4 6 5 7 7 . . 7 7 6 5
2 3 5 2 3 5 6 5 7 6 5 6 5 3 2(3)
C. 6 5 2 1 6 1 3 2 7 7 . . 7 7 6 5
2 3 5 2 3 5 6 5 7 6 5 6 5 3 2(3)
D. 6 5 2 1 6 1 3 2 5 5 . . 5 4 2 1
5 6 1 5 6 1 2 1 3 2 1 2 . 1 2(6)
Ladr. “KAGOK SALOMBO PL. Br.
Buka: . 2 3 5 2 3 5 6 7 7 2 7 6 5 3(5)
A. 7 6 5 3 5 2 3 5 7 6 2 3 5 2 3 5
1 6 2 3 5 2 3 5 6 7 2 7 6 5 3(2)
B. 7 7 . . 7 7 6 7 5 5 . . 7 6 5 6
2 3 5 2 3 5 6 5 6 7 2 7 6 5 3(2)
Ladr. “GIRANG – GIRANG” PL. Br.
Buka: . 2 3 5 6 5 3 2 6 5 3 5 3 2 3(2)
A. 3 2 3 5 6 5 3 2 3 2 3 5 6 5 3 2
3 2 3 5 6 5 3 2 3 2 3 5 3 2 3 2
3 2 3 5 6 5 3 2 3 2 3 5 6 5 3 2
3 2 3 5 6 5 3 2 3 2 3 5 3 2 3(2)
B. 3 5 6 7 6 5 2 3 7 2 7 6 7 5 2 3
6 5 2 7 6 7 2 3 6 5 3 5 3 2 3(2)
Ladr. “SINGO – SINGO” PL. Br.
Buka: . 7 6 7 2 3 2 7 6 7 6 5 3 5 6(7)
A. . 7 6 7 2 3 2 7 . 7 6 7 2 3 2 7
. 7 6 7 2 3 2 7 6 7 6 5 3 5 6 7
. 7 6 7 2 3 2 7 . 7 6 7 2 3 2 7
. 7 6 7 2 3 2 7 6 7 6 5 3 5 6(7)
B. . 7 7 7 6 5 3 2 . 2 3 5 6 5 3 2
. 2 3 5 6 5 3 2 4 3 2 7 6 5 3(2)
C. . . 2 3 4 3 2 3 . 3 . 2 2 3 2 7
. 7 6 7 2 3 2 7 6 7 6 5 3 5 6(7)
Ladr. “PANGKUR” PL. Br.
Buka: . 3 . 2 . 3 . 2 3 7 3 2 . 7 . (6)
A. 3 2 3 7 3 2 7 6 7 6 3 2 5 3 2 7
3 5 3 2 6 5 3 2 5 3 2 7 3 2 7(6)
B. . 3 . 2 . 3 . 7 . 3 . 2 . 7 . 6
7 7 . . 6 6 7 2 3 2 5 3 . 2 . 7
. . 5 3 6 5 3 2 3 2 5 3 6 5 3 2
6 7 3 2 6 3 2 7 . 3 . 2 . 7 . (6)
C. . . 2 . 4 3 2 3 . . 3 5 6 7 5 6
2 2 . . 4 3 2 7 3 2 6 5 7 6 5 3
. . 3 5 6 7 5 6 3 5 6 7 6 5 3 2
6 73 2 6 3 2 7 . 3 . 2 . 7 . (6)
Ladr. “TEDAK SAKING” PL. Br.
Buka: 2 3 4 . 4 3 2 7 6 7 6 5 3 5 6(7)
A. 2 3 2 6 2 3 2 7 2 3 2 6 2 3 2 7
2 3 2 6 2 3 2 7 6 7 6 5 3 5 6(7)
Ladr. “ GONJING MIRING” PL. Br.
Buka: 7 3 7 2 6 7 6 5 2 1 5 (6)
A. 2 7 2 6 2 7 2 6 3 5 6 7 6 5 3 2
7 3 7 2 7 3 7 2 6 7 6 5 2 7 5(6)
B. 2 3 2 7 3 2 7 6 2 3 2 7 3 2 7 6
2 2 . . 2 3 2 7 3 2 6 3 6 5 3 2
7 3 7 2 7 3 7 2 7 3 7 2 7 3 7 2
6 6 . . 6 7 6 5 7 6 2 7 3 2 7(6)
Gobyog:
7 2 7 2 7 2 7 3 7 3 7 3 7 2 7 2
7 3 7 2 7 2 7 3 7 3 7 3 7 3 7 2
6 6 . . 6 7 6 5 7 6 2 7 3 2 7(6)
Ladr. “KAPIRENTA “ PL.5
Buka: . 1 1 . 1 2 3 5 7 6 2 4 2 1 6 (5)
A. . 6 1 2 1 6 4 5 3 5 3 5 3 5 6 5
. 1 1 . 1 2 3 5 7 6 2 4 2 1 6 (5)
Ladr. “TEDAK SAKING” PL. 6
Buka: 1 2 3 . 3 2 1 6 5 6 5 4 2 4 5(6)
A. 1 2 1 5 1 2 1 6 1 2 1 5 1 2 1 6
1 2 1 5 1 2 1 6 5 6 5 4 2 4 5(6)
B. . 1 . 2 . 1 . 5 . 1 . 2 . 1 . 6
. 1 . 2 . 1 . 5 . 1 . 2 . 1 . 6
. 1 . 2 . 1 . 5 . 1 . 2 . 1 . 6
` 4 5 6 1 . 6 5 4 2 2 . 4 5 6 5(6)
C. . . 6 . 6 6 . . 6 6 5 4 2 4 5 6
4 4 . . 4 4 . . 4 4 6 5 2 4 5 6
. . 1 . 1 1 . 2 4 4 6 5 . 4 2 1
. 6 . 5 . 6 . 4 . 6 4 5 6 1 2(1)
D. . . 1 . 1 1 . 2 3 3 2 3 1 2 3 2
3 2 3 . 3 2 1 2 1 6 5 4 2 4 5 6
1 2 3 . 3 2 1 2 1 6 5 4 2 4 5 6
4 5 6 1 . 6 5 4 2 2 . 4 5 6 5(6)
Ladr. “HUGO – HUGO” PL. Br.
Buka: 2 3 2 . 2 3 2 5 6 7 2 7 6 5 3(5)
A. 2 3 2 . 2 3 2 5 2 3 2 . 2 3 2 5
2 3 2 . 2 3 2 5 6 7 2 7 6 5 3(5)
B. 7 6 7 2 7 6 7 5 7 6 7 2 7 6 7 5
7 6 7 2 7 6 7 5 6 7 2 7 6 5 3(5)
Ladr. “SRI SINUBA” PL. 6
Buka: . 3 3 . 6 5 3 2 3 2 1 6 2 1 6(5)
A. 1 6 1 2 1 6 3 5 1 6 1 2 1 6 3 2
3 3 . . 6 5 3 2 3 2 1 6 2 1 6(5)
B. 1 6 1 2 1 6 3 5 1 6 1 2 1 6 3 5
1 1 . . 1 1 2 1 3 2 1 2 . 1 6(5)
C. . . 5 6 1 6 5 4 2 3 2 1 3 2 1 6
3 3 . . 6 5 3 2 3 2 1 6 2 1 6(5)
Ladr. “SORO YUDHO” PL. 6
Buka: . 6 6 . 6 3 6 5 6 5 3 2 5 6 5(3)
A. . 6 3 5 6 1 2 1 3 2 6 5 3 5 6 1
3 2 6 5 3 2 3 5 1 2 1 6 5 3 2(3)
B. . 3 2 . 2 3 2 1 . 1 2 . 2 3 2 1
. 6 6 . 6 3 6 5 6 5 3 2 5 6 5(3)
Ladr. “LERE2 SUMBANGSIH” PL. 6
Buka: 31 2312 11 . . 3216 .356 . 53(2)
A. 1 2 1 6 5 6 1 2 1 2 1 6 5 6 12
5 3 5 6 2 1 2 6 3 3 2 1 3 2 (6)
B. 3 3 2 1 3 2 1 6 3 3 2 1 3 2 16
3 1 3 2 3 1 3 2 1 2 1 6 5 6 1(2)
C. 1 1 . . 3 2 1 6 . 3 5 6 . 5 3 2
1 1 . . 3 2 1 6 . 3 5 6 . 5 3 2
. 2 5 3 2 1 2 6 . 1 2 3 2 12 6
3 3 . . 3 3 2 1 6 1 2 3 2 12(6)
D. 3 3 . . 3 3 2 1 6 1 2 3 2 12 6
3 3 . . 3 3 2 1 6 1 2 3 2 12 6
. 3 . 1 2 3 1 2 5 3 2 1 2 3 12
1 1 . . 3 2 1 6 . 3 5 6 . 5 3(2)
Ladr. “ DEGUNG GANG” PL. 5
Buka: . 3 6 5 3 2 3 5 6 3 6 5 3 2 3 (1)
A. 3 2 3 1 3 2 3 5 6 3 6 5 3 2 3 5
6 3 6 5 3 2 3 5 6 3 6 5 3 2 3(1)
Ladr. “DENGKLUNG PL. 5
Buka: . 2 4 5 4 2 4 1 5 6 1 2 1 6 4(5)
A. . 6 1 2 1 6 4 5 4 2 4 5 4 2 4 1
4 2 4 5 4 2 4 1 5 6 1 2 1 6 4(5)
Ladr. “KAPIRENTO” PL. 5
Buka: . 1 1 . 1 2 3 5 7 6 2 4 2 1 6(5)
A. . 6 1 2 1 6 4 5 3 5 3 5 3 5 6 5
. 1 1 . 1 2 3 5 7 6 2 4 2 1 6(5)
Ladr. “GLENDHEH” PL.5
Buka: . 5 6 1 1 3 1 2 5 6 5 4 2 1 2(1)
A. . 5 6 1 1 3 1 2 . 5 6 1 1 3 1 2
. 5 6 1 1 3 1 2 5 6 5 4 .2 1 2(1)
B. 5 5 . . 6 4 6 5 . 5 5 5 6 4 6 5
. . 4 . 2 . 4 . 2 4 6 5 . 4 2(1)
Ladr. “ NUSWANTORO” PL. 5
Buka: . . . 6 6 5 3 2 3 5 1 6 2 1 6(5)
A. 6 5 1 6 2 1 6 5 6 5 1 6 2 1 6 5
7 6 5 6 3 5 3 2 3 5 1 6 2 1 6(5)
B. . 6 . 5 . 1 . 6 . 2 . 1 . 6 . 5
. 6 . 5 . 1 . 6 . 2 . 1 . 6 . 5
. 7 . 6 . 5 . 6 . 3 . 5 . 3 . 2
. 3 . 5 . 1 . 6 . 2 . 1 . 6 .(5)
Ladr. “KEMBANG KACANG” PL. 6
Buka: . 3 3 . 3 2 1 6 5 3 5 6 4 2 4(5)
A. 3 6 3 5 1 3 1 2 5 3 5 6 2 3 2 1
3 2 3 1 3 2 1 6 5 3 5 6 4 2 4(5)
B. . 3 5 6 5 6 5 . 5 6 1 2 1 3 12
. 5 . 6 . 5 . 3 . 2 . 3 . 2 . 1
. 6 1 2 1 2 1 . 1 6 1 2 3 2 16
. 5 . 3 . 5 . 6 . 4 . 2 . 4 .(5)
Ladr. “SRI KATON” (MATARAM) PL. Br.
Buka: 6 5 6 7 6 5 3 5 3 3 7 6 2 2 . (2)
A. 5 3 2 7 3 5 3 2 5 3 2 7 3 5 32
6 5 6 7 6 5 3 5 3 3 7 6 3 5 3(2)
B. 5 6 5 3 2 7 2 7 3 5 6 5 3 2 3 2
5 6 5 3 2 7 2 7 3 5 6 5 3 2 3 2
6 6 . 5 3 5 6 7 3 2 6 5 3 2 3 5
3 3 5 3 7 2 7 6 3 2 6 3 6 5 3(2)
C. 5 6 5 3 2 7 2 7 3 5 6 5 3 2 3 2
5 6 5 3 2 7 2 7 3 5 6 5 3 2 3 2
6 6 . . 3 5 6 7 3 2 6 5 3 2 3 5
3 3 5 3 7 2 7 6 3 2 6 3 6 5 3(2)
Ladr. “SRI DIRGAYUSWO” PL. Br.
Buka: . 7 3 2 3 3 2 7 3 2 7 (6)
A. 2 7 2 6 2 3 2 7 5 6 5 3 2 7 5 6
3 3 . . 6 5 3 2 3 3 2 7 3 2 7(6)
B. 2 7 2 6 2 3 2 7 5 6 5 3 2 7 5 6
3 3 . . 6 5 3 2 7 7 5 6 . 5 2(3)
C. 5 6 5 3 2 7 5 6 3 3 . . 6 5 3 2
7 7 . . 5 6 5 3 6 5 3 2 . 7 5(6)
Ladr. “GAJAH METHO” PL. 6
Buka: . 3 1 2 3 1 2 6 3 6 5 6 3 6 (2)
A. 6 3 6 5 6 3 6 2 6 3 6 5 6 3 6 2
6 3 6 5 6 3 6 2 6 3 6 5 6 3 6(2)
B. 6 3 6 5 6 3 6 2 6 3 6 5 6 3 6 2
6 3 6 5 2 3 5 6 2 4 2 4 2 1 2(6)
C. . 3 3 . . 6 7 6 5 7 6 2 1 3 2 16
. 3 3 . . 6 7 6 5 7 6 2 1 3 2 16
. 3 3 . . 6 7 6 5 7 6 2 1 3 2 16
. 3 . 3 . 6 . 5 . 3 . 2 . 1 . (2)
Ladr. “ RAJA MANGGALA” PL. 5
Buka: . 1 2 3 5 3 2 1 6 5 3 2 5 6 5 (3)
A. 6 5 6 3 6 5 6 1 2 1 2 3 5 3 2 1
2 1 2 3 5 3 2 1 6 5 3 2 5 6 5(3)
B. 6 5 6 3 6 5 6 1 2 1 2 3 5 3 2 1
2 1 2 3 5 3 2 1 2 2 1 6 2 1 6(5)
C. 1 6 1 2 1 6 3 5 1 6 1 2 1 6 3 5
1 6 1 2 1 6 3 5 1 6 2 1 6 5 6(1)
D. 2 1 6 5 1 2 1 6 2 1 6 5 1 2 1 6
5 5 . 2 3 5 6 5 7 6 5 4 2 1 2(6)
E. 1 5 6 1 5 3 2 1 2 1 2 3 5 3 2 1
2 1 2 3 53 2 1 6 5 3 2 5 6 5(3)
Ladr. “GUDHAWA” PL. 6
Buka: . 2 5 3 . 21 5 3 5 5 6 1 2 3 1(2)
A. . 3 2 1 6 1 3 2 . 3 2 1 6 1 2 3
. 2 5 2 . 2 5 3 5 5 6 1 2 3 1(2)
B. . 3 2 1 6 1 3 2 . 3 2 1 6 1 2 3
. 2 5 3 . 2 5 3 1 1 . 5 6 1 2(1)
C. 6 6 . . 6 6 5 6 3 5 6 5 3 2 1 2
. 3 2 1 6 1 2 3 1 1 . 5 6 1 2(1)
D. 6 6 . . 6 6 5 6 3 5 6 5 3 2 1 2
. 3 2 1 6 1 2 3 6 5 3 5 3 2 1(2)
E. 6 1 6 2 6 1 6 5 6 1 6 2 6 1 6 5
6 1 6 2 6 1 6 5 3 3 6 5 3 2 1(2)
Ladr. “ SRI REJEKI “ PL. 5
Buka: . . 2 . 2 3 2 1 3 5 3 2 . 1 6(5)
A. 1 6 1 2 1 6 3 5 1 6 1 2 1 6 3 5
2 1 2 , 2 1 2 . 2 3 2 1 3 2 6(5)
B. 1 6 1 2 1 6 3 5 1 6 1 2 1 6 3 5
2 1 2 . 2 1 2 . 2 3 2 1 6 5 6(1)
C. . 1 1 1 2 3 2 1 3 2 1 2 . 1 6 5
. . 5 6 1 6 5 3 6 1 6 5 2 1 6(5)
D. . . 5 . 5 6 2 1 . 6 2 1 . . 2 1
3 5 3 2 . 1 6 5 2 6 2 1 2 6 4(5)
E. 2 4 5 6 2 4 2 1 2 4 5 6 5 4 6 5
2 4 5 6 2 4 2 1 2 4 5 6 5 4 6 5
2 4 5 6 2 4 2 1 2 4 5 6 5 4 6 5
. 2 . 3 . 2 . 1 . 3 . 2 . 6 .(5)
Ladr. “SANTI MULYA” PL. 5
Buka: . . . 3 3 3 2 1 5 6 1 2 . 1 6(5)
A. 6 1 6 5 6 1 6 5 2 4 5 6 5 4 2 1
6 5 6 1 6 5 6 1 2 3 2 1 2 1 6(5)
B. 2 1 6 5 2 1 6 5 6 3 2 1 1 6 3 5
. . 5 . 5 3 2 1 2 6 2 1 3 2 6(5)
C. 6 6 . . 4 5 6 1 . 2 6 5 6 5 6 1
3 2 1 2 1 6 4 5 2 1 3 2 1 6 3(5)
Ladr. “BABAR LAYAR” Pl. 6
Buka: 6 5 4 6 4 5 6 1 2 3 2 1 6 5 6(3)
A. 6 5 6 3 6 5 6 3 6 5 6 3 6 5 3 2
5 3 2 5 3 2 5 3 2 5 2 3 5 6 5(3)
B. 6 5 6 3 6 5 6 3 6 5 6 3 6 5 3 2
5 3 2 5 3 2 5 3 2 5 2 3 5 6 5(4)
C. . 4 . 4 . 4 . 1 . 1 . 1 . 1 . 5
. 1 . 5 . 1 . 5 . 4 4 6 4 5 6(1)
D. 6 5 4 6 4 5 6 1 6 5 4 6 4 5 6 1
6 5 4 6 4 5 6 1 2 3 2 1 6 5 6 (3)
Ladr, “SRI NINDHITA” PL. 6
Buka : . 2 . 1 . 2 . 1 2 2 1 1 . 6 . (5)
A. . 2 . 1 . 6 . 5 . 2 . 1 . 6 . 5
. 6 . 5 . 2 . 1 . 2 . 1 . 6 . (5)
B. . . . 2 . . . 1 . . . 6 . . . 5
. . . 2 . . . 1 . . . 6 . . . 5
. . . 6 . . . 5 . . . 2 . . . 1
. . . 2 . . . 1 . . . 6 . . . (5)
Ladr.”TEBU SAUYUN” PL. 6.
Buka : . 3 5 6 1 6 5 3 6 5 2 1 3 2 1 (6)
A. 2 1 2 3 2 1 2 6 2 1 2 3 1 5 6 1
3 2 6 5 3 2 3 5 1 2 1 6 3 5 2 (3)
B. 2 2 1 6 3 5 3 2 1 1 3 2 5 3 2 1
3 3 5 6 1 6 5 3 6 5 2 1 3 2 1 (6)
Ladr. “WAHANA PL. Br.
Buka: 6 7 2 3 . 2 . 7 5 6 5 3 2 7 5 (6)
A. 7 6 2 3 5 6 5 3 6 5 6 7 6 5 2 3
6 5 3 2 5 3 2 7 5 6 5 3 2 7 5 (6)
B. 7 6 . 6 7 2 3 5 6 7 6 . 5 2 3
6 3 . 3 5 6 7 2 6 5 7 . 6 5 3
6 3 . 3 6 3 2 6 7 2 3 2 . . , 7
. 5 . 6 . 5 . 3 . 2 . 7 . 5 . (6)
Ktw. “GONDO MASTUTI” PL. 6
Buka: 6 1 2 3 . 2 . 1 3 3 1 2 . 1 . (6)
A. . 2 . 3 . 2 . 1 . 3 . 2 . 1 . (6)
. 2 . 3 . 2 . 1 . 3 . 2 . 1 . (6)
B. 2 3 2 1 6 5 3 2 5 3 2 1 3 2 1(6)
2 3 2 1 6 5 3 2 5 3 2 1 3 2 1(6)
7 5 7 6 5 4 2 1 3 5 3 2 . 1 2(6)
Ktw. “PUSPANJOLO” PL. 6
Buka: . 1 1 1 3 3 2 2 3 3 2 1 3 2 1(6)
A. 3 2 1 6 3 5 3 2 5 3 2 1 3 2 1(6)
3 2 1 6 3 5 3 2 5 3 2 1 3 2 1(6)
B. . . 6 . 2 3 2 1 3 2 6 5 2 3 5(3)
. 5 6 1 6 5 2 3 6 5 6 1 6 5 2(3)
2 2 . . 3 1 2 3 . 6 . 5 2 1 2(6)
Ktw. “IBU PERTIWI” PL. 5
Buka: . 2 2 2 5 5 6 1 3 3 1 2 . 1 6(5)
A. 2 2 . . 5 5 6 1 . 6 1 2 . 1 6(5)
B. 2 2 . . 5 5 6 1 . 1 6 5 . 2 . (1)
. 3 . 2 3 5 6 5 ..165421 24564(5)
.6.54561 .6241245 2 2 . . 5 5 6(1)
. 2 . . 2 1 6 5 2 4 5 6 5 4 2(1)
Ktw. “ SUBO KASTOWO” PL. 9
Buka: . 2 . 1 . 2 . 1 2 2 1 1 . 6 . (5)
A. . 1 . 6 . 1 . 5 . 1 . 6 . 1 . (5)
. 1 . 6 . 1 . 5 . 1 . 6 . 1 . (5)
B. . 2 . 1 . 6 . 5 . 2 . 1 . 6 . (5)
. 2 . 1 . 6 . 5 . 2 . 1 . 6 . (5)
. 2 . 1 . 2 . 6 . 2 . 1 . 6 . (5)
Ktw. “MIJIL WIGARINGTYAS” PL. 6
Buka: 5 4 5 6 5 4 1 2 3 5 1 6 5 5 5 (5)
A. 2 1 2 6 2 1 6 5 2 1 2 6 2 1 6 (5)
2 1 2 6 2 1 6 5 2 1 2 6 2 1 6 (5)
B. 6 6 . 6 5 5 6 1 5 6 1 2 3 1 6 (5)
1 2 1 6 5 2 1 6 2 3 2 1 3 2 1 (6)
5 45 6 5 4 1 2 3 5 1 6 2 1 6 (5)
Ktw. “ GONDANG KASIH” PL. 5
Buka . . . (5)
A. . . 5 6 1 2 1 6 1 5 6 1 2 1 6(5)
B. . . 5 6 1 2 1 6 1 5 6 1 2 2 3(2)
. . 2 . 2 2 1 2 3 3 2 1 6 5 3(5)
. . 5 . 3 1 2 3 . 3 3 3 1 2 3(5)
2 1 . . 1 1 . . 1 1 . 2 4 5 6(5)
4 2 1 6 . . 5 6 1 2 1 6 5 5 1(2)
. . 2 . 2 2 1 2 3 3 2 1 6 5 3(5)
Ktw. “LANGEN GITO” PL. 5
Buka: Srinalendro . . . . . . . . . . .(6)
A. . 1 . 2 . 1 . 6 . 1 . 2 . 6 . (5)
. 1 . 2 . 1 . 6 . 1 . 2 . 6 . (5)
B. 6 6 . . 6 6 5 6 1 1 . 6 5 4 1(2)
. . 2 4 5 6 4 5 1 2 1 6 5 4 1(2)
1 1 . . 5 6 1 2 . 6 2 1 . 6 4(5)
Ktw. “LANGEN GITO” PL. Br.
Buka: Sri Nalendro kang . . . . . (6)
A. . 2 . 3 . 2 . 7 . 2 . 3 . 7 . (6)
. 2 . 3 . 2 . 7 . 2 , 3 . 7 . (6)
B. 7 7 . . 7 7 6 7 2 2 . 7 6 5 2 (3)
. . 3 5 6 7 5 6 3 5 6 7 6 5 2 (3)
2 2 . . 6 7 2 3 . 7 3 2 . 7 5 (6)
Ktw. “GAMBUH “ PL. 6
Buka: . . 2 6 1 2 3 2 6 1 2 3 6 5 3(2)
A. . . 2 6 1 2 3 2 6 1 2 3 6 5 3(2)
. . 2 6 1 2 3 2 6 1 2 3 6 5 3(2)
B. . . 2 1 6 5 3 5 35 632 . 1 6 (5)
35 632 . 1 3 2 5 6 5 4 2 1 6 (5)
2 2 . 3 1 2 3 2 6 1 2 3 6 5 3 (2)
Ktw. “ TUMADAH” PL. 6
Buka: . 2 2 3 1 2 3 2 3 2 1 6 2 1 6(5)
A. 2 2 . 3 1 2 3 2 3 2 1 6 2 1 6(5)
2 2 . 3 1 2 3 2 3 2 1 6 2 1 6(5)
B. 1 1 . . 1 1 2 1 3 2 1 2 . 1 2(6)
. 1 3 2 6 3 2 1 6 1 2 . 2 3 2(1)
6 6 . . 6 5 3 2 3 5 1 6 2 1 6(5)
Ktw. “BRONDONG MENTUL” PL. Br.
Buka: 3 2 3 . 3 2 6 7 6 7 2 3 2 7 5(6)
A. 3 2 3 . 3 2 6 7 6 7 2 3 2 7 5(6)
3 2 3 . 3 2 6 7 6 7 2 3 2 7 5(6)
B. . 7 3 2 6 7 3 2 6 7 2 3 5 6 5(3)
7 7 . . 3 2 6 5 3 3 . 5 6 7 5(6)
5 5 . . 7 6 5 3 2 7 2 3 2 7 5(6)
Ktw. “KUTUT MANGGUNG” PL. Br.
Buka: 6 7 2 3 . 2 . 7 . 3 . 2 . 7 . (6)
A. . 2 . 3 . 2 . 7 . 3 . 2 . 7 . (6)
. 2 . 3 . 2 . 7 . 3 . 2 . 7 . (6)
B. . . 6 . 3 2 7 6 3 5 6 7 6 5 2(3)
. . 3 . 7 2 7 6 3 5 6 7 6 5 2(3)
2 2 . . 2 3 2 7 5 6 5 3 2 7 5(6)
Ktw. “PUCUNG WUYUNG” PL. 5
Buka: . . . 5 5 6 1 2 6 6 5 4 2 1 6(5)
A. . . . 5 2 1 6 5 2 1 5 6 2 1 6(5)
B. . . . 5 3 5 6 1 2 1 5 6 3 5 6(1)
3 2 6 5 . 4 6 5 1 6 5 4 2 3 2(1)
. 1 1 1 5 6 1 2 6 5 2 1 2 1 6(5)
Ktw. “S I N O M” PL. 6.
Buka Celuk . . . . (1)
- . . 2 . 2 2 . 1 5 6 5 3 5 6 1 6)
- . 1 3 2 6 3 2 1 . 3 . 2 . 1 . (6)
- 3 3 . . 5 6 5 3 2 2 1 6 3 5 3(2)
- 6 1 3 2 6 3 2 1 . 3 . 2 . 1 . (6)
- . . 6 . 3 5 3 2 5 3 2 1 3 5 3(2)
Ktw. “PUSPA GIWANG” PL.Br.
Buka : . 7 7 7 3 3 2 2 3 3 2 7 3 2 7(6)
A. 7 5 6 7 3 5 3 2 5 3 2 7 3 2 7(6)
7 5 6 7 3 5 3 2 5 3 2 7 3 2 7(6)
B 3 3 . . 3 3 5 6 7 2 7 6 3 5 3 (2)
6 7 3 2 6 7 3 2 5 6 5 3 2 7 5 (6)
Ktw. “SINOM WENI KENYO.
Buka : . 6 6 6 2 2 1 1 2 2 1 6 2 1 6 (5)
A. 6 6 . . 2 3 2 1 3 2 16 2 1 6(5)
B. 1 1 . . 2 3 2 1 2 1 6 5 1 6 5 (3)
1 1 . . 2 1 6 5 . 2 5 3 1 2 3 (5)
6 6 . . 2 1 6 5 2 1 5 2 5 3 2 (1)
5 5 . . 5 5 6 5 . 2 5 3 1 2 3 (5)
6 6 . . 2 1 6 5 2 1 5 2 5 3 2 (1)
Ktw. “SINOM LOGONDHANG PL. Br.
Buka: . 3 2 3 2 7 6 5 . 6 5 6 7 2 3 (2)
A. . . 2 3 2 7 6 5 7 6 5 6 3 5 3 (2)
B. . . 2 . 2 7 6 5 . 5 3 2 3 5 6 (5)
. . 5 . 7 6 3 2 3 27 2 . 7 6 (5)
2 2 . . 2 2 3 5 7 6 5 6 3 5 3 (2)
7 7 . . 2 7 6 5 7 6 7 2 7 6 7 (5)
. . 5 . 6 7 6 5 7 6 5 6 3 5 3 (2)
Gend. “BOYONG” Pl. Br.
Buka: 3327 .672 2327 3265 .3.(2)
A. . 6 . 5 . 6 . 3 . 6 . 5 . 3 . 2
. 6 . 5 . 6 . 3 . 6 . 5 . 3 .(2)
. 7 . 6
B. 6 6 . . 6 6 . . 6 7 6 5 3 3 5 6
. 7 6 5 3 3 . 5 6 7 5 6 . 5 2 3
. 5 6 7 . . 7 . 7 6 5 6 . 5 2 3
6 6 . . 6 5 3 2 7 2 3 2 . 7 5 6
3 3 . . 3 3 . 5 6 5 3 2 . 7 5 6
2 2 . . 2 3 2 7 3 2 6 5 . 3 . (2)
C. . 7 . 6 . 7 . 6 . 7 . 6 . 5 . 3
. 6 . 5 . 6 . 5 . 3 . 2 . 7 . (6)
D. 2 3 2 7 3 2 7 6 2 3 2 7 3 2 7 6
2 2 . . 2 3 2 7 3 2 6 5 7 6 5 3
2 2 . . 2 3 2 7 3 2 6 5 7 6 5 6
3 5 6 7 6 5 3 2 5 6 5 3 2 7 5(6)
Gend. “LOGONDANG” PL. 5
Buka: . 556 4565 .33 . 2532 1561. 16(5)
A . 6 5 . 5 6 1 2 3 1 2 . 5 3 2 1
. . 1 6 5 6 1 2 3 1 2 . 5 3 2 1
. 2 3 5 . . 5 . 5 5 . 6 4 5 6 5
3 3 . 2 5 3 2 1 5 6 1 2 . 1 6(5)
B. 1 1 . . 1 1 2 1 3 2 1 2 . 1 6 5
. 6 2 1 . . 1 . 3 2 1 2 . 1 6 5
. . 5 . 5 5 4 5 6 6 . . 4 5 6 5
3 3 . 2 5 3 2 1 5 6 1 2 . 1 6(5)
C. 6 5 3 2 1 2 3 5 6 5 3 2 1 2 3 5
1 1 . . 1 2 3 5 3 2 3 1 3 2 3(5)
D. . 6 . 5 . 2 . 1 . 3 . 2 . 6 . 5
. 6 . 5 . 2 . 1 . 3 . 2 . 6 . 5
. 2 . 1 . 2 . 1 . 3 . 2 . 6 . 5
. 3 . 2 . 3 . 1 . 3 . 2 . 6 . (5)
Gend. PRABU MATARAM PL. 6
Buka : 1 2 1 6 1 2 1 5 1 2 1 6 5 5 .(5)
A. 1 2 1 6 1 2 1 5 1 2 1 6 1 2 1 5
1 2 1 6 1 2 1 5 1 2 1 6 5 2 3(5)
- 2 3 5 6 2 1 6 5 2 1 2 6 2 1 6 5
2 3 5 6 2 1 6 5 2 1 2 6 5 5 6(1)
- . . 1 1 6 5 6 1 2 3 2 1 6 5 3 5
. . 5 6 1 6 3 2 3 5 3 2 1 6 3(5)
B. . 1 . 2 . 1 . 6 . 1 . 2 . 1 . 5
. 1 . 2 . 1 . 6 . 1 . 2 . 1 . 5
. 1 . 2 . 1 . 6 . 1 . 2 . 1 . 5
. 1 . 2 . 1 . 6 5 5 . 2 3 5 6(5)
C. 2 2 . 3 5 6 1 6 1 5 6 1 6 5 3 5
2 3 5 3 2 1 2 6 3 5 3 2 1 6 3(5)
2 2 . 3 5 6 1 6 1 5 6 1 6 5 3 5
2 3 5 3 2 1 2 6 5 5 . 6 1 5 6(1)
D. . . 1 . 1 1 . . 1 1 6 5 3 5 6 1
2 2 . 2 5 3 2 1 6 5 . 2 3 5 6 5
. . 5 . 5 5 . 6 1 6 5 6 5 3 1 2
1 6 1 5 1 6 1 2 3 5 3 2 1 6 3(5)
Gend. GATI RAJA PL. 6
Buka. . 2 . 2 3 1 2 3 6 5 3 2 3 1 2 3
5 6 . 7 6 5 3 5 3 3 2 1 2 2 .(2)
A. Buka kecuali gatra Gong 6 1 3(2)
B. 3 5 . 2 3 5 6 5 6 5 4 2 1 2 4 5
6 5 4 2 1 2 4 5 4 2 1 6 5 6 2(1)
C. . 1 . 6 5 6 1 2 3 1 2 3 6 5 3 2
. . 2 1 6 1 2 3 . 5 . 3 2 1 2(1)
D. . 1 . 1 6 1 2 3 6 5 3 2 3 1 2 3
5 6 . 7 6 5 3 5 3 3 2 1 6 1 3(2)
Gend. “SOBANLAH” PL. 5.
Buka : . 5 5 3 . 5 3 . 1 2 3 5 . . 2 1
. . 2 1 . . 2 3 . 5 3(2)
A. . . 2 1 . . 2 1 . . 2 3 . 5 3 2
. . 6 7 6 5 3 2 . . 6 7 6 5 3 2
. 2 2 . 2 3 5 6 . . 2 2 2 3 5 6
. . 2 1 . . 2 1 . . 2 3 . 5 2(3)
B. . 3 6 5 2 3 2 1 . 3 6 5 2 3 5 6
. 1 2 3 2 1 6 5 2 3 2 1 2 3 1(2)
Gend.”MUNCAR” PL.Br.
Buka : 2 2 7 . 2 7 6 5 II x 2 3 5 . 2 3 5 6
7 7 5 6 .5 3 (2)
A . 3 6 5 . . 5 . 7 6 5 6 . 5 3 2
6 5 6 7 6 5 3 2 7 3 7 2 . 7 6 5
7 6 7 5 7 6 7 2 7 3 7 2 . 7 6 5
2 3 5 . 2 3 5 6 7 7 5 6 . 5 3 (2)
Gend. “RANDU KINTIR” PL.6
Buka : . 6 6 5 6 3 5 6 3 5 3 6 6 5 3 2 1 1 2 3 2 1 2(6)
A. . . 6 1 2 3 2 1 . . 1 2 3 5 3 2
. 12 6 2 3 2 1 . . 1 2 3 5 3 2
. 12 6 . . 6 . 2 3 2 1 3 2 1 6
3 6 3 5 6 5 3 2 1 1 2 3 2 1 2(6)
B. 1 1 . . 3 2 1 6 3 5 6 5 3 2 1 2
1 1 . . 3 2 1 6 3 5 6 5 3 2 1 2
. 12 6 . . 6 . 2 3 2 1 3 2 1 6
3 5 3 6 6 5 3 2 1 1 2 3 2 1 2(6)
Ladr. “AYUN – AYUN” GOBYOG
A. 2 3 2 1 3 5 3 2 5 3 2 1 3 5 3 2
6 3 5 6 2 1 6 5 3 6 3 2 3 1 2(6)
B. 5 6 . . 2 3 2 1 2 1 . . 3 5 3 2
1 2 . . 2 3 2 1 2 1 . . 3 5 3 2
1 2 . . 2 3 5 6 2 3 2 1 6 5 4 5
6 3 5 6 3 5 3 2 5 3 1 6 2 1 2(6)
Gend. “SEMBOWO” PL.5
Buka : 0 . 5 . 3 . 3 . 3 2 1 . 3 1 2 3 5 2 (3)
A. . . 3 2 5 3 2 1 . 3 1 2 3 5 2 3
. . 3 2 5 3 2 1 . 3 1 2 3 5 6 5
. . . 5 5 5 . 6 7 6 5 6 5 3 2 3
12 3 . 5 3 2 1 . 3 1 2 3 5 2(3)
B. 5 6 5 2 5 6 5 3 5 6 5 2 5 6 5 3
5 6 5 2 5 6 5 3 2 3 2 1 6 1 2(3)
C. 5 6 5 2 5 6 5 3 5 6 5 2 5 6 5 3
5 6 5 2 5 6 5 3 1235 .321 66 .1235(3)
D. ..3. 33.. 3321 6123 11..11.. 1132 . 165
..5. 55.6 1132 .165 3.2.3.1 .312 356(5)
E. ..5. 55.6 7767 5676 767. 7656 5321 6123
567. 7656 5321 6123 1235 .321 6611235(3)
http://h2rimuly.blogspot.com/2011/01/kumpulan-not-gamelan-jawa.html
Buka : . 7 7 7 5 6 7 2 . 7 6 5 6 7 6 (5)
A. 6 5 3 2 6 5 3 2 . 3 2 3 6 5 3 (2)
6 5 3 2 6 5 3 2 . 3 2 3 6 5 3 (2)
B. 7 5 6 7 5 6 7 2 . 7 6 5 6 7 6 (5)
7 5 6 7 5 6 7 2 . 7 6 5 6 7 6 (5)
Lanc. “GUGUR GUNUNG” PL. Br.
Buka : . 3 2 3 . 6 . 5 . 7 . 6 . 2 2(2)
A. . 6 . 7 . 6 . 7 . 3 . 5 . 7 . (6)
. 2 . 7 . 2 . 7 . 6 . 5 . 2 . (3)
. 5 . 6 . 5 . 6 . 2 . 3 . 6 . (5)
. 2 . 3 . 2 . 3 . 6 . 5 . 3 . (2)
Lanc. “SARUNG JAGUNG” PL. Br.
Buka : . . . 3 3 2 7 6 5 3 6 5 . 2 . (2)
A. 6 . 6 2 6 . 6 2 6 5 3 5 6 7 5 (6)
2 . 2 6 2 . 2 6 3 5 6 5 3 2 1 (2)
B. . 6 7 2 3 2 7 2 . 6 7 2 5 6 7 (2)
. 3 2 . 3 2 7 6 5 3 6 5 3 2 1 (2)
. 3 5 2 6 6 72 3 2 3 4 3 2 7 (6)
. 7 5 3 2 7 3 2 6 7 2 3 6 7 6 (5)
. 6 7 5 3 2 1 2 5 3 2 7 5 6 5 (3)
. 6 7 2 3 2 7 6 5 3 6 5 3 2 7 (2)
Lanc. “AJA - LAMIS” PL. 6
Buka : . 2 . 3 . 5 . 6 . 2 . 1 . (6)
A. . 3 . 1 . 3 . 2 . 3 . 6 . 3 . (5)
. 3 . 1 . 3 . 2 3 5 6 1 3 2 1(6)
B. . 2 . 3 . 2 . 1 . 6 . 5 . 2 . (3)
. 1 . 2 . 3 . 5 . 2 . 3 . 2 . (1)
. 2 . 3 . 2 . 1 . 6 . 5 . 2 . (3)
. 1 . 2 . 3 . 5 . 6 . 2 . 1 . (6)
. 2 . 1 . 2 . 3 . 5 . 6 . 5 . (3)
. 6 . 5 . 6 11 .22.66 5 4 6(5)
. 2 . 3 . 2 . 1 . 6 . 5 . 2 . (3)
. 1 . 2 . 3 . 5 . 6 . 5 . 1 . (6)
Lanc. “MARI KANGEN” PL. 6.
Buka: . . . 3 3 5 3 2 . 3 . 1 . 6 . (5)
A. . 5 5 5 3 2 3 5 . 5 5 5 3 5 6 (1)
. 1 2 3 5 3 2 1 2 3 2 1 2 1 6 (5)
B. . . . 1 5 6 2 1 5 6 6 6 2 1 6 (5)
. . . 3 1 2 5 3 1 2 2 2 6 1 6 (5)
. . 2 1 6 5 3 2 3 2 3 5 3 2 1 (6)
. 1 . 5 . 1 . 6 . 1 . 5 . 1 . (6)
. . 1 6 1 5 6 2 . 6 1 5 1 6 5 (2)
. . 6 5 . 3 2 1 3 5 3 2 . 1 6 (5)
. 5 5 . 5 3 2 1 3 2 1 2 3 1 6 (5)
Lgm. “CAPING GUNUNG” PL. Br.
A. 2 3 2 7 5 3 5 6 7 6 3 2 3 5 3 (2)
2 3 2 7 5 3 5 6 7 5 3 2 5 6 7 (6)
5 3 5 6 7 2 7 6 5 6 7 2 7 2 6 (7)
2 3 2 7 5 3 5 6 7 6 3 2 3 5 7 (6)
Ompak :2 3 2 7 5 3 5 6 7 6 3 2 3 5 7 (6)
Lgm “NYIDAM SARI” PL. 6
A. 2 3 2 1 6 3 2 1 2 1 6 5 2 3 5 (3)
2 3 2 1 6 3 2 1 2 1 6 5 2 3 5 (6)
5 6 1 2 6 3 2 1 2 1 6 5 4 2 4 (5)
2 3 2 1 6 3 2 1 2 1 6 5 2 3 5 (6)
Ompak: 2 3 2 1 6 3 2 1 2 1 6 5 2 3 5 (6)
Lanc, “KUWI APA KUWI” PL. Br.
Buka : . 3 . 2 . 3 . 2 6 . 6 (6)
A. 2 3 2 3 2 7 2 7 3 2 3 2 7 6 7 (6)
Lanc. “SUWE ORA JAMU” PL. 6
Buka : . . 2 3 1 2 3 2 3 5 6 5 4 2 1 (6)
A. 2 3 2 3 12 3 2 3 5 6 5 4 2 1 (6)
Lgm “YEN ING TAWANG” PL. 6
A. 2 1 2 3 2 3 2 1 2 1 6 5 2 3 2 (1)
2 1 2 3 2 3 2 1 2 1 6 5 3 2 1 (6)
5 6 3 2 1 3 2 1 2 1 6 5 1 6 2 (1)
2 1 2 3 2 3 2 1 2 1 6 5 3 2 1 (6)
Ompak. 5 6 5 3 2 3 2 1 2 1 6 5 3 2 1 (6)
Lgm. “PRAHU LAYAR” PL. 6
Buka : kendang. t t p (5)
A. . . 4 5 4 5 4 5 4 5 4 5 . 6 . (1)
. . 2 1 2 1 2 1 2 1 2 1 . 6 . (5)
B. . 5 5 5 5 1 5 5 6 5 3 2 5 3 2 (1)
. 5 5 5 5 1 5 6 6 5 3 2 5 3 2 (1)
. . 7 1 2 5 6 1 . 1 1 1 5 6 1 (2)
. 2 3 2 1 1 2 1 . 1 2 1 2 1 2 (1)
. 1 1 5 4 5 4 5 6 5 3 2 5 3 2 (1)
. 2 3 2 3 2 3 2 6 6 2 1 2 1 6 (5)
Lgm “JENANG GULA” PL. Br.
Buka : Bowo . . . .
A. 2 3 2 7 5 6 7 5 7 6 3 2 5 6 2 (7)
2 3 2 7 5 6 7 5 7 6 3 2 5 6 5 (3)
5 3 5 6 5 6 7 5 7 6 3 2 5 3 5 (6)
5 6 . 7 5 6 7 5 7 6 3 2 5 6 5 (3)
Ompak: 2 3 2 7 5 6 7 5 7 6 3 2 5 6 5 (3)
Lgm.“SETYO TUHU” PL. 5
Buka : Bowo . . . . .
A. 5 6 2 1 5 6 4 5 . 6 1 2 5 6 1 (2)
5 6 2 1 5 6 4 5 . 6 3 2 5 3 2 (1)
. 2 3 5 6 5 1 6 5 6 3 2 . . . (5)
3 2 . 1 5 6 4 5 . 6 3 2 5 3 2 (1)
Ompak : 5 6 2 1 5 6 4 5 . 6 3 2 5 3 2 (1)
Lanc. “KEBOGIRO” PL. Br.
Buka : 5 6 7 2 7 3 7 2 7 6 7 (5)
A. . 6 . 5 . 3 . 2 . 3 . 2 . 6 .(5)
B. . 6 . 5 . 3 . 2 . 3 . 2 . 6 .(5)
C. . 6 . 5 . 6 . 7 . 6 . 7 . 6 .(5)
D. . 6 . 5 . 6 . 7 . 6 . 7 . 6 .(5)
E. . 7 . 6 . 3 . 2 . 3 . 2 . 6 .(5)
Lanc. “SINGA NEBAH” Pl. Br.
Buka: . 5 3 2 . 5 3 2 . 5 . (3)
A. . 5 . 3 . 5 . 3 . 5 . 3 . 6 .(7)
B. . 6 . 7 . 6 . 7 . 6 . 7 . 3 .(2)
C. . 3 . 2 . 3 . 2 . 3 . 2 . 5 .(3)
Lanc. “GAMBUH” PL. 6
Buka : . 5 6 . 5 3 6 5 . 2 . 1 . 2 . (6)
A. . 3 . 6 . 3 . 6 . 3 . 2 . 1 . (6)
B. . 3 . 6 . 3 . 6 . 6 . 5 . 3 . (2)
C. . 5 . 3 . 2 . 1 . 3 . 2 . 1 . (6)
D. . 3 . 6 . 3 . 6 . 2 . 1 . 2 . (3)
E. . 6 . 5 . 3 . 5 . 3 . 2 . 1 . (2)
F . 6 . 2 . 6 . 2 . 6 . 3 . 5 . (6)
G. . 2 . 1 . 6 . 5 . 2 . 3 . 5 . (6)
Lanc.” WIRAHAT BALA” PL. Br.
Buka : . 7 . 6 . 7 . 6 . 3 . (2)
A. . 3 . 2 . 7 . 6 . 7 . 6 . 3 . (2)
B. . 7 . 6 . 3 . 2 . 5 . 3 . 2 . (6)
C. . 5 . 3 . 6 . 5 . 2 . 7 . 5 . (6)
D. . 5 . 3 . 6 . 5 . 2 . 7 . 5 . (6)
E. . 2 . 3 . 2 . 7 . 6 . 5 . 3 . (2)
Lanc. “ILIR- ILIR” PL. 6.
Buka : . 6 6 . 6 5 3 5 . 2 . 1 . 2 .(6)
A. . 5 . 6 . 1 . 2 . 6 . 3 . 6 . (5)
B. . 2 . 3 . 6 . 5 . 2 . 1 . 2 . (6)
C. . 5 . 6 . 1 . 2 . 6 . 3 . 6 . (5)
D. . 2 . 3 . 6 . 5 . 2 . 1 . 2 . (6)
E. . 5 . 6 . 1 . 2 . 6 . 3 . 6 . (5)
F. . 2 . 3 . 6 . 5 . 2 . 1 . 2 . (6)
G. . 3 . 5 . 6 . 5 . 2 . 1 . 2 . (6)
Lanc. “RICIK – RICIK PL. Br.
Buka : 6 3 5 6 . 5 3 2 . 3 5 (6) 1 . (6)
A. . 3 . 5 . 6 . 5 . 6 . 5 . 7 . (6)
B. . 3 . 5 . 6 . 5 . 6 . 5 . 7 . (6)
C. . 3 . 2 . 3 . 2 . 3 . 2 . 7 . (6)
D. . 3 . 2 . 3 . 2 . 3 . 2 . 7 . (6)
Lanc. “TROPONGAN” PL. 6.
Buka : . 3 2 1 . 3 1 2 3 5 6 (5)
A. . 7 . 6 . 5 . 6 . 5 . 4 . 6 . (5)
B. . 6 . 5 . 6 . 5 . 3 . 6 . 3 . (2)
C. . 5 . 3 . 5 . 3 . 2 . 3 . 2 . (1)
D. . 2 . 1 . 2 . 1 . 3 . 5 . 6 . (5)
Tabuhan ngaracik/ nyacah.
A. 6 3 5 6 7 6 5 6 5 4 2 4 2 1 6(5)
B. 2 1 6 5 2 1 6 5 2 1 5 6 1 2 3(2)
C. 3 1 2 3 5 6 5 3 5 6 5 3 2 3 2(1)
D. 2 3 2 1 2 3 2 1 2 3 1 2 3 5 6(5)
Lanc. “TROPONG BANG” PL. 6.
Buka : 3 1 3 2 5 6 1 2 1 6 4 (5)
A. . 3 . 2 . 3 . 2 . 1 . 6 . 4 . (5)
B. . 1 . 6 . 1 . 6 . 4 . 2 . 4 . (5)
Tabuhan ngracik/nyacah.
A. 3 1 3 2 3 1 3 2 5 6 1 2 1 6 4 (5)
B. 1 2 1 6 1 2 1 6 5 6 1 2 1 6 4 (5)
Lanc. “GULA KLAPA” PL. 5
Buka : 5 56 5 65 6 1 2 3 1 6 (5)
A. . 6 . 5 . 6 . 1 . 3 . 2 . 6 .(5)
. 6 . 5 . 6 . 1 . 3 . 2 . 6 .(5)
. 6 . 3 . 2 . 1 . 5 . 3 . 2 .(1)
. 5 . 5 . 6 . 5 . 6 . 1 . 6 .(5)
B. 6 5 6 . 6 5 6 1 3 3 1 2 3 1 6(5)
6 5 6 . 6 5 6 1 3 3 1 2 3 1 6(5)
. 5 1 6 5 3 2 1 5 5 6 3 5 3 2(1)
. 5 5 . 6 4 6 5 6 561 2 3 1 6(5)
Lanc. “MAKARYA” PL. Br.
Buka : . 3 2 . 6 5 3 5 . 2 . 7 . 5 . (6)
A. . 5 6 . 3 5 6 7 . 2 . 3 . 2 .(7)
. 6 7 . 7 6 5 3 . 6 . 5 . 7 .(6)
. 5 6 . 3 5 7 6 . 2 . 3 . 2 .(7)
. 3 2 . 6 5 3 5 . 2 . 7 . 5 .(6)
Lanc. “CUCUR BIRU” PL. 5.
Buka :
A. 2 1 6 5 2 16 5 6 5 3 2 1 6 3(5)
B. 2 1 6 5 2 1 6 5 6 5 32 1 6 3(5)
C. . . 5 . 5 3 2 1 2 6 1 2 3 1 6(5)
D. . . 5 . 5 3 2 1 2 6 1 2 3 1 6(5)
E. 3 2 3 6 3 2 3 5 3 2 3 6 3 2 3(5)
F. 2 2 . 3 5 3 2 1 5 6 1 2 3 1 6(5)
Lanc. “KANDANG BUBRAH”PL.6.
Buka : 3 . 1 2 3 . 6 5 2 1 3 2 1 (6)
A. . . 3 . 1 2 3 . 6 5 2 1 3 2 1(6)
B. . . 3 . 1 2 3 . 6 5 2 1 3 2 1(6)
C. 5 2 5 3 5 2 5 3 6 5 2 1 3 2 1(6)
D. 5 2 5 3 5 2 5 3 6 5 2 1 3 2 1(6)
Lgm” LARA BRANTA” PL,6
Buka : Celuk. . . . . . . . . . . . . .
* 3 2 1 6 2 3 2 1 2 3 6 5 2 3 5 (3)
3 2 1 6 2 3 2 1 2 3 6 5 3 2 1 (6)
6 5 3 2 5 3 2 1 6 5 3 2 6 5 3 (5)
. . . 6 2 3 2 1 2 3 6 5 3 2 1 (6)
Lgm “WUYUNG” PL. 6
Buka : Celuk . . . . . . . . .
* . . . 1 2 3 5 3 1 2 3 5 2 3 2 (1)
2 3 2 1 2 3 5 3 1 2 3 5 2 3 5 (6)
. 5 3 2 5 3 2 1 3 2 1 2 3 1 6 (5)
. . . 1 2 3 5 3 1 2 3 5 2 3 5 (6)
Lgm “ DANGDUT JAMU JAWA” PL.6
Buka : . 5 5 . 5 3 5 6 . 2 . 1 . 6 . (5)
A. . . 6 5 . . 6 5 6 5 3 2 . 1 . (6)
. . 5 6 . . 5 6 5 6 2 1 . 3 . (2)
. . 3 2 . . 3 2 3 2 3 1 . 6 . (5)
B. . 1 . 1 1 . 2 . 1 . 3 . 2 . 1 . (6)
. 6 . 6 6 . 5 . 6 . 5 . 3 . 5 . (6)
. 6 . 6 6 . 3 . 2 . 1 . 3 . 1 . (2)
. 2 . 2 2 . 5 . 6 . 5 . 3 . 5 . (6)
. 6 . 6 6 . 3 . 2 . 1 . 3 . 1 . (2)
. 5 . 3 . 5 . 6 . 2 . 1 . 6 . (5)
. 1 . 6 . 1 . 5 . 2 . 4 . 6 . (5)
Ladr. “WILUJENG” PL. Br.
Buka : . 7 3 2 6 7 2 3 7 7 3 2 . 7 5 (6)
A. 2 7 2 3 2 7 2 6 3 3 . . 6 5 3 2
5 6 5 3 2 7 5 6 2 7 2 3 2 7 5 (6)
B. 6 6 . . 7 5 7 6 3 5 6 7 6 5 3 2
6 6 . . 7 5 7 6 7 7 3 2 . 7 5 (6)
Ladr.” SRI KUNCORO PL.6
Buka : . 3 3 2 1 6 2 1 2 3 2 1 2 (6)
A. 2 1 2 3 2 1 2 6 2 1 2 3 2 1 2 6
3 3 . . 6 5 3 2 5 6 5 4 2 1 2(6)
B. 2 1 2 3 2 1 2 6 3 3 . . 6 5 3 2
1 1 . . 3 2 1 6 3 5 6 5 3 2 1(2)
C. 6 6 . . 6 5 4 5 1 2 1 6 3 5 3 2
3 5 6 5 2 1 2 6 3 5 3 2 . 1 2(6)
Ladr. “MUGI RAHAYU PL. Br.
Buka : . 66 7 6 5 7 6 5 3 6 7 3 (2)
A. 3 6 7 . 3 6 7 2 3 6 7 . 3 6 7 2
3 3 . . 6 7 6 5 7 6 5 3 6 7 3(2)
Ladr. “PEKSI KUWUNG” PL. 5
Buka: 6 6 1 2 6 6 1 2 . 6 . 3 . 6 . (5)
A. . 6 . 3 . 6 . 5 . 6 . 3 . 6 . 5
. 3 . 2 . 3 . 2 . 5 . 4 . 6 . (5)
B. . 6 . 3 . 6 . 5 . 6 . 3 . 5 . 6
. 5 . 6 . 5 . 6 . 2 . 3 . 6 . (5)
C. 2356 2123 . 6 . 5 2356 2123 . 6 . 5
. 3 . 2 . 3 . 2 . 5 . 4 . 6 . (5)
Ladr. “GLEYONG” PL. 6.
Buka: . 2 2 3 5 6 7 6 5 4 2 1 2 (6)
A. 2 3 2 1 6 5 3 5 2 3 2 1 6 5 3 5
2 2 . . 2 3 5 6 7 6 5 4 2 1 2(6)
B. . 6 6 6 5 3 2 3 . 3 5 6 7 6 5 3
6 5 3 2 . 3 5 6 7 6 5 4 2 1 2(6)
Ladr. “ SUMIRAT ” PL.Br.
Buka: 7 5 6 . 7 6 5 3 5 6 5 2 5 6 5 (3)
A. 5 6 5 2 5 6 5 3 5 6 5 2 5 6 5 3
5 6 5 2 5 6 5 3 7 5 6 . 7 6 5 (3)
B. 7 5 6 . 7 6 5 3 5 6 5 2 5 6 5 3
7 5 6 . 7 6 5 3 5 6 5 2 5 6 5 (3)
Ladr. “SUSILO MADYO” PL. 5
Buka: . 5 5 . 5 6 5 3 5 3 6 1 2 3 1(2)
A. 5 3 6 1 2 3 1 2 5 3 6 1 2 3 1 2
. 3 5 6 2 3 5 6 2 3 2 1 6 5 4(5)
B. . 5 5 . 6 4 6 5 1 2 1 6 3 5 3 2
. 3 5 . 5 6 5 3 5 3 6 1 2 3 1(2)
Ladr. “SRI WIDODO” PL. Br.
Buka: . 2 3 5 7 6 5 3 2 7 2 3 2 7 5 (6)
A. 2 7 2 6 2 7 2 6 3 5 6 7 6 5 2 3
2 3 5 . 7 6 5 3 2 7 2 3 2 7 5 6
2 7 2 6 2 7 2 6 3 5 6 7 6 5 2 3
2 3 5 . 7 6 5 3 2 7 2 3 2 7 5(6)
B. 2 3 2 7 3 2 7 6 2 3 2 7 3 2 7 6
. . 6 . 7 5 7 6 3 5 6 7 6 5 2 3
2 3 5 . 7 6 5 3 2 3 5 . 7 6 5 3
7 7 5 6 . 5 2 3 2 7 2 3 2 7 5(6)
Ladr. “ENGGAR-ENGGAR” PL. Br.
Buka: . 6 6 7 6 5 7 6 5 6 7 5 2 (3)
A. 2 7 2 . 2 7 2 3 2 7 2 . 2 7 2 3
7 5 6 7 3 2 6 5 7 6 5 6 7 5 2(3)
B. 2726 5 6 7 6 5 2 3. 272 . 65676 . 523
7567 3 2 6 5 7 6 5 6 7 5 2 (3)
Ladr. “BAYEM TUR” PL. 6
Buka : . 3 3 . 3 6 3 5 3 6 3 5 3 1 3(2)
A. . 3 5 6 3 5 3 2 . 3 5 6 3 5 3 2
. 3 3 . 3 6 3 5 3 6 3 5 3 1 3 2
. 3 5 6 3 5 3 2 . 3 5 6 3 5 3 2
. 3 3 . 3 5 3 2 . 3 5 6 3 5 3(2)
B. . 4 4 4 2 1 2 6 . 4 4 4 2 1 2 6
. 3 3 . 3 6 3 5 3 6 35 3 1 3 2
. 4 4 4 2 1 2 6 . 4 4 4 2 1 2 6
. 3 3 . 3 6 3 5 3 6 3 5 3 1 3(2)
Ladr. ” SERANG ” PL. Br.
Buka: 6 7 6 7 6 5 6 3 6 5 3 5 6 7 5 (6)
A. 7 5 7 6 7 5 7 6 7 5 7 6 3 5 6 7
2 3 2 7 6 5 6 3 6 5 3 5 6 7 5 6
7 5 7 6 7 5 7 6 7 5 7 6 3 5 6 7
2 3 2 7 6 5 6 3 6 5 3 5 6 7 5(6)
B. 3 3 . 1 2 3 5 3 6 7 6 5 3 2 1 2
5 3 2 1 6 5 3 2 5 3 2 3 5 6 5(3)
C 6 5 6 3 6 5 6 3 6 5 6 3 6 5 3 2
5 3 2 5 3 2 5 3 2 5 2 3 5 6 5(3)
D. 6 5 6 3 6 5 6 3 6 5 6 3 6 5 6 7
2 3 2 7 6 5 6 3 6 5 3 5 6 7 5(6)
Ladr. “BANTEN” PL. Br.
Buka : . 3 5 2 . 3 5 2 1 1 2 1 6 5 3(5)
A. 7 6 7 5 7 6 7 5 7 6 7 5 2 2 3 2
. 3 5 2 . 3 5 2 1 1 2 1 6 5 3(5)
B. 7 7 6 5 . 3 . 2 7 7 6 5 . 3 . 2
. 3 5 2 . 3 . 2 1 1 2 1 6 5 3 (5)
Ladr. “TIRTA KENCANA” PL. 5
Buka : 1 5 6 1 3 2 1 6 5 4 2 4 5 6 4(5)
A. 2 1 2 6 2 1 6 5 2 1 2 6 2 1 6 5
1 5 6 1 3 2 1 6 5 4 2 4 5 6 4(5)
B. . 5 6 1 2 5 6 1 2 5 6 1 2 1 6 5
. 5 6 1 2 5 6 1 2 5 6 1 2 1 6 5
. 1 . 5 . 6 . 1 . 3 . 2 . 1 . 6
. 5 . 4 . 2 . 4 . 5 . 6 . 4 . (5)
Ladr. “GEGER SAKUTO” PL. Br.
Buka: . 3 5 2 . 3 5 2 7 7 2 7 6 5 3(5)
A. . 5 6 7 2 7 6 5 . 5 6 7 2 7 6 5
7 6 7 5 7 6 7 5 6 6 7 6 5 3 2(6)
B. . 6 7 6 5 3 2 6 . 6 7 6 5 3 2 6
. 6 7 6 5 3 2 6 3 3 6 5 3 2 7 2
. 2 3 5 6 5 3 2 . 2 3 5 6 5 3(2)
Ladr. “BALABAK” PL. 6
Buka: 5 6 1 5 6 1 2 1 3 2 1 2 . 1 2 (6)
A. . 6 5 4 2 4 6 5 1 1 . . 2 3 2 1
5 6 1 5 6 1 2 1 3 2 1 2 . 1 2(6)
. 6 5 4 2 4 6 5 1 1 . . 2 3 2 1
5 6 1 5 6 1 2 1 3 2 1 2 . 1 2 (6)
B. . 6 5 4 2 4 6 5 7 7 . . 7 7 6 5
2 3 5 2 3 5 6 5 7 6 5 6 5 3 2(3)
C. 6 5 2 1 6 1 3 2 7 7 . . 7 7 6 5
2 3 5 2 3 5 6 5 7 6 5 6 5 3 2(3)
D. 6 5 2 1 6 1 3 2 5 5 . . 5 4 2 1
5 6 1 5 6 1 2 1 3 2 1 2 . 1 2(6)
Ladr. “KAGOK SALOMBO PL. Br.
Buka: . 2 3 5 2 3 5 6 7 7 2 7 6 5 3(5)
A. 7 6 5 3 5 2 3 5 7 6 2 3 5 2 3 5
1 6 2 3 5 2 3 5 6 7 2 7 6 5 3(2)
B. 7 7 . . 7 7 6 7 5 5 . . 7 6 5 6
2 3 5 2 3 5 6 5 6 7 2 7 6 5 3(2)
Ladr. “GIRANG – GIRANG” PL. Br.
Buka: . 2 3 5 6 5 3 2 6 5 3 5 3 2 3(2)
A. 3 2 3 5 6 5 3 2 3 2 3 5 6 5 3 2
3 2 3 5 6 5 3 2 3 2 3 5 3 2 3 2
3 2 3 5 6 5 3 2 3 2 3 5 6 5 3 2
3 2 3 5 6 5 3 2 3 2 3 5 3 2 3(2)
B. 3 5 6 7 6 5 2 3 7 2 7 6 7 5 2 3
6 5 2 7 6 7 2 3 6 5 3 5 3 2 3(2)
Ladr. “SINGO – SINGO” PL. Br.
Buka: . 7 6 7 2 3 2 7 6 7 6 5 3 5 6(7)
A. . 7 6 7 2 3 2 7 . 7 6 7 2 3 2 7
. 7 6 7 2 3 2 7 6 7 6 5 3 5 6 7
. 7 6 7 2 3 2 7 . 7 6 7 2 3 2 7
. 7 6 7 2 3 2 7 6 7 6 5 3 5 6(7)
B. . 7 7 7 6 5 3 2 . 2 3 5 6 5 3 2
. 2 3 5 6 5 3 2 4 3 2 7 6 5 3(2)
C. . . 2 3 4 3 2 3 . 3 . 2 2 3 2 7
. 7 6 7 2 3 2 7 6 7 6 5 3 5 6(7)
Ladr. “PANGKUR” PL. Br.
Buka: . 3 . 2 . 3 . 2 3 7 3 2 . 7 . (6)
A. 3 2 3 7 3 2 7 6 7 6 3 2 5 3 2 7
3 5 3 2 6 5 3 2 5 3 2 7 3 2 7(6)
B. . 3 . 2 . 3 . 7 . 3 . 2 . 7 . 6
7 7 . . 6 6 7 2 3 2 5 3 . 2 . 7
. . 5 3 6 5 3 2 3 2 5 3 6 5 3 2
6 7 3 2 6 3 2 7 . 3 . 2 . 7 . (6)
C. . . 2 . 4 3 2 3 . . 3 5 6 7 5 6
2 2 . . 4 3 2 7 3 2 6 5 7 6 5 3
. . 3 5 6 7 5 6 3 5 6 7 6 5 3 2
6 73 2 6 3 2 7 . 3 . 2 . 7 . (6)
Ladr. “TEDAK SAKING” PL. Br.
Buka: 2 3 4 . 4 3 2 7 6 7 6 5 3 5 6(7)
A. 2 3 2 6 2 3 2 7 2 3 2 6 2 3 2 7
2 3 2 6 2 3 2 7 6 7 6 5 3 5 6(7)
Ladr. “ GONJING MIRING” PL. Br.
Buka: 7 3 7 2 6 7 6 5 2 1 5 (6)
A. 2 7 2 6 2 7 2 6 3 5 6 7 6 5 3 2
7 3 7 2 7 3 7 2 6 7 6 5 2 7 5(6)
B. 2 3 2 7 3 2 7 6 2 3 2 7 3 2 7 6
2 2 . . 2 3 2 7 3 2 6 3 6 5 3 2
7 3 7 2 7 3 7 2 7 3 7 2 7 3 7 2
6 6 . . 6 7 6 5 7 6 2 7 3 2 7(6)
Gobyog:
7 2 7 2 7 2 7 3 7 3 7 3 7 2 7 2
7 3 7 2 7 2 7 3 7 3 7 3 7 3 7 2
6 6 . . 6 7 6 5 7 6 2 7 3 2 7(6)
Ladr. “KAPIRENTA “ PL.5
Buka: . 1 1 . 1 2 3 5 7 6 2 4 2 1 6 (5)
A. . 6 1 2 1 6 4 5 3 5 3 5 3 5 6 5
. 1 1 . 1 2 3 5 7 6 2 4 2 1 6 (5)
Ladr. “TEDAK SAKING” PL. 6
Buka: 1 2 3 . 3 2 1 6 5 6 5 4 2 4 5(6)
A. 1 2 1 5 1 2 1 6 1 2 1 5 1 2 1 6
1 2 1 5 1 2 1 6 5 6 5 4 2 4 5(6)
B. . 1 . 2 . 1 . 5 . 1 . 2 . 1 . 6
. 1 . 2 . 1 . 5 . 1 . 2 . 1 . 6
. 1 . 2 . 1 . 5 . 1 . 2 . 1 . 6
` 4 5 6 1 . 6 5 4 2 2 . 4 5 6 5(6)
C. . . 6 . 6 6 . . 6 6 5 4 2 4 5 6
4 4 . . 4 4 . . 4 4 6 5 2 4 5 6
. . 1 . 1 1 . 2 4 4 6 5 . 4 2 1
. 6 . 5 . 6 . 4 . 6 4 5 6 1 2(1)
D. . . 1 . 1 1 . 2 3 3 2 3 1 2 3 2
3 2 3 . 3 2 1 2 1 6 5 4 2 4 5 6
1 2 3 . 3 2 1 2 1 6 5 4 2 4 5 6
4 5 6 1 . 6 5 4 2 2 . 4 5 6 5(6)
Ladr. “HUGO – HUGO” PL. Br.
Buka: 2 3 2 . 2 3 2 5 6 7 2 7 6 5 3(5)
A. 2 3 2 . 2 3 2 5 2 3 2 . 2 3 2 5
2 3 2 . 2 3 2 5 6 7 2 7 6 5 3(5)
B. 7 6 7 2 7 6 7 5 7 6 7 2 7 6 7 5
7 6 7 2 7 6 7 5 6 7 2 7 6 5 3(5)
Ladr. “SRI SINUBA” PL. 6
Buka: . 3 3 . 6 5 3 2 3 2 1 6 2 1 6(5)
A. 1 6 1 2 1 6 3 5 1 6 1 2 1 6 3 2
3 3 . . 6 5 3 2 3 2 1 6 2 1 6(5)
B. 1 6 1 2 1 6 3 5 1 6 1 2 1 6 3 5
1 1 . . 1 1 2 1 3 2 1 2 . 1 6(5)
C. . . 5 6 1 6 5 4 2 3 2 1 3 2 1 6
3 3 . . 6 5 3 2 3 2 1 6 2 1 6(5)
Ladr. “SORO YUDHO” PL. 6
Buka: . 6 6 . 6 3 6 5 6 5 3 2 5 6 5(3)
A. . 6 3 5 6 1 2 1 3 2 6 5 3 5 6 1
3 2 6 5 3 2 3 5 1 2 1 6 5 3 2(3)
B. . 3 2 . 2 3 2 1 . 1 2 . 2 3 2 1
. 6 6 . 6 3 6 5 6 5 3 2 5 6 5(3)
Ladr. “LERE2 SUMBANGSIH” PL. 6
Buka: 31 2312 11 . . 3216 .356 . 53(2)
A. 1 2 1 6 5 6 1 2 1 2 1 6 5 6 12
5 3 5 6 2 1 2 6 3 3 2 1 3 2 (6)
B. 3 3 2 1 3 2 1 6 3 3 2 1 3 2 16
3 1 3 2 3 1 3 2 1 2 1 6 5 6 1(2)
C. 1 1 . . 3 2 1 6 . 3 5 6 . 5 3 2
1 1 . . 3 2 1 6 . 3 5 6 . 5 3 2
. 2 5 3 2 1 2 6 . 1 2 3 2 12 6
3 3 . . 3 3 2 1 6 1 2 3 2 12(6)
D. 3 3 . . 3 3 2 1 6 1 2 3 2 12 6
3 3 . . 3 3 2 1 6 1 2 3 2 12 6
. 3 . 1 2 3 1 2 5 3 2 1 2 3 12
1 1 . . 3 2 1 6 . 3 5 6 . 5 3(2)
Ladr. “ DEGUNG GANG” PL. 5
Buka: . 3 6 5 3 2 3 5 6 3 6 5 3 2 3 (1)
A. 3 2 3 1 3 2 3 5 6 3 6 5 3 2 3 5
6 3 6 5 3 2 3 5 6 3 6 5 3 2 3(1)
Ladr. “DENGKLUNG PL. 5
Buka: . 2 4 5 4 2 4 1 5 6 1 2 1 6 4(5)
A. . 6 1 2 1 6 4 5 4 2 4 5 4 2 4 1
4 2 4 5 4 2 4 1 5 6 1 2 1 6 4(5)
Ladr. “KAPIRENTO” PL. 5
Buka: . 1 1 . 1 2 3 5 7 6 2 4 2 1 6(5)
A. . 6 1 2 1 6 4 5 3 5 3 5 3 5 6 5
. 1 1 . 1 2 3 5 7 6 2 4 2 1 6(5)
Ladr. “GLENDHEH” PL.5
Buka: . 5 6 1 1 3 1 2 5 6 5 4 2 1 2(1)
A. . 5 6 1 1 3 1 2 . 5 6 1 1 3 1 2
. 5 6 1 1 3 1 2 5 6 5 4 .2 1 2(1)
B. 5 5 . . 6 4 6 5 . 5 5 5 6 4 6 5
. . 4 . 2 . 4 . 2 4 6 5 . 4 2(1)
Ladr. “ NUSWANTORO” PL. 5
Buka: . . . 6 6 5 3 2 3 5 1 6 2 1 6(5)
A. 6 5 1 6 2 1 6 5 6 5 1 6 2 1 6 5
7 6 5 6 3 5 3 2 3 5 1 6 2 1 6(5)
B. . 6 . 5 . 1 . 6 . 2 . 1 . 6 . 5
. 6 . 5 . 1 . 6 . 2 . 1 . 6 . 5
. 7 . 6 . 5 . 6 . 3 . 5 . 3 . 2
. 3 . 5 . 1 . 6 . 2 . 1 . 6 .(5)
Ladr. “KEMBANG KACANG” PL. 6
Buka: . 3 3 . 3 2 1 6 5 3 5 6 4 2 4(5)
A. 3 6 3 5 1 3 1 2 5 3 5 6 2 3 2 1
3 2 3 1 3 2 1 6 5 3 5 6 4 2 4(5)
B. . 3 5 6 5 6 5 . 5 6 1 2 1 3 12
. 5 . 6 . 5 . 3 . 2 . 3 . 2 . 1
. 6 1 2 1 2 1 . 1 6 1 2 3 2 16
. 5 . 3 . 5 . 6 . 4 . 2 . 4 .(5)
Ladr. “SRI KATON” (MATARAM) PL. Br.
Buka: 6 5 6 7 6 5 3 5 3 3 7 6 2 2 . (2)
A. 5 3 2 7 3 5 3 2 5 3 2 7 3 5 32
6 5 6 7 6 5 3 5 3 3 7 6 3 5 3(2)
B. 5 6 5 3 2 7 2 7 3 5 6 5 3 2 3 2
5 6 5 3 2 7 2 7 3 5 6 5 3 2 3 2
6 6 . 5 3 5 6 7 3 2 6 5 3 2 3 5
3 3 5 3 7 2 7 6 3 2 6 3 6 5 3(2)
C. 5 6 5 3 2 7 2 7 3 5 6 5 3 2 3 2
5 6 5 3 2 7 2 7 3 5 6 5 3 2 3 2
6 6 . . 3 5 6 7 3 2 6 5 3 2 3 5
3 3 5 3 7 2 7 6 3 2 6 3 6 5 3(2)
Ladr. “SRI DIRGAYUSWO” PL. Br.
Buka: . 7 3 2 3 3 2 7 3 2 7 (6)
A. 2 7 2 6 2 3 2 7 5 6 5 3 2 7 5 6
3 3 . . 6 5 3 2 3 3 2 7 3 2 7(6)
B. 2 7 2 6 2 3 2 7 5 6 5 3 2 7 5 6
3 3 . . 6 5 3 2 7 7 5 6 . 5 2(3)
C. 5 6 5 3 2 7 5 6 3 3 . . 6 5 3 2
7 7 . . 5 6 5 3 6 5 3 2 . 7 5(6)
Ladr. “GAJAH METHO” PL. 6
Buka: . 3 1 2 3 1 2 6 3 6 5 6 3 6 (2)
A. 6 3 6 5 6 3 6 2 6 3 6 5 6 3 6 2
6 3 6 5 6 3 6 2 6 3 6 5 6 3 6(2)
B. 6 3 6 5 6 3 6 2 6 3 6 5 6 3 6 2
6 3 6 5 2 3 5 6 2 4 2 4 2 1 2(6)
C. . 3 3 . . 6 7 6 5 7 6 2 1 3 2 16
. 3 3 . . 6 7 6 5 7 6 2 1 3 2 16
. 3 3 . . 6 7 6 5 7 6 2 1 3 2 16
. 3 . 3 . 6 . 5 . 3 . 2 . 1 . (2)
Ladr. “ RAJA MANGGALA” PL. 5
Buka: . 1 2 3 5 3 2 1 6 5 3 2 5 6 5 (3)
A. 6 5 6 3 6 5 6 1 2 1 2 3 5 3 2 1
2 1 2 3 5 3 2 1 6 5 3 2 5 6 5(3)
B. 6 5 6 3 6 5 6 1 2 1 2 3 5 3 2 1
2 1 2 3 5 3 2 1 2 2 1 6 2 1 6(5)
C. 1 6 1 2 1 6 3 5 1 6 1 2 1 6 3 5
1 6 1 2 1 6 3 5 1 6 2 1 6 5 6(1)
D. 2 1 6 5 1 2 1 6 2 1 6 5 1 2 1 6
5 5 . 2 3 5 6 5 7 6 5 4 2 1 2(6)
E. 1 5 6 1 5 3 2 1 2 1 2 3 5 3 2 1
2 1 2 3 53 2 1 6 5 3 2 5 6 5(3)
Ladr. “GUDHAWA” PL. 6
Buka: . 2 5 3 . 21 5 3 5 5 6 1 2 3 1(2)
A. . 3 2 1 6 1 3 2 . 3 2 1 6 1 2 3
. 2 5 2 . 2 5 3 5 5 6 1 2 3 1(2)
B. . 3 2 1 6 1 3 2 . 3 2 1 6 1 2 3
. 2 5 3 . 2 5 3 1 1 . 5 6 1 2(1)
C. 6 6 . . 6 6 5 6 3 5 6 5 3 2 1 2
. 3 2 1 6 1 2 3 1 1 . 5 6 1 2(1)
D. 6 6 . . 6 6 5 6 3 5 6 5 3 2 1 2
. 3 2 1 6 1 2 3 6 5 3 5 3 2 1(2)
E. 6 1 6 2 6 1 6 5 6 1 6 2 6 1 6 5
6 1 6 2 6 1 6 5 3 3 6 5 3 2 1(2)
Ladr. “ SRI REJEKI “ PL. 5
Buka: . . 2 . 2 3 2 1 3 5 3 2 . 1 6(5)
A. 1 6 1 2 1 6 3 5 1 6 1 2 1 6 3 5
2 1 2 , 2 1 2 . 2 3 2 1 3 2 6(5)
B. 1 6 1 2 1 6 3 5 1 6 1 2 1 6 3 5
2 1 2 . 2 1 2 . 2 3 2 1 6 5 6(1)
C. . 1 1 1 2 3 2 1 3 2 1 2 . 1 6 5
. . 5 6 1 6 5 3 6 1 6 5 2 1 6(5)
D. . . 5 . 5 6 2 1 . 6 2 1 . . 2 1
3 5 3 2 . 1 6 5 2 6 2 1 2 6 4(5)
E. 2 4 5 6 2 4 2 1 2 4 5 6 5 4 6 5
2 4 5 6 2 4 2 1 2 4 5 6 5 4 6 5
2 4 5 6 2 4 2 1 2 4 5 6 5 4 6 5
. 2 . 3 . 2 . 1 . 3 . 2 . 6 .(5)
Ladr. “SANTI MULYA” PL. 5
Buka: . . . 3 3 3 2 1 5 6 1 2 . 1 6(5)
A. 6 1 6 5 6 1 6 5 2 4 5 6 5 4 2 1
6 5 6 1 6 5 6 1 2 3 2 1 2 1 6(5)
B. 2 1 6 5 2 1 6 5 6 3 2 1 1 6 3 5
. . 5 . 5 3 2 1 2 6 2 1 3 2 6(5)
C. 6 6 . . 4 5 6 1 . 2 6 5 6 5 6 1
3 2 1 2 1 6 4 5 2 1 3 2 1 6 3(5)
Ladr. “BABAR LAYAR” Pl. 6
Buka: 6 5 4 6 4 5 6 1 2 3 2 1 6 5 6(3)
A. 6 5 6 3 6 5 6 3 6 5 6 3 6 5 3 2
5 3 2 5 3 2 5 3 2 5 2 3 5 6 5(3)
B. 6 5 6 3 6 5 6 3 6 5 6 3 6 5 3 2
5 3 2 5 3 2 5 3 2 5 2 3 5 6 5(4)
C. . 4 . 4 . 4 . 1 . 1 . 1 . 1 . 5
. 1 . 5 . 1 . 5 . 4 4 6 4 5 6(1)
D. 6 5 4 6 4 5 6 1 6 5 4 6 4 5 6 1
6 5 4 6 4 5 6 1 2 3 2 1 6 5 6 (3)
Ladr, “SRI NINDHITA” PL. 6
Buka : . 2 . 1 . 2 . 1 2 2 1 1 . 6 . (5)
A. . 2 . 1 . 6 . 5 . 2 . 1 . 6 . 5
. 6 . 5 . 2 . 1 . 2 . 1 . 6 . (5)
B. . . . 2 . . . 1 . . . 6 . . . 5
. . . 2 . . . 1 . . . 6 . . . 5
. . . 6 . . . 5 . . . 2 . . . 1
. . . 2 . . . 1 . . . 6 . . . (5)
Ladr.”TEBU SAUYUN” PL. 6.
Buka : . 3 5 6 1 6 5 3 6 5 2 1 3 2 1 (6)
A. 2 1 2 3 2 1 2 6 2 1 2 3 1 5 6 1
3 2 6 5 3 2 3 5 1 2 1 6 3 5 2 (3)
B. 2 2 1 6 3 5 3 2 1 1 3 2 5 3 2 1
3 3 5 6 1 6 5 3 6 5 2 1 3 2 1 (6)
Ladr. “WAHANA PL. Br.
Buka: 6 7 2 3 . 2 . 7 5 6 5 3 2 7 5 (6)
A. 7 6 2 3 5 6 5 3 6 5 6 7 6 5 2 3
6 5 3 2 5 3 2 7 5 6 5 3 2 7 5 (6)
B. 7 6 . 6 7 2 3 5 6 7 6 . 5 2 3
6 3 . 3 5 6 7 2 6 5 7 . 6 5 3
6 3 . 3 6 3 2 6 7 2 3 2 . . , 7
. 5 . 6 . 5 . 3 . 2 . 7 . 5 . (6)
Ktw. “GONDO MASTUTI” PL. 6
Buka: 6 1 2 3 . 2 . 1 3 3 1 2 . 1 . (6)
A. . 2 . 3 . 2 . 1 . 3 . 2 . 1 . (6)
. 2 . 3 . 2 . 1 . 3 . 2 . 1 . (6)
B. 2 3 2 1 6 5 3 2 5 3 2 1 3 2 1(6)
2 3 2 1 6 5 3 2 5 3 2 1 3 2 1(6)
7 5 7 6 5 4 2 1 3 5 3 2 . 1 2(6)
Ktw. “PUSPANJOLO” PL. 6
Buka: . 1 1 1 3 3 2 2 3 3 2 1 3 2 1(6)
A. 3 2 1 6 3 5 3 2 5 3 2 1 3 2 1(6)
3 2 1 6 3 5 3 2 5 3 2 1 3 2 1(6)
B. . . 6 . 2 3 2 1 3 2 6 5 2 3 5(3)
. 5 6 1 6 5 2 3 6 5 6 1 6 5 2(3)
2 2 . . 3 1 2 3 . 6 . 5 2 1 2(6)
Ktw. “IBU PERTIWI” PL. 5
Buka: . 2 2 2 5 5 6 1 3 3 1 2 . 1 6(5)
A. 2 2 . . 5 5 6 1 . 6 1 2 . 1 6(5)
B. 2 2 . . 5 5 6 1 . 1 6 5 . 2 . (1)
. 3 . 2 3 5 6 5 ..165421 24564(5)
.6.54561 .6241245 2 2 . . 5 5 6(1)
. 2 . . 2 1 6 5 2 4 5 6 5 4 2(1)
Ktw. “ SUBO KASTOWO” PL. 9
Buka: . 2 . 1 . 2 . 1 2 2 1 1 . 6 . (5)
A. . 1 . 6 . 1 . 5 . 1 . 6 . 1 . (5)
. 1 . 6 . 1 . 5 . 1 . 6 . 1 . (5)
B. . 2 . 1 . 6 . 5 . 2 . 1 . 6 . (5)
. 2 . 1 . 6 . 5 . 2 . 1 . 6 . (5)
. 2 . 1 . 2 . 6 . 2 . 1 . 6 . (5)
Ktw. “MIJIL WIGARINGTYAS” PL. 6
Buka: 5 4 5 6 5 4 1 2 3 5 1 6 5 5 5 (5)
A. 2 1 2 6 2 1 6 5 2 1 2 6 2 1 6 (5)
2 1 2 6 2 1 6 5 2 1 2 6 2 1 6 (5)
B. 6 6 . 6 5 5 6 1 5 6 1 2 3 1 6 (5)
1 2 1 6 5 2 1 6 2 3 2 1 3 2 1 (6)
5 45 6 5 4 1 2 3 5 1 6 2 1 6 (5)
Ktw. “ GONDANG KASIH” PL. 5
Buka . . . (5)
A. . . 5 6 1 2 1 6 1 5 6 1 2 1 6(5)
B. . . 5 6 1 2 1 6 1 5 6 1 2 2 3(2)
. . 2 . 2 2 1 2 3 3 2 1 6 5 3(5)
. . 5 . 3 1 2 3 . 3 3 3 1 2 3(5)
2 1 . . 1 1 . . 1 1 . 2 4 5 6(5)
4 2 1 6 . . 5 6 1 2 1 6 5 5 1(2)
. . 2 . 2 2 1 2 3 3 2 1 6 5 3(5)
Ktw. “LANGEN GITO” PL. 5
Buka: Srinalendro . . . . . . . . . . .(6)
A. . 1 . 2 . 1 . 6 . 1 . 2 . 6 . (5)
. 1 . 2 . 1 . 6 . 1 . 2 . 6 . (5)
B. 6 6 . . 6 6 5 6 1 1 . 6 5 4 1(2)
. . 2 4 5 6 4 5 1 2 1 6 5 4 1(2)
1 1 . . 5 6 1 2 . 6 2 1 . 6 4(5)
Ktw. “LANGEN GITO” PL. Br.
Buka: Sri Nalendro kang . . . . . (6)
A. . 2 . 3 . 2 . 7 . 2 . 3 . 7 . (6)
. 2 . 3 . 2 . 7 . 2 , 3 . 7 . (6)
B. 7 7 . . 7 7 6 7 2 2 . 7 6 5 2 (3)
. . 3 5 6 7 5 6 3 5 6 7 6 5 2 (3)
2 2 . . 6 7 2 3 . 7 3 2 . 7 5 (6)
Ktw. “GAMBUH “ PL. 6
Buka: . . 2 6 1 2 3 2 6 1 2 3 6 5 3(2)
A. . . 2 6 1 2 3 2 6 1 2 3 6 5 3(2)
. . 2 6 1 2 3 2 6 1 2 3 6 5 3(2)
B. . . 2 1 6 5 3 5 35 632 . 1 6 (5)
35 632 . 1 3 2 5 6 5 4 2 1 6 (5)
2 2 . 3 1 2 3 2 6 1 2 3 6 5 3 (2)
Ktw. “ TUMADAH” PL. 6
Buka: . 2 2 3 1 2 3 2 3 2 1 6 2 1 6(5)
A. 2 2 . 3 1 2 3 2 3 2 1 6 2 1 6(5)
2 2 . 3 1 2 3 2 3 2 1 6 2 1 6(5)
B. 1 1 . . 1 1 2 1 3 2 1 2 . 1 2(6)
. 1 3 2 6 3 2 1 6 1 2 . 2 3 2(1)
6 6 . . 6 5 3 2 3 5 1 6 2 1 6(5)
Ktw. “BRONDONG MENTUL” PL. Br.
Buka: 3 2 3 . 3 2 6 7 6 7 2 3 2 7 5(6)
A. 3 2 3 . 3 2 6 7 6 7 2 3 2 7 5(6)
3 2 3 . 3 2 6 7 6 7 2 3 2 7 5(6)
B. . 7 3 2 6 7 3 2 6 7 2 3 5 6 5(3)
7 7 . . 3 2 6 5 3 3 . 5 6 7 5(6)
5 5 . . 7 6 5 3 2 7 2 3 2 7 5(6)
Ktw. “KUTUT MANGGUNG” PL. Br.
Buka: 6 7 2 3 . 2 . 7 . 3 . 2 . 7 . (6)
A. . 2 . 3 . 2 . 7 . 3 . 2 . 7 . (6)
. 2 . 3 . 2 . 7 . 3 . 2 . 7 . (6)
B. . . 6 . 3 2 7 6 3 5 6 7 6 5 2(3)
. . 3 . 7 2 7 6 3 5 6 7 6 5 2(3)
2 2 . . 2 3 2 7 5 6 5 3 2 7 5(6)
Ktw. “PUCUNG WUYUNG” PL. 5
Buka: . . . 5 5 6 1 2 6 6 5 4 2 1 6(5)
A. . . . 5 2 1 6 5 2 1 5 6 2 1 6(5)
B. . . . 5 3 5 6 1 2 1 5 6 3 5 6(1)
3 2 6 5 . 4 6 5 1 6 5 4 2 3 2(1)
. 1 1 1 5 6 1 2 6 5 2 1 2 1 6(5)
Ktw. “S I N O M” PL. 6.
Buka Celuk . . . . (1)
- . . 2 . 2 2 . 1 5 6 5 3 5 6 1 6)
- . 1 3 2 6 3 2 1 . 3 . 2 . 1 . (6)
- 3 3 . . 5 6 5 3 2 2 1 6 3 5 3(2)
- 6 1 3 2 6 3 2 1 . 3 . 2 . 1 . (6)
- . . 6 . 3 5 3 2 5 3 2 1 3 5 3(2)
Ktw. “PUSPA GIWANG” PL.Br.
Buka : . 7 7 7 3 3 2 2 3 3 2 7 3 2 7(6)
A. 7 5 6 7 3 5 3 2 5 3 2 7 3 2 7(6)
7 5 6 7 3 5 3 2 5 3 2 7 3 2 7(6)
B 3 3 . . 3 3 5 6 7 2 7 6 3 5 3 (2)
6 7 3 2 6 7 3 2 5 6 5 3 2 7 5 (6)
Ktw. “SINOM WENI KENYO.
Buka : . 6 6 6 2 2 1 1 2 2 1 6 2 1 6 (5)
A. 6 6 . . 2 3 2 1 3 2 16 2 1 6(5)
B. 1 1 . . 2 3 2 1 2 1 6 5 1 6 5 (3)
1 1 . . 2 1 6 5 . 2 5 3 1 2 3 (5)
6 6 . . 2 1 6 5 2 1 5 2 5 3 2 (1)
5 5 . . 5 5 6 5 . 2 5 3 1 2 3 (5)
6 6 . . 2 1 6 5 2 1 5 2 5 3 2 (1)
Ktw. “SINOM LOGONDHANG PL. Br.
Buka: . 3 2 3 2 7 6 5 . 6 5 6 7 2 3 (2)
A. . . 2 3 2 7 6 5 7 6 5 6 3 5 3 (2)
B. . . 2 . 2 7 6 5 . 5 3 2 3 5 6 (5)
. . 5 . 7 6 3 2 3 27 2 . 7 6 (5)
2 2 . . 2 2 3 5 7 6 5 6 3 5 3 (2)
7 7 . . 2 7 6 5 7 6 7 2 7 6 7 (5)
. . 5 . 6 7 6 5 7 6 5 6 3 5 3 (2)
Gend. “BOYONG” Pl. Br.
Buka: 3327 .672 2327 3265 .3.(2)
A. . 6 . 5 . 6 . 3 . 6 . 5 . 3 . 2
. 6 . 5 . 6 . 3 . 6 . 5 . 3 .(2)
. 7 . 6
B. 6 6 . . 6 6 . . 6 7 6 5 3 3 5 6
. 7 6 5 3 3 . 5 6 7 5 6 . 5 2 3
. 5 6 7 . . 7 . 7 6 5 6 . 5 2 3
6 6 . . 6 5 3 2 7 2 3 2 . 7 5 6
3 3 . . 3 3 . 5 6 5 3 2 . 7 5 6
2 2 . . 2 3 2 7 3 2 6 5 . 3 . (2)
C. . 7 . 6 . 7 . 6 . 7 . 6 . 5 . 3
. 6 . 5 . 6 . 5 . 3 . 2 . 7 . (6)
D. 2 3 2 7 3 2 7 6 2 3 2 7 3 2 7 6
2 2 . . 2 3 2 7 3 2 6 5 7 6 5 3
2 2 . . 2 3 2 7 3 2 6 5 7 6 5 6
3 5 6 7 6 5 3 2 5 6 5 3 2 7 5(6)
Gend. “LOGONDANG” PL. 5
Buka: . 556 4565 .33 . 2532 1561. 16(5)
A . 6 5 . 5 6 1 2 3 1 2 . 5 3 2 1
. . 1 6 5 6 1 2 3 1 2 . 5 3 2 1
. 2 3 5 . . 5 . 5 5 . 6 4 5 6 5
3 3 . 2 5 3 2 1 5 6 1 2 . 1 6(5)
B. 1 1 . . 1 1 2 1 3 2 1 2 . 1 6 5
. 6 2 1 . . 1 . 3 2 1 2 . 1 6 5
. . 5 . 5 5 4 5 6 6 . . 4 5 6 5
3 3 . 2 5 3 2 1 5 6 1 2 . 1 6(5)
C. 6 5 3 2 1 2 3 5 6 5 3 2 1 2 3 5
1 1 . . 1 2 3 5 3 2 3 1 3 2 3(5)
D. . 6 . 5 . 2 . 1 . 3 . 2 . 6 . 5
. 6 . 5 . 2 . 1 . 3 . 2 . 6 . 5
. 2 . 1 . 2 . 1 . 3 . 2 . 6 . 5
. 3 . 2 . 3 . 1 . 3 . 2 . 6 . (5)
Gend. PRABU MATARAM PL. 6
Buka : 1 2 1 6 1 2 1 5 1 2 1 6 5 5 .(5)
A. 1 2 1 6 1 2 1 5 1 2 1 6 1 2 1 5
1 2 1 6 1 2 1 5 1 2 1 6 5 2 3(5)
- 2 3 5 6 2 1 6 5 2 1 2 6 2 1 6 5
2 3 5 6 2 1 6 5 2 1 2 6 5 5 6(1)
- . . 1 1 6 5 6 1 2 3 2 1 6 5 3 5
. . 5 6 1 6 3 2 3 5 3 2 1 6 3(5)
B. . 1 . 2 . 1 . 6 . 1 . 2 . 1 . 5
. 1 . 2 . 1 . 6 . 1 . 2 . 1 . 5
. 1 . 2 . 1 . 6 . 1 . 2 . 1 . 5
. 1 . 2 . 1 . 6 5 5 . 2 3 5 6(5)
C. 2 2 . 3 5 6 1 6 1 5 6 1 6 5 3 5
2 3 5 3 2 1 2 6 3 5 3 2 1 6 3(5)
2 2 . 3 5 6 1 6 1 5 6 1 6 5 3 5
2 3 5 3 2 1 2 6 5 5 . 6 1 5 6(1)
D. . . 1 . 1 1 . . 1 1 6 5 3 5 6 1
2 2 . 2 5 3 2 1 6 5 . 2 3 5 6 5
. . 5 . 5 5 . 6 1 6 5 6 5 3 1 2
1 6 1 5 1 6 1 2 3 5 3 2 1 6 3(5)
Gend. GATI RAJA PL. 6
Buka. . 2 . 2 3 1 2 3 6 5 3 2 3 1 2 3
5 6 . 7 6 5 3 5 3 3 2 1 2 2 .(2)
A. Buka kecuali gatra Gong 6 1 3(2)
B. 3 5 . 2 3 5 6 5 6 5 4 2 1 2 4 5
6 5 4 2 1 2 4 5 4 2 1 6 5 6 2(1)
C. . 1 . 6 5 6 1 2 3 1 2 3 6 5 3 2
. . 2 1 6 1 2 3 . 5 . 3 2 1 2(1)
D. . 1 . 1 6 1 2 3 6 5 3 2 3 1 2 3
5 6 . 7 6 5 3 5 3 3 2 1 6 1 3(2)
Gend. “SOBANLAH” PL. 5.
Buka : . 5 5 3 . 5 3 . 1 2 3 5 . . 2 1
. . 2 1 . . 2 3 . 5 3(2)
A. . . 2 1 . . 2 1 . . 2 3 . 5 3 2
. . 6 7 6 5 3 2 . . 6 7 6 5 3 2
. 2 2 . 2 3 5 6 . . 2 2 2 3 5 6
. . 2 1 . . 2 1 . . 2 3 . 5 2(3)
B. . 3 6 5 2 3 2 1 . 3 6 5 2 3 5 6
. 1 2 3 2 1 6 5 2 3 2 1 2 3 1(2)
Gend.”MUNCAR” PL.Br.
Buka : 2 2 7 . 2 7 6 5 II x 2 3 5 . 2 3 5 6
7 7 5 6 .5 3 (2)
A . 3 6 5 . . 5 . 7 6 5 6 . 5 3 2
6 5 6 7 6 5 3 2 7 3 7 2 . 7 6 5
7 6 7 5 7 6 7 2 7 3 7 2 . 7 6 5
2 3 5 . 2 3 5 6 7 7 5 6 . 5 3 (2)
Gend. “RANDU KINTIR” PL.6
Buka : . 6 6 5 6 3 5 6 3 5 3 6 6 5 3 2 1 1 2 3 2 1 2(6)
A. . . 6 1 2 3 2 1 . . 1 2 3 5 3 2
. 12 6 2 3 2 1 . . 1 2 3 5 3 2
. 12 6 . . 6 . 2 3 2 1 3 2 1 6
3 6 3 5 6 5 3 2 1 1 2 3 2 1 2(6)
B. 1 1 . . 3 2 1 6 3 5 6 5 3 2 1 2
1 1 . . 3 2 1 6 3 5 6 5 3 2 1 2
. 12 6 . . 6 . 2 3 2 1 3 2 1 6
3 5 3 6 6 5 3 2 1 1 2 3 2 1 2(6)
Ladr. “AYUN – AYUN” GOBYOG
A. 2 3 2 1 3 5 3 2 5 3 2 1 3 5 3 2
6 3 5 6 2 1 6 5 3 6 3 2 3 1 2(6)
B. 5 6 . . 2 3 2 1 2 1 . . 3 5 3 2
1 2 . . 2 3 2 1 2 1 . . 3 5 3 2
1 2 . . 2 3 5 6 2 3 2 1 6 5 4 5
6 3 5 6 3 5 3 2 5 3 1 6 2 1 2(6)
Gend. “SEMBOWO” PL.5
Buka : 0 . 5 . 3 . 3 . 3 2 1 . 3 1 2 3 5 2 (3)
A. . . 3 2 5 3 2 1 . 3 1 2 3 5 2 3
. . 3 2 5 3 2 1 . 3 1 2 3 5 6 5
. . . 5 5 5 . 6 7 6 5 6 5 3 2 3
12 3 . 5 3 2 1 . 3 1 2 3 5 2(3)
B. 5 6 5 2 5 6 5 3 5 6 5 2 5 6 5 3
5 6 5 2 5 6 5 3 2 3 2 1 6 1 2(3)
C. 5 6 5 2 5 6 5 3 5 6 5 2 5 6 5 3
5 6 5 2 5 6 5 3 1235 .321 66 .1235(3)
D. ..3. 33.. 3321 6123 11..11.. 1132 . 165
..5. 55.6 1132 .165 3.2.3.1 .312 356(5)
E. ..5. 55.6 7767 5676 767. 7656 5321 6123
567. 7656 5321 6123 1235 .321 6611235(3)
http://h2rimuly.blogspot.com/2011/01/kumpulan-not-gamelan-jawa.html
Basa lan Sastra
BAB 1
PURWAKA
A. Wawadaning Perkawis
Ing jaman menika kahanan budaya wonten Indonesia basa Jawa khususipun, dirasa tansah katilep . Kahanan budaya wonten Indonesia, inggih uga sastra Jawa sansaya dilaliake. Sakpunika para pemudha supe kaliyan sastra Jawa. Amarga sastra dianggep sampun ketinggalan jaman ugi mboten gampil dipunsinauni.
Kangge nanggulangi babagan menika, para guru ugi para siswa perlu ningkataken wawasan lan keprigelanipun ing babagan Basa Jawi, utaminipun sastra Jawi supados kabudayan ingkang luhur punika mboten ketilep dening globalisasi lan saged nggerus identitas nasional ingkang sampun kawentar sugih ing budaya daerah.
Ing makalah punika bade dipunjelasaken babagan Kasusastran Jawi. Piwulangan Bahasa Jawi, babagan Kasusastran Jawi menika minangka dados babagan kang utama, amargi babagan menika dados dasar Kabudayan Jawi lan saged dados dasar piwulangan ing pawiyatan dasar lan sak piturute.
B. Momotaning Perkawis
Saking wawadaning perkawis ing inggil, saged dipendhet momotaning perkawis inggih punika:
1. Apa wae kang kacakup ing Kasusastran Jawi ?
C. Ancas
Ancasana saka panyusunan makalah menika inggih punika:
1. Supados kita saged mangertosi apa wae kang kacakup ing Kasusastran Jawi.
BAB II
SURASA
Ingkang saged kacakup wonten Kasusastran Jawi kadosta :
1. Tembung Yogyaswara
Tembung Yogyaswara yaiku tembung kalih ngemu teges jaler estri ananging benten wandanipun pungkasan.
Tuladha:
Putra-putri, gedhana-gedhini , dewa-dewi, pemudha-pemudhi, widadara-widadari, lsp.
Tuladha ing ukara:
Pak Wawan menika gadhah putra-putri ingkang sampun nyambut damel wonten Semarang.
2. Tembung Saroja
Tembung Saroja yaiku tembung rangkep, maksudipun tembung kalih ingkang tegesipun sami dipunangge sesarengan.
Tuladha:
Ayem tentrem, colong jupuk, undha usuk, , uluk salam, lsp.
Tuladha ing ukara:
Yen arep mertamu ing ngendi mawon kedah ngaturaken uluk salam rumiyin.
3. Tembung sandi/garba
Tembung sandi yaiku tembung gandhengan utawi tembung rerangken kalih lajeng dipun suda gungggung wandanipun.
Tuladha:
Jalu + estri jalwestri
Lumaku + ing lumakweng
Ana + ing aneng
Tuladha ing ukara: saben dinten jum’at siswa-siswi SD Duku 2 pada lumakweng Taman Asri
4. Rura Basa
Rura basa yaiku tembung ingkang risak, basa wes luput kelantur-lantur, ngantos mboten saged dipun damel leres malih. Menawi dipun leresaken mboten limrah.
Tuladha:
Mbunteli tempe. Leresipun : Mbunteli kedhele godhog dimomon ragi supaya dadi tempe.
Ngenam klasa. Leresipun: Ngenam pandhan supaya dadi klasa.
Nguleg sambel . Leresipun: Nguleg Lombok, uyah, lan trasi digawe sambel.
Tuladha ing ukara:
Bapak lagi ngenam klasa anggene sadean benjing-enjing ing peken.
5. Tembung Plutan
Tembung plutan yaiku tembung ingkang wandanipun kalih karangkep dipun dadosaken sawanda.
Tuladha: sarana dados srana, awor dados wor, suwiwi dados swiwi.
Tuladha ing ukara:
Ani tumbas swiwi ing pasar arep kangge masak masak sop.
6. Tembung Entar
Tembung entar yaiku tembung ingkang tegesipun mboten sami kaliyan makna salugunipuun.
Tuladha:
Idu geni : omongane tansah kelakon
Entheng tangan : seneng tandhang gawe
Jembar polatane : pinter
Tuladha ing ukara:
Dewi kuwi pancen bocah sing jembar polatane, mila kwi deweke entuk rangking 1.
7. Keratabasa utawa jarwo dhosok
Keratabasa yaiku basa sing dikerata, tegese sarana jupuk kecape tembung utawa wanda banjur di utak atik nganti mathuk.
Tuladha:
Kathok : diangkat sithok-sithok
Guru : digugu lan ditiru
Batur : embat-embating tutur (samangsa mangsa bias dijak mupakatan)
Tuladha ing ukara:
Pak Adi dados guru mangerteni muride, mula kuwi di senegi muride.
8. Paribasan
Paribasan yaiku unèn-unèn kang ajeg panganggoné, mawa teges entar lan ora ngemu surasa pepindhan. Paribasan ngemu teges: tetandhingan, utawa pepiridan (saemper pasemon). Kang disemoni manungsa, ulah kridhaning manungsa, utawa sesambunganing manungsa lan alam uripe.
Tuladha:
Becik- ketitik ala ketara, tegese tumindak ala lan becik iku bakal ketara/ dingerteni tembe mburine
Adigang adigung adiguna, tegese ngendelake, kekeuatan, keluhuran, lan kepinteran.
Ana catur mungkur, tegese ora ngrungokno omongan, guneman sing ala.
Tuladha ing ukara :
Sinta kuwi bocah sing adigang adigung adiguna, mila kanca-kancane pada ngedohi
9. Saloka
Saloka yaiku unèn-unèn kang gumathok kang ngemu pepindhan. Kang di pindhanake wonge.
Tuladha:
Bathok bolu isi madu, tegese wong asor nagging sugih kepinteran.
Cebol nggayuh lintang, tegese gegayuhan kang mokal bisa kelakon.
Gajah ngidak rapah, tegese nerjang wewalere dhewe/ janjine dhewe.
Tuladha ing ukara:
Dadi wong aja kaya Ani sing kaya gajah ngidak rapah, dadine ora duwe kanca amarga nerjang janjine dhewe.
10. Bebasan
Bebasan yaiku unen-unen ajeg panggone ngemu surasa pepindan kang dipindahake sifate utawa kahanane wong.
Tuladha:
Adol lenga kari busike, tegese andhum barang marang wong liya nanging awake dhewe ora keduman.
Esuk dhele sore tempe ,tegese ora teteg atine, gampang molah-malih.
Ancik-ancik pucuking eri, tegese uripe tansah was sumelang.
Tuladha ing ukara:
Kahanane ibu Dewi tansah ancik-ancik pucuking eri amarga ngerti yen putrine kacilakaan.
11. Cangkriman
Cangkriman yaiku unen-unen utawa ukara kang kudu dibatang.
Cangkriman ana werna-werna, yaiku: cangkriman wancahan, pepindhan, lan blenderan (plesedan).
a) Cangkriman wancahan
Wancah iku tegese cekak. Wancahan iku kudu dibatang kang disusun saka gatra kang ana.
Tuladha:
- Burnaskopen : bubur panas kokopen
- pakboletus: tapak kebo ana lelene satus
- wiwa wite, lesba dhonge, karwo pake : uwi dawa wite, tales amaba godhonge, cikar dawa tipake
b) Cangkriman pepindhan
Yaiku cangkriman kang awujud ukara kang memper kaya kanyatane.
Tuladha:
- Sega sakepel dirubung tinggi: salak
- Pitik walik saba kebon: nanas
- Emboke dielus-elus anake dididak-idak : andha.
c) Cangkriman blenderan(plesetan)
Cangkriman iki sejatine ukara pranyatan kang bisa gawe bingung yen macane salah.
Tuladha:
- Wong adol tempe ditaleni: sing ditaleni tempe, dudu wong sing dodol
- Wong adol krambil dikepruki: sing dikepruki krambile, dudu wong sing dodol.
- Wong mati ditunggoni wong mesam-mesem: sing mesam-mesem wong sing nunggu, dudu sing mati.
12. Dasanama
Dasanama punika tembung sanes ingkang tegesipun sami (synonim), asring pinanggihaken ing sastra tembang.
Tuladha:
- Alas : jenggala, wana, wanadri
- Desa : dhekah, dhukuh, dhusun
- Geni : agni, api,apyu,dahana,pawaka
- Mata : aksi, eksi, mripat, netra, soca.
13. Pepindhan
Pepindhan yaiku unen-unen kang ora ngemu surasa kang sejatine. Yen ing basa indonesia disebut pengandaian. Lumrahe nganggo tembung: kaya, lir, pindha, kadya, lan liya-liyane kang ngemu karep kaya.
Tuladha:
- Ayune kaya Dewi Ratih
- Galake kaya macan manak
- Dhuwure kaya otak-otak mega.
14. Candra
Yaiku digunakake kanggo pepindhan marang sawijining kahanan kang memper karo kanyatan.
Tuladha:
- Lambene nggula sathemplik : lambene kaya gula sathemplik
- Bangkekane nawon kemit: bangkekane kaya prajurit tawon
- Irunge ngundhup mlathi: irunge kaya mlathi sing lagi ngundhup
Tuladha ing ukara:
ing desane Melati paling ayu dhewe, lambene nggula sathemplik
15. Purwakanthi
Yaiku unen-unen utawa ukara kang runtut basa utawa sastrane. Purwakanthi kang runtut basane jenenge purwakanthi basa, dene yen ing sastra sinebut purwakanthi sastra.
Tuladha:
- Aja dumeh bagus terus kementhus.
- Wong sabar bakal subur.
- Kebat kliwat, gancang pincang
Purwakanthi miturut wujude kepirang dadi telu, yaiku:
a. Purwakanthi guru swara yaiku unen-unen kang runtut swarane(vokal).
Tuladha:
- Ulat madhep, ati karep
- Bareng wis makmur, lali marang sedulur
- Ijo-ijo godonge kara, bareng bada lagi rumangsa
b. Purwakanthi guru sastra yaiku unen-unen kang runtut sastrane (konsonan).
Tuladha:
- Sluman slumun slamet
- Tindak tanduke tansah titi angati-ati
- Janji jujur jajahane mesthi maju
c. Purwakanthi basa (lumaksita) yaiku unen-unen kang kadhapuk saka rong gatra. Pungkasan gatra kapisan, dadi wiwitane gatra kapindho.
Tuladha:
- Jarwa pinter, pintere satriya ing pringgondani
- Bayem arda, ardane ngrusak busana
- Kolik priya, priyagung anjani putra
16. Wangsalan
Yaiku unen-unen cangkriman nanging dibatang /dibedhek dhewe, ukarane ora persis nanging memper wae. Wangsalan ana kang awujud ukara selarik, bisa uga awujud tembang.
Tuladha sing wujud ukara:
- Kembang jambu, kemaruk duwe sepedha anyar. (kembang jambu : karuk)
- Balung klapa, ethok-ethok ora ngerti yen disapa.(balung klapa : bathok)
Tuladha sing wujud tembang:
1. Jirak pindha munggwing wana
2. Sayeng kaga we rekta
Batangane:
• Jirak pindha munggwing wana = wit kesambi.
• Sayeng kaga = piranti kanggo nyekel manuk (kala).
• We rekta kang muroni = iket.
Jenise wangsalan:
1. Wangsalan lamba
yaiku wangsalan kang mung isi batangan (tebusan) siji. Unen-unen wangsalan lamba mung saukara kang kadadean saka rong gatra.Gatra kang ngarep isi wangsalan, gatra sing mburi isi batangané.
Tuladha: Pindang lulang, kacek apa aku karo kuwe (Pindhang lulang = Krecek)
2. Wangsalan rangkep (camboran)
yaiku wangsalan sing isi batangane luwih saka siji. Unen-unene wangsalan rangkep kadadeané saka rong ukara, siji-sijine ukara kadadean saka rong gatra.Ukara kapisan isi wangsalan ukara kapindho isi batangane.
Tuladha: - kawi gajah, kramaning watu ing jarwa
- Mesthi tetep, angugemi Pancasila
(kawi gajah= esthi, dadi: mesthi)
(kramaning watu: sela, dadi: Pancasila).
3. Wangsalan memet
yaiku wangsalan sing carane nggoleki batangane sarana ngoceki maksuding tetembungane ambal ping pindho.
Tuladha: Uler kambang, yen trima alon-alonan
- Oncek-oncekan kapisan: Uler kembang maksude lintah.
- Oncek-oncek kapindho: Wanda tali ing tembung lintah, dianggap wancahane tembung kang surasane alon-alonan, yaiku tembung satitahe. Tembung satitahe ateges ora ngaya, mung tumindak sakepenake bae, kanthi alon-alonan.
4. Wangsalan padinan
yaiku ana sing nganggo nyebutake batangane, la ana sing tanpa nyebutake batangane, marga wong-wong sing pandha krungu (maca) dianggep wis ngerti maksude (batangane).
Tuladha: Wong kae sajatine wis krungu kandhaku, nanging njangan gori.
(Gori iku mathuke digudhèg. Njangan gori = nggudhèg. Maksude wangsalan njagan gori yaiku mbudheg, api-api ora krungu).
5. Wangsalan mawa paungeran tartamtu
- Wangsalan mawa paungeran tartamtu kena kaperang dadi loro, yaiku:
• Mawa paungeran 4 wanda + 8 wanda
Kang mawa paungeran 4 wanda + 8 wanda iku wangsalan lamba (mung isi batangan siji).Unen-unen mung saukara kang kadadean saka rong gatra.Gatra ngarep 4 wanda: isi wangsalan, gatra buri 8: isi batangane.
Tuladha: Reca kayu, golek kawruh rahayu.(reca kayu = golek)
• Mawa paungeran (4 wanda + 8 wanda ) X 2 = 24 wanda
Kang mawa paungeran (4 wanda + 8 wanda) x 2 = 24 wanda yaiku wangsalan rangkep (isi batangan luwih saka siji). Unen-unen rong ukara, saben saukara kadadean saka rong gatra. Ukara kapisan (rong gatra) isi wangsalan, ukara kapindho (rong gatra) isi batangane.
Tuladha:
Sayuk rukun, wulang wido mangsa rowang = 4 wanda + 8 wanda
Sayektine, wit saking bondho kawula = 4 wanda + 8 wanda
(Sayuk rukun = saiyeg, saeka praya)
(Wulang wido mangsa rowang = bido)
6. Wangsalan edi-peni
yaiku wangsalan sing mawa paungeran .
1.Unen-unene kadadean saka 2 ukara (wangsalan rangkep)
2.Saben saukara kadadean saka 2 gatra (4 wanda + 8 wanda )
3.Ukara kang kapisan (yaiku kang isi wangsalan) mawa purwakanthi guru swara lan purwakanthi basa utawa purwakanthi lumaksita.
Tuladha: Tepi wastra, wastra kang tumprap mustaka. (Kemada,iket) Mumpung mudha, nggegulanga ngiket basa.
7. Wangsalan kang sinawung ing tembang
yaiku cakepan ing umpak-umpaking gendhing, gerong lan senggakan, kerep kanggo wangsalan (dilagokake dening pesindhen, niyaga utawa bocah-bocah sing padha manembrama). Cacahé wandane lan tibaning swarane ing wekasaning gatrane ora tartemu, sebab kawengku ing guru wilangan lan guru laguning tembang. Guru wilangan lan guru laguning tembang kudu tansah menang, lire: ora kena owah, kudu tansah manut paungeraning tembang.
Tuladha:
Sinom
Edane wong keneng guna
ambatik sinambi nangis
malam wuntah balabaran
geni mati muring-muring
prembenahan mbrebes mili
gawangan sinendhal putung
ya talah ta si kakang
puluh-puluh awak mami
petis manis wis kudu dadi pocapan
Wangsalane: Petis manis = kecap
17. Tembung Parikan
Yaiku unèn-unèn kang dumadi saka rong (2) ukara. Ukara sepisanan kanggo narik kawigatèn, kang kapindho minangka isi. Parikan iki kaya pantun nanging mung rong larik. Parikan migunaake purwakanthi swara.
Tuladha:
- Manuk emprit nucuk ing pari
Dadi murid, sing taberi.
- Wedang bubuk, tanpa gula
Ja sok ngantuk, gelis.
18. Geguritan
Yaiku wohing susastra kang basané cekak, mentes lan éndah. Geguritan asalé saka tembung "gurit", kang ateges kidung utawa tulisan kang awujud tatahan. Déné geguritan ing kéné, ateges rumpakan kidung kang mawa paugeran gumatho, menawi ing bahasa indonesia menika puisi.
• Cekak yaiku ora wujud ukara sing nggladrah
• Menthes yaiku tembunge duwe makna kang jero.
• Endah ngemu purwakanthi swara, sastra utawa basa.
• Tembungane pilihan
Tuladha:
Yen Rembulane Moblong, Paman
(Dening I. Kunpriyatno)
yen rembulane moblong, paman
aku kangen sanja menyang plataranmu
nggelar klasa sangisore wit gayam
jejadhuman karo ngematke swarane
bocah – bocah sing padha dolanan
yen rembulane moblong, paman
aku kangen ngrungokake gumelegere guyumu
sanadyan sawah lan tegal siji mbaka
siji ilang. Sanadyan anak lanang
milih ngumbara ing paran
suthik ngopeni lemah warisan
yen rembulane moblong, paman
aku kangen nyekseni marang keteguhanmu
nggegem sawijining kapitayan. Ngadhepi
owah – owahane jaman. Kaya watu karang
sing ora nate gigrig nantang jumlegure
alun ing satengahe wahudayan
Penjebar Semangat;Nomor 50. 12 Desember 2009
19. Tembang Macapat
Tembang macapat ana 11 pupuh:
a. Asmaradana
b. Dhandhanggula
c. Durma
d. Gambuh
e. Kinanthi
f. Maskumambang
g. Megatruh
h. Mijil
i. Pangkur
j. Pocung
k. Sinom
Tembang-tembang macapat nduweni guru gatra,wilangan lan lagu yaiku:
• Mijil 10i, 6o, 10e, 10i, 6i, 6u
• Sinom 8a, 8i, 8a, 8i, 7i, 8u, 7a, 8i, 12a
• Dhandanggula 10i, 10a, 8e, 7u, 9i, 7a, 6u, 8a, 12i, 7a
• Kinanthi 8u, 8i, 8a, 8i, 8a, 8i,
• Asmarandana 8a, 8i, 8e, 8a, 7a, 8u, 8a,
• Durma 12a, 7i, 6a, 7a, 8i, 5a, 7i,
• Pangkur 8a, 11i, 8u, 7a, 12u, 8a, 8i,
• Maskumambang 12i, 6a, 8i, 8a,
• Pucung 12u, 6a, 8i, 12a,
• Gambuh 7u, 10u, 12i, 8u, 8o,
• Megatruh 12u, 8i, 8u, 8i, 8o,
Tuladha:
Gambuh
Aja nganti kabanjur (7u)
Barang polah kang nora jujur (10u)
Yen kabanjur sayekti kojur tan becik (12i)
Becik ngupayaa iku (8u)
Pitutur ingkang sayektos (8o)
20. Sanepa
Yaiku unen-unen sing tegese mbangetake nanging nganggo tembung kosok balen.
Tuladha:
- Awake kuru semongka : awake lemu banget
- Bobote abot kapuk : bobote entheng banget
- Cahyane abang dluwang : cahyane pucet banget
21. Sandi Asma
Yaiku asma ingkang dipun dhelikake. Lumrahipun asma wau dipun dhelikake wonten ing tembang-tembang jawi.
Tuladha:
Kang kocap jeng srinarendra,
Gusti titikaning nagari,
Patih ngengeras pandriya,
Rancakan-angereh budi,
Dining para warga ji,
Tinata harja tanayun,
Yayah manggung sulaya,
Kulina nara tan yekti,
Gagasira rarasan kang tanpa karya.
Tembang sinom punika sandi asma utawi ingkang ngarang tembang inggih punika kanjeng gusti pangeran adipati harya mangkunegara.
22. Sengkalan
Yaiku cara nulis taun sing disandhi nganggo ukara. Panulisan titi mangsa iki asring kagunakake ing sastra jawa kuna lan tengahan. Cara macane kanthi diwalik. Tuladha : sirna ilang kretaning bumi, yen diterjemahake dadi angka 0,0,3,4. Diwalik banjur dadi 4300.
Werna-werna sengkalan:
Miturut wujude, sengkalan kuwi ana rong werna yaiku:
a) Suryasengkala: sengkalan kanggo nengeri taun surya
b) Candrasengkala: sengkalan kanggo nengeri taun candra(rembulan)
Miturut jenise sengkalan diperang dadi telu:
a) Sengkalan lamba
Yaiku sengkalan sing migunakake tembung-tembung sing prasaja.
Tuladha:
Buta (5) lima (5) naga(8) siji(1), dadi angkane 5581 lan tegese taun 1855.
b) Sengkalan miring
Yaiku sengkalan sing migunakake rembung-tembung miring saka watek sengkalan lamba.
Tuladha:
Lungiding Wasita Ambuka Bawana(1975)
• Tembung “lungid” maknane “landhep”, sing dikarepake landheping “gaman”. Gaman nduwe watek 5.
• Tembung “wasita” maknane “pitutur jati”, pitutur iku ana gegayutane karo resi, wiku utawa pandhita sing nduwe watek 7.
• Tembung “Ambuka”, sing dikarepake ”lawang” utawa “gapura”, sing nduwe watek 9.
• Tembung “Bawana”, sing dikarepake “bumi” sing nduwe watek 1.
c) Sengkalan memet
Yaiku sengkalan sing digawe ora nganggo ukara nanging awujud gambar, reca, candhi, gedhong lan sapanunggalane.
Tuladha:
Dik (buta) gajah tinunggangan jalma, maknane 1785(buta= 5, gajah= 8, tinunggangan= 7, jalma=1)
23. Tembung Camboran
Yaiku tembung kalih utawi luwih ingkang dirangkep dados setunggal.
Tembung camboran kaperang dadi papat, yaiku:
a. Camboran wutuh
Yaiku tembung kalih ingkang dirangkep tanpa ngirangi wandanipun.
Tuladha:
Lumbung pari, sawo mateng, semar mendem, lsp.
b. Camboran tugel(wancah)
Yaiku tembung kalih ingkang dirangkep dados setunggal kanthi ngirangi cacahing wanda.
Tuladha:
Bangjo: abang-ijo
Bulik: ibu-cilik
Jiro: siji-loro
c. Camboran tunggal
Yaiku tembung kalih ingkang dirangkep dados setunggal dados setunggal tur mboten kengeng dipiisahaken amargi anggadhahi teges enggal.
Tuladha:
Raja lele, Naga sari, Sapu tangan.
d. Camboran wudhar
Yaiku tembung kalih ingkang dirangkep dados setunggal nanging ijen-ijenipun tembung tasih anggadhahi reges piyambak-piyambak.
Tuladha:
Gedhe cilik, Dhuwur cendhek, nom tuwa.
24. Gugon Tuhon
- Gugon : sipat utawa wewatakan sing gampang banget, nggugu marang guneme wong utawa dedongengan.
- Tuhon : sipat utawa wewatakan sing gampang mituhu manut marang guneme wong utawa dedongengan.
Dadi gugon tuhon iku watak kang gampang banget nggugu lan manut guneme wong utawa dedongengan sing maune ora perlu digugu amarga ora ana bukti nyatane. Nanging nyumanggakake marang para pamaos “percaya mangga maido kena”. Manut wong - wong kang nggugu marang gugon tuhon mratelakake: yen ora nggugu marang gugon tuhon bakal nemu bebendu utawa sesiku kayata:
a. Dadi mangsane Bethara Kala.
b. Bisa sangsara panguripane.
c. Bisa anake entek mati
d. Bisa ora kedawa umure.
Kanggo nebus kaluputane kudu disranani slametan, nanggap wayang lakon “Murwa Kala” slametan kanggo ngilangi bebendu iku diarani “Murwat”. Dene sing klebu gugon tuhon ana warna loro yaiku:
a. Wasita Sinandhi
Wasita sinandhi tegese pitutur kang sinamun ora dilairake kanthi satemene. Padatan liyane gugon tuhon kang awujud wasita sinandhi iki diarani “Aradan”, lumrahe malah dikantheni tembung “ora ilok” kang satemene “ora becik”.
Tuladha:
1. Gawe omah tanpa tutup keyong.
2. Wong nugelake gandhik, lan nggempalake pipisan.
3. Ngrubuhake dandang.
4. Omah sing lawange lan butulane terusan.
5. Seneng kudhung kukusan.
6. Manggan lungguh pipen lawang.
7. Mbuang tuma.
8. Ngandhut lungguh tampah.
9. Sumur ing ngajengan.
10. Seneng lungguh ing bantal.
11. Wong mangan karo turon (wong waras).
12. Ngidoni genthong utawa sumur
13. Menehi dijaluk bali, mundhak bali gondhok.
14. Ngguyuh karo ngadeg, apa maneh wanita.
15. Wanita lungguh jegang.
b. Bocah Sukerta
Kang diarani Bocah Sukerta yaiku bocah kang manut kapercayan, bisane slamet lan urip kudu diruwat, lan ditanggapake wayang lakon Murwakala. Bocah Sukerta kuwi lamun wis diruwat wis ora kalebu memangsane Bethara Kala, satemah bisa lestari uripe.
Bocah utawa anak kang kalebu Sukerta:
1. Bocah ontang – anting : bocah lanang kang tanpa tunggal.
2. Bocah unting – unting : bocah wadon siji tanpa tunggal.
3. Bocah uger – uger lawang : bocah lanang loro kakang adhi.
4. Bocah kembang sepasang : bocah wadon loro kakang adhi,lsp.
BAB III
WASANA
A. Dudutan
Kasusastran Jawi punika anggadahi kathah perangan, ingkang saben perangan menika ngemot makna ingkang dalem.Dene saben perangan kita kedah mangertosi lan saged nglestariaken budaya Jawi, khususipun Kasusastran Jawi.
Ingkang saged kacakup kasusastran jawi inggih punika:
1. Tembung Yogyaswara
2. Tembung Saroja
3. Tembung sandi/garba
4. Rura Basa
5. Tembung Plutan
6. Tembung Entar
7. Keratabasa
8. Paribasan
9. Saloka
10. Bebasan
11. Cangkriman
12. Dasanama
13. Pepindhan
14. Candra
15. Purwakanthi
16. Wangsalan
17. Tembung Parikan
18. Geguritan
19. Tembang Macapat
20. Sanepa
21. Sandi Asma
22. Sengkalan
23. Tembung Camboran
24. Gugon tuhon
B.Saran
Kita kedah ningkataken wawasan ugi kaprigelan marang budaya, utawinipun sastra jawi.Amargi menawi kabudayan jawi menika mboten dipunlestariaken mila kabudayan jawi menika badhe muspra.
DHAPTAR KAPUSTAKAN
Daryanto.1999. Kawruh Basa Jawa Pepak. Solo: Apollo
Sukasih, Sri dan Suwarso. 2010. Nyinau Basa Jawi Ing Pawiyatan Luhur. Salatiga: Widya Sari Press Salatiga
Piyono,joko. 2005. Kawruh Pepak Basa Jawa Anyar. Surakarta: Pustaka Mandiri
- See more at: http://eostudent.blogspot.com/2013/11/kasusastran-jawi.html#sthash.o0lC9eIc.dpuf
PURWAKA
A. Wawadaning Perkawis
Ing jaman menika kahanan budaya wonten Indonesia basa Jawa khususipun, dirasa tansah katilep . Kahanan budaya wonten Indonesia, inggih uga sastra Jawa sansaya dilaliake. Sakpunika para pemudha supe kaliyan sastra Jawa. Amarga sastra dianggep sampun ketinggalan jaman ugi mboten gampil dipunsinauni.
Kangge nanggulangi babagan menika, para guru ugi para siswa perlu ningkataken wawasan lan keprigelanipun ing babagan Basa Jawi, utaminipun sastra Jawi supados kabudayan ingkang luhur punika mboten ketilep dening globalisasi lan saged nggerus identitas nasional ingkang sampun kawentar sugih ing budaya daerah.
Ing makalah punika bade dipunjelasaken babagan Kasusastran Jawi. Piwulangan Bahasa Jawi, babagan Kasusastran Jawi menika minangka dados babagan kang utama, amargi babagan menika dados dasar Kabudayan Jawi lan saged dados dasar piwulangan ing pawiyatan dasar lan sak piturute.
B. Momotaning Perkawis
Saking wawadaning perkawis ing inggil, saged dipendhet momotaning perkawis inggih punika:
1. Apa wae kang kacakup ing Kasusastran Jawi ?
C. Ancas
Ancasana saka panyusunan makalah menika inggih punika:
1. Supados kita saged mangertosi apa wae kang kacakup ing Kasusastran Jawi.
BAB II
SURASA
Ingkang saged kacakup wonten Kasusastran Jawi kadosta :
1. Tembung Yogyaswara
Tembung Yogyaswara yaiku tembung kalih ngemu teges jaler estri ananging benten wandanipun pungkasan.
Tuladha:
Putra-putri, gedhana-gedhini , dewa-dewi, pemudha-pemudhi, widadara-widadari, lsp.
Tuladha ing ukara:
Pak Wawan menika gadhah putra-putri ingkang sampun nyambut damel wonten Semarang.
2. Tembung Saroja
Tembung Saroja yaiku tembung rangkep, maksudipun tembung kalih ingkang tegesipun sami dipunangge sesarengan.
Tuladha:
Ayem tentrem, colong jupuk, undha usuk, , uluk salam, lsp.
Tuladha ing ukara:
Yen arep mertamu ing ngendi mawon kedah ngaturaken uluk salam rumiyin.
3. Tembung sandi/garba
Tembung sandi yaiku tembung gandhengan utawi tembung rerangken kalih lajeng dipun suda gungggung wandanipun.
Tuladha:
Jalu + estri jalwestri
Lumaku + ing lumakweng
Ana + ing aneng
Tuladha ing ukara: saben dinten jum’at siswa-siswi SD Duku 2 pada lumakweng Taman Asri
4. Rura Basa
Rura basa yaiku tembung ingkang risak, basa wes luput kelantur-lantur, ngantos mboten saged dipun damel leres malih. Menawi dipun leresaken mboten limrah.
Tuladha:
Mbunteli tempe. Leresipun : Mbunteli kedhele godhog dimomon ragi supaya dadi tempe.
Ngenam klasa. Leresipun: Ngenam pandhan supaya dadi klasa.
Nguleg sambel . Leresipun: Nguleg Lombok, uyah, lan trasi digawe sambel.
Tuladha ing ukara:
Bapak lagi ngenam klasa anggene sadean benjing-enjing ing peken.
5. Tembung Plutan
Tembung plutan yaiku tembung ingkang wandanipun kalih karangkep dipun dadosaken sawanda.
Tuladha: sarana dados srana, awor dados wor, suwiwi dados swiwi.
Tuladha ing ukara:
Ani tumbas swiwi ing pasar arep kangge masak masak sop.
6. Tembung Entar
Tembung entar yaiku tembung ingkang tegesipun mboten sami kaliyan makna salugunipuun.
Tuladha:
Idu geni : omongane tansah kelakon
Entheng tangan : seneng tandhang gawe
Jembar polatane : pinter
Tuladha ing ukara:
Dewi kuwi pancen bocah sing jembar polatane, mila kwi deweke entuk rangking 1.
7. Keratabasa utawa jarwo dhosok
Keratabasa yaiku basa sing dikerata, tegese sarana jupuk kecape tembung utawa wanda banjur di utak atik nganti mathuk.
Tuladha:
Kathok : diangkat sithok-sithok
Guru : digugu lan ditiru
Batur : embat-embating tutur (samangsa mangsa bias dijak mupakatan)
Tuladha ing ukara:
Pak Adi dados guru mangerteni muride, mula kuwi di senegi muride.
8. Paribasan
Paribasan yaiku unèn-unèn kang ajeg panganggoné, mawa teges entar lan ora ngemu surasa pepindhan. Paribasan ngemu teges: tetandhingan, utawa pepiridan (saemper pasemon). Kang disemoni manungsa, ulah kridhaning manungsa, utawa sesambunganing manungsa lan alam uripe.
Tuladha:
Becik- ketitik ala ketara, tegese tumindak ala lan becik iku bakal ketara/ dingerteni tembe mburine
Adigang adigung adiguna, tegese ngendelake, kekeuatan, keluhuran, lan kepinteran.
Ana catur mungkur, tegese ora ngrungokno omongan, guneman sing ala.
Tuladha ing ukara :
Sinta kuwi bocah sing adigang adigung adiguna, mila kanca-kancane pada ngedohi
9. Saloka
Saloka yaiku unèn-unèn kang gumathok kang ngemu pepindhan. Kang di pindhanake wonge.
Tuladha:
Bathok bolu isi madu, tegese wong asor nagging sugih kepinteran.
Cebol nggayuh lintang, tegese gegayuhan kang mokal bisa kelakon.
Gajah ngidak rapah, tegese nerjang wewalere dhewe/ janjine dhewe.
Tuladha ing ukara:
Dadi wong aja kaya Ani sing kaya gajah ngidak rapah, dadine ora duwe kanca amarga nerjang janjine dhewe.
10. Bebasan
Bebasan yaiku unen-unen ajeg panggone ngemu surasa pepindan kang dipindahake sifate utawa kahanane wong.
Tuladha:
Adol lenga kari busike, tegese andhum barang marang wong liya nanging awake dhewe ora keduman.
Esuk dhele sore tempe ,tegese ora teteg atine, gampang molah-malih.
Ancik-ancik pucuking eri, tegese uripe tansah was sumelang.
Tuladha ing ukara:
Kahanane ibu Dewi tansah ancik-ancik pucuking eri amarga ngerti yen putrine kacilakaan.
11. Cangkriman
Cangkriman yaiku unen-unen utawa ukara kang kudu dibatang.
Cangkriman ana werna-werna, yaiku: cangkriman wancahan, pepindhan, lan blenderan (plesedan).
a) Cangkriman wancahan
Wancah iku tegese cekak. Wancahan iku kudu dibatang kang disusun saka gatra kang ana.
Tuladha:
- Burnaskopen : bubur panas kokopen
- pakboletus: tapak kebo ana lelene satus
- wiwa wite, lesba dhonge, karwo pake : uwi dawa wite, tales amaba godhonge, cikar dawa tipake
b) Cangkriman pepindhan
Yaiku cangkriman kang awujud ukara kang memper kaya kanyatane.
Tuladha:
- Sega sakepel dirubung tinggi: salak
- Pitik walik saba kebon: nanas
- Emboke dielus-elus anake dididak-idak : andha.
c) Cangkriman blenderan(plesetan)
Cangkriman iki sejatine ukara pranyatan kang bisa gawe bingung yen macane salah.
Tuladha:
- Wong adol tempe ditaleni: sing ditaleni tempe, dudu wong sing dodol
- Wong adol krambil dikepruki: sing dikepruki krambile, dudu wong sing dodol.
- Wong mati ditunggoni wong mesam-mesem: sing mesam-mesem wong sing nunggu, dudu sing mati.
12. Dasanama
Dasanama punika tembung sanes ingkang tegesipun sami (synonim), asring pinanggihaken ing sastra tembang.
Tuladha:
- Alas : jenggala, wana, wanadri
- Desa : dhekah, dhukuh, dhusun
- Geni : agni, api,apyu,dahana,pawaka
- Mata : aksi, eksi, mripat, netra, soca.
13. Pepindhan
Pepindhan yaiku unen-unen kang ora ngemu surasa kang sejatine. Yen ing basa indonesia disebut pengandaian. Lumrahe nganggo tembung: kaya, lir, pindha, kadya, lan liya-liyane kang ngemu karep kaya.
Tuladha:
- Ayune kaya Dewi Ratih
- Galake kaya macan manak
- Dhuwure kaya otak-otak mega.
14. Candra
Yaiku digunakake kanggo pepindhan marang sawijining kahanan kang memper karo kanyatan.
Tuladha:
- Lambene nggula sathemplik : lambene kaya gula sathemplik
- Bangkekane nawon kemit: bangkekane kaya prajurit tawon
- Irunge ngundhup mlathi: irunge kaya mlathi sing lagi ngundhup
Tuladha ing ukara:
ing desane Melati paling ayu dhewe, lambene nggula sathemplik
15. Purwakanthi
Yaiku unen-unen utawa ukara kang runtut basa utawa sastrane. Purwakanthi kang runtut basane jenenge purwakanthi basa, dene yen ing sastra sinebut purwakanthi sastra.
Tuladha:
- Aja dumeh bagus terus kementhus.
- Wong sabar bakal subur.
- Kebat kliwat, gancang pincang
Purwakanthi miturut wujude kepirang dadi telu, yaiku:
a. Purwakanthi guru swara yaiku unen-unen kang runtut swarane(vokal).
Tuladha:
- Ulat madhep, ati karep
- Bareng wis makmur, lali marang sedulur
- Ijo-ijo godonge kara, bareng bada lagi rumangsa
b. Purwakanthi guru sastra yaiku unen-unen kang runtut sastrane (konsonan).
Tuladha:
- Sluman slumun slamet
- Tindak tanduke tansah titi angati-ati
- Janji jujur jajahane mesthi maju
c. Purwakanthi basa (lumaksita) yaiku unen-unen kang kadhapuk saka rong gatra. Pungkasan gatra kapisan, dadi wiwitane gatra kapindho.
Tuladha:
- Jarwa pinter, pintere satriya ing pringgondani
- Bayem arda, ardane ngrusak busana
- Kolik priya, priyagung anjani putra
16. Wangsalan
Yaiku unen-unen cangkriman nanging dibatang /dibedhek dhewe, ukarane ora persis nanging memper wae. Wangsalan ana kang awujud ukara selarik, bisa uga awujud tembang.
Tuladha sing wujud ukara:
- Kembang jambu, kemaruk duwe sepedha anyar. (kembang jambu : karuk)
- Balung klapa, ethok-ethok ora ngerti yen disapa.(balung klapa : bathok)
Tuladha sing wujud tembang:
1. Jirak pindha munggwing wana
2. Sayeng kaga we rekta
Batangane:
• Jirak pindha munggwing wana = wit kesambi.
• Sayeng kaga = piranti kanggo nyekel manuk (kala).
• We rekta kang muroni = iket.
Jenise wangsalan:
1. Wangsalan lamba
yaiku wangsalan kang mung isi batangan (tebusan) siji. Unen-unen wangsalan lamba mung saukara kang kadadean saka rong gatra.Gatra kang ngarep isi wangsalan, gatra sing mburi isi batangané.
Tuladha: Pindang lulang, kacek apa aku karo kuwe (Pindhang lulang = Krecek)
2. Wangsalan rangkep (camboran)
yaiku wangsalan sing isi batangane luwih saka siji. Unen-unene wangsalan rangkep kadadeané saka rong ukara, siji-sijine ukara kadadean saka rong gatra.Ukara kapisan isi wangsalan ukara kapindho isi batangane.
Tuladha: - kawi gajah, kramaning watu ing jarwa
- Mesthi tetep, angugemi Pancasila
(kawi gajah= esthi, dadi: mesthi)
(kramaning watu: sela, dadi: Pancasila).
3. Wangsalan memet
yaiku wangsalan sing carane nggoleki batangane sarana ngoceki maksuding tetembungane ambal ping pindho.
Tuladha: Uler kambang, yen trima alon-alonan
- Oncek-oncekan kapisan: Uler kembang maksude lintah.
- Oncek-oncek kapindho: Wanda tali ing tembung lintah, dianggap wancahane tembung kang surasane alon-alonan, yaiku tembung satitahe. Tembung satitahe ateges ora ngaya, mung tumindak sakepenake bae, kanthi alon-alonan.
4. Wangsalan padinan
yaiku ana sing nganggo nyebutake batangane, la ana sing tanpa nyebutake batangane, marga wong-wong sing pandha krungu (maca) dianggep wis ngerti maksude (batangane).
Tuladha: Wong kae sajatine wis krungu kandhaku, nanging njangan gori.
(Gori iku mathuke digudhèg. Njangan gori = nggudhèg. Maksude wangsalan njagan gori yaiku mbudheg, api-api ora krungu).
5. Wangsalan mawa paungeran tartamtu
- Wangsalan mawa paungeran tartamtu kena kaperang dadi loro, yaiku:
• Mawa paungeran 4 wanda + 8 wanda
Kang mawa paungeran 4 wanda + 8 wanda iku wangsalan lamba (mung isi batangan siji).Unen-unen mung saukara kang kadadean saka rong gatra.Gatra ngarep 4 wanda: isi wangsalan, gatra buri 8: isi batangane.
Tuladha: Reca kayu, golek kawruh rahayu.(reca kayu = golek)
• Mawa paungeran (4 wanda + 8 wanda ) X 2 = 24 wanda
Kang mawa paungeran (4 wanda + 8 wanda) x 2 = 24 wanda yaiku wangsalan rangkep (isi batangan luwih saka siji). Unen-unen rong ukara, saben saukara kadadean saka rong gatra. Ukara kapisan (rong gatra) isi wangsalan, ukara kapindho (rong gatra) isi batangane.
Tuladha:
Sayuk rukun, wulang wido mangsa rowang = 4 wanda + 8 wanda
Sayektine, wit saking bondho kawula = 4 wanda + 8 wanda
(Sayuk rukun = saiyeg, saeka praya)
(Wulang wido mangsa rowang = bido)
6. Wangsalan edi-peni
yaiku wangsalan sing mawa paungeran .
1.Unen-unene kadadean saka 2 ukara (wangsalan rangkep)
2.Saben saukara kadadean saka 2 gatra (4 wanda + 8 wanda )
3.Ukara kang kapisan (yaiku kang isi wangsalan) mawa purwakanthi guru swara lan purwakanthi basa utawa purwakanthi lumaksita.
Tuladha: Tepi wastra, wastra kang tumprap mustaka. (Kemada,iket) Mumpung mudha, nggegulanga ngiket basa.
7. Wangsalan kang sinawung ing tembang
yaiku cakepan ing umpak-umpaking gendhing, gerong lan senggakan, kerep kanggo wangsalan (dilagokake dening pesindhen, niyaga utawa bocah-bocah sing padha manembrama). Cacahé wandane lan tibaning swarane ing wekasaning gatrane ora tartemu, sebab kawengku ing guru wilangan lan guru laguning tembang. Guru wilangan lan guru laguning tembang kudu tansah menang, lire: ora kena owah, kudu tansah manut paungeraning tembang.
Tuladha:
Sinom
Edane wong keneng guna
ambatik sinambi nangis
malam wuntah balabaran
geni mati muring-muring
prembenahan mbrebes mili
gawangan sinendhal putung
ya talah ta si kakang
puluh-puluh awak mami
petis manis wis kudu dadi pocapan
Wangsalane: Petis manis = kecap
17. Tembung Parikan
Yaiku unèn-unèn kang dumadi saka rong (2) ukara. Ukara sepisanan kanggo narik kawigatèn, kang kapindho minangka isi. Parikan iki kaya pantun nanging mung rong larik. Parikan migunaake purwakanthi swara.
Tuladha:
- Manuk emprit nucuk ing pari
Dadi murid, sing taberi.
- Wedang bubuk, tanpa gula
Ja sok ngantuk, gelis.
18. Geguritan
Yaiku wohing susastra kang basané cekak, mentes lan éndah. Geguritan asalé saka tembung "gurit", kang ateges kidung utawa tulisan kang awujud tatahan. Déné geguritan ing kéné, ateges rumpakan kidung kang mawa paugeran gumatho, menawi ing bahasa indonesia menika puisi.
• Cekak yaiku ora wujud ukara sing nggladrah
• Menthes yaiku tembunge duwe makna kang jero.
• Endah ngemu purwakanthi swara, sastra utawa basa.
• Tembungane pilihan
Tuladha:
Yen Rembulane Moblong, Paman
(Dening I. Kunpriyatno)
yen rembulane moblong, paman
aku kangen sanja menyang plataranmu
nggelar klasa sangisore wit gayam
jejadhuman karo ngematke swarane
bocah – bocah sing padha dolanan
yen rembulane moblong, paman
aku kangen ngrungokake gumelegere guyumu
sanadyan sawah lan tegal siji mbaka
siji ilang. Sanadyan anak lanang
milih ngumbara ing paran
suthik ngopeni lemah warisan
yen rembulane moblong, paman
aku kangen nyekseni marang keteguhanmu
nggegem sawijining kapitayan. Ngadhepi
owah – owahane jaman. Kaya watu karang
sing ora nate gigrig nantang jumlegure
alun ing satengahe wahudayan
Penjebar Semangat;Nomor 50. 12 Desember 2009
19. Tembang Macapat
Tembang macapat ana 11 pupuh:
a. Asmaradana
b. Dhandhanggula
c. Durma
d. Gambuh
e. Kinanthi
f. Maskumambang
g. Megatruh
h. Mijil
i. Pangkur
j. Pocung
k. Sinom
Tembang-tembang macapat nduweni guru gatra,wilangan lan lagu yaiku:
• Mijil 10i, 6o, 10e, 10i, 6i, 6u
• Sinom 8a, 8i, 8a, 8i, 7i, 8u, 7a, 8i, 12a
• Dhandanggula 10i, 10a, 8e, 7u, 9i, 7a, 6u, 8a, 12i, 7a
• Kinanthi 8u, 8i, 8a, 8i, 8a, 8i,
• Asmarandana 8a, 8i, 8e, 8a, 7a, 8u, 8a,
• Durma 12a, 7i, 6a, 7a, 8i, 5a, 7i,
• Pangkur 8a, 11i, 8u, 7a, 12u, 8a, 8i,
• Maskumambang 12i, 6a, 8i, 8a,
• Pucung 12u, 6a, 8i, 12a,
• Gambuh 7u, 10u, 12i, 8u, 8o,
• Megatruh 12u, 8i, 8u, 8i, 8o,
Tuladha:
Gambuh
Aja nganti kabanjur (7u)
Barang polah kang nora jujur (10u)
Yen kabanjur sayekti kojur tan becik (12i)
Becik ngupayaa iku (8u)
Pitutur ingkang sayektos (8o)
20. Sanepa
Yaiku unen-unen sing tegese mbangetake nanging nganggo tembung kosok balen.
Tuladha:
- Awake kuru semongka : awake lemu banget
- Bobote abot kapuk : bobote entheng banget
- Cahyane abang dluwang : cahyane pucet banget
21. Sandi Asma
Yaiku asma ingkang dipun dhelikake. Lumrahipun asma wau dipun dhelikake wonten ing tembang-tembang jawi.
Tuladha:
Kang kocap jeng srinarendra,
Gusti titikaning nagari,
Patih ngengeras pandriya,
Rancakan-angereh budi,
Dining para warga ji,
Tinata harja tanayun,
Yayah manggung sulaya,
Kulina nara tan yekti,
Gagasira rarasan kang tanpa karya.
Tembang sinom punika sandi asma utawi ingkang ngarang tembang inggih punika kanjeng gusti pangeran adipati harya mangkunegara.
22. Sengkalan
Yaiku cara nulis taun sing disandhi nganggo ukara. Panulisan titi mangsa iki asring kagunakake ing sastra jawa kuna lan tengahan. Cara macane kanthi diwalik. Tuladha : sirna ilang kretaning bumi, yen diterjemahake dadi angka 0,0,3,4. Diwalik banjur dadi 4300.
Werna-werna sengkalan:
Miturut wujude, sengkalan kuwi ana rong werna yaiku:
a) Suryasengkala: sengkalan kanggo nengeri taun surya
b) Candrasengkala: sengkalan kanggo nengeri taun candra(rembulan)
Miturut jenise sengkalan diperang dadi telu:
a) Sengkalan lamba
Yaiku sengkalan sing migunakake tembung-tembung sing prasaja.
Tuladha:
Buta (5) lima (5) naga(8) siji(1), dadi angkane 5581 lan tegese taun 1855.
b) Sengkalan miring
Yaiku sengkalan sing migunakake rembung-tembung miring saka watek sengkalan lamba.
Tuladha:
Lungiding Wasita Ambuka Bawana(1975)
• Tembung “lungid” maknane “landhep”, sing dikarepake landheping “gaman”. Gaman nduwe watek 5.
• Tembung “wasita” maknane “pitutur jati”, pitutur iku ana gegayutane karo resi, wiku utawa pandhita sing nduwe watek 7.
• Tembung “Ambuka”, sing dikarepake ”lawang” utawa “gapura”, sing nduwe watek 9.
• Tembung “Bawana”, sing dikarepake “bumi” sing nduwe watek 1.
c) Sengkalan memet
Yaiku sengkalan sing digawe ora nganggo ukara nanging awujud gambar, reca, candhi, gedhong lan sapanunggalane.
Tuladha:
Dik (buta) gajah tinunggangan jalma, maknane 1785(buta= 5, gajah= 8, tinunggangan= 7, jalma=1)
23. Tembung Camboran
Yaiku tembung kalih utawi luwih ingkang dirangkep dados setunggal.
Tembung camboran kaperang dadi papat, yaiku:
a. Camboran wutuh
Yaiku tembung kalih ingkang dirangkep tanpa ngirangi wandanipun.
Tuladha:
Lumbung pari, sawo mateng, semar mendem, lsp.
b. Camboran tugel(wancah)
Yaiku tembung kalih ingkang dirangkep dados setunggal kanthi ngirangi cacahing wanda.
Tuladha:
Bangjo: abang-ijo
Bulik: ibu-cilik
Jiro: siji-loro
c. Camboran tunggal
Yaiku tembung kalih ingkang dirangkep dados setunggal dados setunggal tur mboten kengeng dipiisahaken amargi anggadhahi teges enggal.
Tuladha:
Raja lele, Naga sari, Sapu tangan.
d. Camboran wudhar
Yaiku tembung kalih ingkang dirangkep dados setunggal nanging ijen-ijenipun tembung tasih anggadhahi reges piyambak-piyambak.
Tuladha:
Gedhe cilik, Dhuwur cendhek, nom tuwa.
24. Gugon Tuhon
- Gugon : sipat utawa wewatakan sing gampang banget, nggugu marang guneme wong utawa dedongengan.
- Tuhon : sipat utawa wewatakan sing gampang mituhu manut marang guneme wong utawa dedongengan.
Dadi gugon tuhon iku watak kang gampang banget nggugu lan manut guneme wong utawa dedongengan sing maune ora perlu digugu amarga ora ana bukti nyatane. Nanging nyumanggakake marang para pamaos “percaya mangga maido kena”. Manut wong - wong kang nggugu marang gugon tuhon mratelakake: yen ora nggugu marang gugon tuhon bakal nemu bebendu utawa sesiku kayata:
a. Dadi mangsane Bethara Kala.
b. Bisa sangsara panguripane.
c. Bisa anake entek mati
d. Bisa ora kedawa umure.
Kanggo nebus kaluputane kudu disranani slametan, nanggap wayang lakon “Murwa Kala” slametan kanggo ngilangi bebendu iku diarani “Murwat”. Dene sing klebu gugon tuhon ana warna loro yaiku:
a. Wasita Sinandhi
Wasita sinandhi tegese pitutur kang sinamun ora dilairake kanthi satemene. Padatan liyane gugon tuhon kang awujud wasita sinandhi iki diarani “Aradan”, lumrahe malah dikantheni tembung “ora ilok” kang satemene “ora becik”.
Tuladha:
1. Gawe omah tanpa tutup keyong.
2. Wong nugelake gandhik, lan nggempalake pipisan.
3. Ngrubuhake dandang.
4. Omah sing lawange lan butulane terusan.
5. Seneng kudhung kukusan.
6. Manggan lungguh pipen lawang.
7. Mbuang tuma.
8. Ngandhut lungguh tampah.
9. Sumur ing ngajengan.
10. Seneng lungguh ing bantal.
11. Wong mangan karo turon (wong waras).
12. Ngidoni genthong utawa sumur
13. Menehi dijaluk bali, mundhak bali gondhok.
14. Ngguyuh karo ngadeg, apa maneh wanita.
15. Wanita lungguh jegang.
b. Bocah Sukerta
Kang diarani Bocah Sukerta yaiku bocah kang manut kapercayan, bisane slamet lan urip kudu diruwat, lan ditanggapake wayang lakon Murwakala. Bocah Sukerta kuwi lamun wis diruwat wis ora kalebu memangsane Bethara Kala, satemah bisa lestari uripe.
Bocah utawa anak kang kalebu Sukerta:
1. Bocah ontang – anting : bocah lanang kang tanpa tunggal.
2. Bocah unting – unting : bocah wadon siji tanpa tunggal.
3. Bocah uger – uger lawang : bocah lanang loro kakang adhi.
4. Bocah kembang sepasang : bocah wadon loro kakang adhi,lsp.
BAB III
WASANA
A. Dudutan
Kasusastran Jawi punika anggadahi kathah perangan, ingkang saben perangan menika ngemot makna ingkang dalem.Dene saben perangan kita kedah mangertosi lan saged nglestariaken budaya Jawi, khususipun Kasusastran Jawi.
Ingkang saged kacakup kasusastran jawi inggih punika:
1. Tembung Yogyaswara
2. Tembung Saroja
3. Tembung sandi/garba
4. Rura Basa
5. Tembung Plutan
6. Tembung Entar
7. Keratabasa
8. Paribasan
9. Saloka
10. Bebasan
11. Cangkriman
12. Dasanama
13. Pepindhan
14. Candra
15. Purwakanthi
16. Wangsalan
17. Tembung Parikan
18. Geguritan
19. Tembang Macapat
20. Sanepa
21. Sandi Asma
22. Sengkalan
23. Tembung Camboran
24. Gugon tuhon
B.Saran
Kita kedah ningkataken wawasan ugi kaprigelan marang budaya, utawinipun sastra jawi.Amargi menawi kabudayan jawi menika mboten dipunlestariaken mila kabudayan jawi menika badhe muspra.
DHAPTAR KAPUSTAKAN
Daryanto.1999. Kawruh Basa Jawa Pepak. Solo: Apollo
Sukasih, Sri dan Suwarso. 2010. Nyinau Basa Jawi Ing Pawiyatan Luhur. Salatiga: Widya Sari Press Salatiga
Piyono,joko. 2005. Kawruh Pepak Basa Jawa Anyar. Surakarta: Pustaka Mandiri
- See more at: http://eostudent.blogspot.com/2013/11/kasusastran-jawi.html#sthash.o0lC9eIc.dpuf
Langganan:
Postingan (Atom)

